"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Lirik ‘Bukan Lagu Valentine’ Fiersa Besari yang Menggugah Hati

Pengenalan Fiersa Besari dan Lagu ‘Bukan Lagu Valentine’

Siapa yang tidak mengenal Fiersa Besari? Seorang musisi sekaligus penulis yang akrab disapa “Bung” ini selalu berhasil memikat pendengar lewat lirik-liriknya yang puitis namun tetap menyentuh. Salah satu lagu yang sering diputar kembali menjelang bulan Februari adalah ‘Bukan Lagu Valentine’, sebuah track romantis dari albumnya yang bertajuk 20:20.

Berbeda dengan lagu cinta lainnya yang mungkin terasa sangat mewah dan penuh gombalan, lagu ini justru membawa pesan kesederhanaan yang dalam. Fiersa seolah mengingatkan kita bahwa kasih sayang sejati tidak butuh tanggal khusus atau perayaan seremonial untuk dibuktikan kepada pasangan. Melihat fenomena perayaan cinta yang sering kali terjebak pada simbol materi, Fiersa memilih untuk menyuarakan bakti dan kesetiaan di setiap harinya.

Lirik Lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ Fiersa Besari



Hei gadis bermata cokelat

Di hatiku kau akrobat

Jantungku berdegup cepat

Setiap senyummu terlihat

Kau bagai sebuah candu

Membuatku selalu rindu

Ku menggubah nada syahdu

Maaf bila kurang merdu

Kau ingin diet

Tapi kubilang aku saja yang menggemukkan badan

Kau ingin putih

Tapi kubilang aku saja yang menghitamkan kulit

Kau ingin kaya

Tapi kubilang bahagia tidak selalu tentang harta

Kau ingin merayakan valentine tapi kubilang

Sayang valentine untukmu

Tiga ratus enam puluh lima hari

Dalam setahunku

Bukan tentang bunga dan coklat

Tapi tentang siapa yang tak pernah pergi

Saat kau terluka

Aku orangnya

Tak perlu repot berdandan

Atau selfie agar kekinian

Tak usah pakai pensil alis

Bagiku kau yang termanis

Kau ingin diet

Tapi kubilang aku saja yang menggemukkan badan

Kau ingin putih

Tapi kubilang aku saja yang menghitamkan kulit

Kau ingin kaya

Tapi kubilang bahagia tidak selalu tentang harta

Kau ingin merayakan valentine tapi kubilang hu

Sayang valentine untukmu

Tiga ratus enam puluh lima hari

Dalam setahunku

Bukan tentang bunga dan coklat

Tapi tentang siapa yang tak pernah pergi

Saat kau terluka

Aku orangnya

Uh

Sayang valentine untukmu

Lapan ribu tujuh ratus enam puluh jam

Dalam setahunku

Bukan tentang perayaan

Tapi tentang siapa yang tak pernah pergi

Saat kau terluka

Menemanimu

Suka dan duka

Setiap hari

Bukan hanya empat belas Februari

Pesan Anti-Mainstream tentang Kasih Sayang Harian



Lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ memiliki pesan sentral yang sangat unik, yaitu mengkritik kebiasaan merayakan kasih sayang hanya pada satu hari tertentu. Fiersa menekankan bahwa cinta seharusnya dirasakan selama “365 hari dalam setahun” dan “8.760 jam dalam setahun”, bukan sekadar mengikuti tren tahunan. Lewat liriknya, Fiersa mengajak pendengar untuk fokus pada siapa yang selalu ada saat kita terluka, bukan siapa yang memberi kado paling mahal. Pesan anti-mainstream ini membuat lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menunjukkan kasih sayang secara tulus dan konsisten setiap harinya.

‘Bukan Lagu Valentine’ sebagai Alternatif Lagu Cinta



Fakta menarik lainnya, waktu perilisan video lirik lagu ini di YouTube yang dilakukan tepat pada 11 Februari 2019. Tanggal tersebut dipilih sengaja beberapa hari sebelum hari Valentine sebagai bentuk “protes manis” dan alternatif lagu bagi mereka yang tidak ingin terjebak dalam perayaan komersial. Lagu ini kemudian masuk secara resmi ke dalam album 20:20 yang dirilis pada tanggal cantik 20 Desember 2020. Popularitasnya yang terus bertahan hingga sekarang membuktikan bahwa pesan kesederhanaan yang dibawa Fiersa sangat relevan bagi banyak pasangan di Indonesia.

Lirik yang Sangat “Relatable” dengan Keresahan Perempuan



Salah satu bagian yang paling disukai dari lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ adalah lirik yang membahas tentang insekure perempuan, seperti keinginan untuk diet, memutihkan kulit, hingga repot berdandan dengan pensil alis. Fiersa Besari secara manis menjawab keresahan tersebut dengan menyatakan bahwa ia menerima pasangannya apa adanya. “Tak usah pakai pensil alis, bagiku kau yang termanis”, lirik ini sering kali membuat pendengar perempuan merasa tersentuh. Seolah menunjukkan bahwa cinta sejati itu tentang penerimaan diri dan pasangan, sebuah nilai yang jauh lebih berharga daripada bunga atau cokelat sekali setahun.

FAQ Lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ Fiersa Besari

Question: Mengapa lagu ini sering disebut sebagai ‘lagu wajib’ di bulan Februari?

Answer: Meski judulnya secara eksplisit adalah ‘Bukan Lagu Valentine’, lagu ini justru selalu mengalami kenaikan jumlah pendengar dan sering masuk ke dalam daftar putar (playlist) populer di berbagai platform musik setiap kali memasuki bulan Februari.

Question: Apakah lagu ini awalnya dirilis melalui label rekaman besar?

Answer: Tidak. Menariknya, Fiersa Besari pertama kali membagikan karya ini secara independen melalui kanal YouTube pribadinya pada 11 Februari 2019 sebelum akhirnya masuk ke dalam album studio 20:20.

Question: Apa kritik utama yang ingin disampaikan Fiersa Besari melalui lirik lagu ini?

Answer: Fiersa Besari secara spesifik mengkritik kebiasaan merayakan kasih sayang yang hanya fokus pada simbol materi seperti cokelat dan bunga pada satu tanggal saja. Ia ingin mengajak pendengar untuk lebih menghargai keberadaan pasangan dan tindakan nyata setiap hari, terutama saat pasangan sedang merasa terluka atau tidak percaya diri.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *