"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

9 Negara Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Hari Ini, Mulai dari Arab Saudi hingga Palestina

Penetapan Awal Ramadan 1447 H di Beberapa Negara

Pada hari ini, Rabu (18/2/2026), sejumlah negara di kawasan Timur Tengah telah memulai ibadah puasa Ramadan. Bulan suci ini merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah dan menjadi bulan paling penting bagi umat Islam. Ramadan diperingati sebagai bulan turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, khususnya pada malam Lailatul Qadr yang diyakini terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Durasi Ramadan biasanya berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan hilal penutup bulan. Untuk tahun 2026, prediksi astronomi di Dubai memperkirakan bahwa Ramadan akan berlangsung selama 29 hari. Namun, keputusan resmi tetap menunggu konfirmasi rukyatul hilal di akhir bulan.

Beberapa negara yang telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 antara lain:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab (UEA)
  • Qatar
  • Kuwait
  • Irak
  • Yaman
  • Lebanon
  • Palestina
  • Bahrain

Penetapan tanggal ini dilakukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap hilal oleh otoritas agama di masing-masing negara. Misalnya, Arab Saudi mengumumkan bahwa hilal telah terlihat pada malam Selasa (17/2/2026). Pengamatan dilakukan di beberapa lokasi seperti Hawtat Sudair dan Tumair di wilayah Al-Majma’ah. Abdulaziz Al-Muainaa dari Observatorium Al Hareeq menjelaskan bahwa matahari terbenam tepat pukul 17.52 waktu setempat, dengan kondisi cuaca yang mendukung sehingga hilal dapat terlihat jelas.

Di UEA, Komite Pengamatan Bulan secara resmi mengumumkan bahwa hilal terlihat dan menetapkan 18 Februari 2026 sebagai awal puasa Ramadan. Sementara itu, otoritas keagamaan di Qatar, Kuwait, Irak, Yaman, Lebanon, Palestina, dan Bahrain juga mengonfirmasi bahwa Ramadan dimulai pada tanggal yang sama setelah pengamatan hilal.

Mengapa Beberapa Negara Memulai Ramadan pada 18 Februari?

Banyak negara di wilayah Timur Tengah dan Gulf mengikuti metode ru’yah (penglihatan hilal) tradisional. Jika hilal terlihat pada malam 29 Sha’ban, maka hari berikutnya langsung menjadi 1 Ramadan. Arab Saudi memiliki peran penting karena pengumuman awal dari Supreme Court biasanya diikuti oleh negara-negara lain yang mengikuti kalender dan keputusan Saudi.

Perbedaan tanggal di antara negara terjadi karena variasi geografis dalam visibilitas hilal. Di beberapa wilayah, hilal mungkin terlihat, sementara di wilayah Asia Tenggara atau lainnya tidak terlihat sehingga mereka menunda hingga 19 Februari. Sebagai contoh, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026 karena hilal tidak terlihat pada malam 17 Februari di wilayah mereka atau mengikuti hisab/astronomis lokal.

Indonesia Mulai Puasa Kamis 19 Februari 2026

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis (19/2/2026). Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Menag menyampaikan bahwa berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Sidang tersebut menyepakati keputusan tersebut karena dua hal: hasil paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag dan diskusi yang dilakukan.

Melalui musyawarah di sidang isbat, pemerintah mengumpulkan laporan hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (observasi hilal) dari berbagai titik pengamatan. Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang disepakati bersama negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kriteria tersebut mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Batas ini dinilai lebih empiris karena berbasis data astronomis yang lebih akurat. Sebelumnya digunakan kriteria 2 derajat, namun hasil riset menunjukkan bahwa hilal pada ketinggian tersebut hampir mustahil terlihat. Oleh karena itu, kriteria baru diterapkan untuk meningkatkan akurasi dalam penetapan awal Ramadan.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *