"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Mengenal Pongky Majaya, Pendiri Smart Air yang Berduka atas Gugurnya Dua Kru di Papua

Peristiwa Penembakan Pesawat Smart Air di Papua

Pada Rabu (11/2/2026), pesawat milik maskapai Smart Air menjadi sasaran aksi penembakan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di wilayah Papua. Kejadian ini menewaskan dua anggota kru pesawat, yaitu Capt Egon Irawan dan Co-pilot Baskoro. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya terhadap perusahaan penerbangan tersebut.

Smart Air adalah salah satu maskapai penerbangan yang beroperasi di bawah PT Smart Cakrawala Aviation, yang didirikan oleh Pongky Majaya pada tahun 2016. Perusahaan ini memiliki armada yang cukup besar, termasuk 16 unit caravan, 3 unit pilatus, 3 unit cessna 172, dan 1 unit helikopter H130. Fokus utama operasionalnya adalah melayani wilayah Papua dan Kalimantan.

Sejarah Pendirian dan Pengembangan PT Smart Cakrawala Aviation

Pongky Majaya, pendiri PT Smart Cakrawala Aviation, awalnya dikenal sebagai pengusaha di bidang pertukaran mata uang asing melalui perusahaan PT Dinamis Citra Swakarsa (SMARTdeal). Bisnis ini dimulai sejak tahun 1998 dan menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis penerbangan. Meskipun awalnya bermimpi menjadi seorang pilot, ia akhirnya memilih untuk menjadi pemimpin perusahaan penerbangan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah-daerah Indonesia, khususnya wilayah Timur.

Pada 2016, Pongky mendirikan Smart Air dengan tujuan untuk menyediakan layanan transportasi udara di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Pada Agustus 2018, perusahaan berhasil meraih sertifikat AOC 135 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sertifikat ini memberi wewenang kepada perusahaan untuk melakukan angkutan udara komersial seperti charter, charter non-berjadwal, atau commuter.

Awalnya, Smart Air hanya mengoperasikan tiga unit pesawat jenis caravan untuk layanan foto udara. Namun, seiring waktu, perusahaan mulai memperluas armadanya hingga mencapai jumlah yang signifikan saat ini.

Layanan dan Kepemilikan Armada

Selain menyediakan layanan pengangkutan penumpang, Smart Air juga menawarkan layanan modifikasi cuaca. Fokus utama operasionalnya tetap berada di wilayah Papua dan Kalimantan. Pongky Majaya percaya bahwa penerbangan merupakan pintu masuk untuk mengembangkan pariwisata di daerah-daerah yang masih terpencil.

Pada ajang Singapore Airshow 2024, Pongky Majaya melakukan pembelian besar-besaran pesawat baru dari Textron Inc. Ia menghabiskan dana sekitar Rp400 miliar secara tunai untuk membeli empat unit Cessna Caravan C208EX dan satu unit Sky Courier C408. Langkah ini membuktikan kondisi keuangan perusahaan yang stabil meskipun beroperasi di sektor penerbangan perintis yang berisiko tinggi.

Kronologi Penembakan di Papua Selatan

Kepala Polres Boven Digoel, Ajun Komisaris Besar Wisnu Perdana Putra, menjelaskan kronologi kejadian penembakan. Pesawat Smart Air yang dipiloti Egon Irawan lepas landas dari Tanah Merah, ibukota Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Rencananya, pesawat akan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Korowai Batu.

Perjalanan berjalan lancar hingga pesawat tiba di tujuan pada pukul 11.00 WIT. Setelah mendarat, pesawat langsung dihujani tembakan orang tak dikenal. Awak pesawat dan para penumpang turun dan berusaha menyelamatkan diri dengan lari ke arah hutan. Namun, para pelaku mengejar mereka.

Pada pukul 13.00 WIT, pilot dan co-pilot ditemukan tewas. Mereka dikejar oleh pelaku, kemudian dibawa kembali dari dalam hutan ke lapangan terbang dan dieksekusi di sana. Wisnu memastikan seluruh penumpang selamat. Pesawat masih berada di landasan pacu Lapter Korowai Batu.

Berikut identitas korban selamat:
* Yance Bemanop

Limu Gurik

Yanduk Kogoya

Turis Magai

Emira Wonda

Anak Kimis

Dualima Kogoya

Imantinus Kahipka

Irvan Kahipka

Samuel Jitmau

Pania Mialka

Topius Kogoya

Tialongga Kogoya

Tidak Pertama Kali Terjadi

Penembakan terhadap pesawat Smart Air bukanlah kejadian pertama. Pada 18 Juli 2023, pesawat Smart Air ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Saat itu, pesawat sedang mengangkut personel Satgas Damai Cartenz dan akan mendarat di Lapangan Terbang Homeyo.

Kejadian serupa kembali terjadi pada 8 Juli 2024, ketika pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNH ditembaki KKB di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Pesawat terbang dari Kabupaten Nabire dan hendak mendarat di Lapangan Terbang Sinak. Saat hendak mendarat, pesawat diberondong hingga mengenai baling-baling. Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Bayu Suseno memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pesawat tetap mendarat dan menurunkan penumpangnya di Sinak.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *