"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

TNI Kirim Pasukan Berpengalaman ke Gaza untuk Perdamaian

Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, mengungkapkan bahwa TNI memiliki pasukan yang telah berpengalaman dalam tugas perdamaian internasional. Hal ini menjadi dasar pengiriman prajurit TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Diantara para prajurit tersebut adalah mereka yang pernah bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau Pasukan Sementara PBB di Lebanon.

UNIFIL merupakan misi PBB yang didirikan pada 19 Maret 1978 berdasarkan Resolusi DK PBB 425 dan 426. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga perdamaian dengan memantau penarikan Israel dari Lebanon Selatan, memulihkan keamanan, serta membantu pemerintah Lebanon menegakkan otoritas di wilayah tersebut. Pengalaman bertugas di UNIFIL membuat para prajurit TNI dinilai mampu menghadapi tantangan di daerah konflik seperti Gaza.

Tandyo menegaskan bahwa TNI sudah lama mengirimkan pasukan ke UNIFIL sejak tahun 2008. Banyak prajurit TNI yang telah menjalankan tugas perdamaian PBB di Lebanon. Dengan pengalaman tersebut, mereka akan direkrut kembali untuk tugas di Gaza. Menurutnya, pasukan yang terpilih bukanlah satuan-satuan yang belum pernah bertugas di daerah konflik.

“Saya kira kita sudah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana inilah nanti akan kita rekrut. Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana,” ujarnya.

Selain itu, prajurit TNI yang berpengalaman di UNIFIL juga dinilai lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat setempat. “Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008 ya. Dari 2008 itu kita sudah mengirimkan UNIFIL ke sana sudah berkali-kali dan orang-orang inilah nanti akan kita kirim ke sana tentunya. Dia mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana,” tambah Tandyo.

Penentuan Jumlah Pasukan Akan Dilakukan Akhir Februari 2026

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyatakan bahwa pemerintah akan segera menentukan jumlah pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza. Keputusan ini rencananya akan diambil pada akhir bulan Februari 2026 dan langsung ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap,” kata Donny saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pelatihan Bahasa dan Persiapan Lainnya

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi bahwa para prajurit yang akan dikirim ke Gaza telah menerima pembekalan khusus, termasuk pelatihan bahasa. “Untuk persiapan, memang sudah ada beberapa langkah perencanaan dan penyiapan yang berjalan. Di antaranya pembekalan atau pelatihan bahasa, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Arab, sebagai bagian dari kesiapan personel,” ujarnya.

Meskipun demikian, Rico tidak memberikan detail spesifik tentang latihan simulasi lapangan. Informasi mengenai hal ini masih simpang siur. Beberapa prajurit mengklaim telah menerima latihan simulasi, tetapi sebagian lainnya menyebut belum ada latihan tersebut.

“Untuk detail teknis lain masih menyesuaikan perkembangan mandat dan keputusan resmi,” tambah Rico.

Catatan dari DPR RI

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto memberikan tanggapan mengenai rencana pengiriman pasukan TNI untuk Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Utut menyatakan bahwa rencana ini adalah bagian dari misi penjaga perdamaian untuk mempercepat pemulihan wilayah Gaza.

Menurut Utut, DPR memberi catatan agar jumlah pasukan yang dikirim tidak terlalu besar. “Intinya, hemat saya tidak perlu terlalu besar seperti yang 20 ribu itu. Teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran,” katanya.

Pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza telah melalui sejumlah pembahasan, termasuk pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan menteri luar negeri, tokoh, dan ilmuwan di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Utut menambahkan bahwa pengiriman pasukan TNI selaras dengan amanat UUD 1945, khususnya dalam peran Indonesia menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Ia juga menegaskan bahwa sikap politik Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Hampir semua partai, termasuk partai kami, menyetujui bahwa kemerdekaan Palestina adalah hak mereka,” ujarnya.

Namun, ia tetap menekankan bahwa presiden juga menyampaikan pandangan penting terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel. “Bukan sekadar kemerdekaan Palestina, tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan, two state solution,” tambah Utut.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *