"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Teman-teman, galang dana untuk bantu pengobatan Raisha Anindra, WNI yang terluka di Singapura

Solidaritas Masyarakat untuk Raisha Anindra, Korban Kecelakaan di Singapura

Sejumlah teman dari Raisha Anindra, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami kecelakaan di Singapura, menunjukkan rasa solidaritas dengan membuka penggalangan dana untuk membantu biaya perawatan medis Raisha. Kecelakaan tersebut tidak hanya melukai Raisha, tetapi juga merenggug nyawa putrinya, Sheyna Lashira.

Raisha saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Singapura setelah mengalami luka serius akibat kejadian tersebut. Meski kondisinya kini sudah membaik, ia masih membutuhkan perawatan yang sangat ketat. Sementara itu, suaminya, Ashar Ardianto, juga turut berduka atas kehilangan putrinya yang masih berusia enam tahun.

Penggalangan Dana oleh Alumni UI

Penggalangan dana untuk Raisha dilakukan melalui akun Instagram Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Iluni FIB UI). Unggahan tersebut menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga alumni tersebut. Dalam pernyataannya, Iluni FIB UI memohon doa bagi almarhumah Sheyna dan kesembuhan bagi Raisha.

“Kami sampaikan berita duka cita atas musibah kecelakaan yang menimpa keluarga rekan alumni kita, Raisha Anindra (Sastra Cina UI 2013) dan Ashar Ardianto (Sastra Jawa UI 2013) di Singapura pada Jumat, 6 Februari 2026. Akibat musibah tersebut, putri mereka, Sheyna Lashira, telah meninggal dunia. Saat ini, Raisha Anindra sedang menjalani perawatan medis intensif (HDU) di rumah sakit di Singapura dikarenakan kondisi luka yang serius.”

Selain meminta doa, unggahan itu juga menjadi ajang penggalangan dana untuk mendukung kebutuhan Raisha selama perawatan. Bagi yang ingin memberikan bantuan, uang dapat disalurkan langsung ke rekening suami Raisha:

  • Bank BCA
  • No. Rekening: 2861546588
  • a.n. Ashar Ardianto

Perkembangan Kondisi Raisha

Duta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura menyampaikan bahwa Raisha kini sudah sadar dan dalam kondisi stabil. Meskipun begitu, perawatan intensif masih terus dilakukan karena cedera yang dialaminya cukup berat.

“Korban yang tertabrak mobil dalam kecelakaan di Chinatown telah kembali sadar dan saat ini berada dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif,” kata KBRI Singapura. Ia mengalami cedera dalam hingga patah tulang akibat benturan keras saat kejadian terjadi.

Tragedi Kehilangan Putri yang Masih Muda

Di balik kabar baik tentang kesadaran Raisha, tragedi lain yang sangat menyayat hati adalah kematian putrinya, Sheyna. Anak perempuan berusia enam tahun itu dinyatakan meninggal dunia pada hari kejadian. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah cedera berat pada kepala dan otak.

“Anak perempuan berusia enam tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada pukul 12.44 siang pada 6 Februari, dengan penyebab kematian berdasarkan autopsi rumah sakit adalah cedera kranio-serebral,” demikian keterangan resmi KBRI.

Jenazah Sheyna kini telah dimakamkan di Indonesia, mengakhiri bab tragis yang menyisakan luka mendalam bagi keluarga.

Pendampingan dari KBRI Singapura

Sejak kejadian, KBRI Singapura telah hadir mendampingi keluarga korban. Perwakilan kedutaan bahkan langsung bertemu dengan keluarga pada hari kejadian. Pendampingan KBRI tidak berhenti di situ, karena mereka terus memastikan keluarga dalam masa-masa paling berat.

“KBRI secara berkelanjutan mendampingi keluarga sejak hari kejadian, termasuk sepanjang 7 Februari 2026, serta memfasilitasi pengurusan administrasi terkait penanganan jenazah dan pemulangan anak yang meninggal dunia,” lanjut pernyataan tersebut.

Rencana Evakuasi Medis Masih Ditunda

Meski keluarga ingin membawa Raisha pulang ke Indonesia untuk melanjutkan perawatan, kondisi kesehatannya belum memungkinkan. KBRI terus memantau kondisi medis sang ibu sambil berkoordinasi dengan pihak Singapore General Hospital (SGH).

“Para dokter yang menangani menyarankan bahwa kondisi medisnya saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan evakuasi,” tambahnya.

Proses Hukum Terus Dipantau

Di sisi lain, aspek hukum dari kecelakaan ini juga menjadi perhatian serius. KBRI Singapura menjalin koordinasi erat dengan Kepolisian Singapura untuk memantau perkembangan penyelidikan terhadap pengemudi kendaraan yang terlibat.

“KBRI berada dalam koordinasi yang erat dengan Kepolisian Singapura untuk memantau perkembangan penyelidikan hukum terhadap pengemudi kendaraan,” jelas pihak kedutaan.

Wakil kepala perwakilan KBRI bersama staf juga kembali menemui keluarga korban pada Senin untuk menyampaikan belasungkawa resmi serta membahas bantuan lanjutan. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa secara resmi dan mengoordinasikan bantuan lebih lanjut, termasuk kemungkinan fasilitasi dukungan hukum apabila dibutuhkan oleh keluarga.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *