"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Dedi Mulyadi Angkat Guru Ngaji di Bandung yang Viral Puasa Karena Tak Punya Uang Jadi Pegawai

Klarifikasi Kisah Viral Ustaz Deni Firmansyah

Sebuah kisah viral yang menarik perhatian publik akhir-akhir ini adalah kisah Ustaz Deni Firmansyah, seorang guru ngaji asal Ciparay yang mengajar tanpa pamrih. Video yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa ia terusir dan kelaparan karena kesulitan ekonomi. Namun, Ustaz Deni memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.

Dalam video tersebut, diceritakan bahwa Ustaz Deni sempat puasa karena tidak memiliki uang untuk membeli beras atau makanan. Ia juga disebut terancam terusir dari rumah kontrakannya karena menunggak biaya sewa. Meski begitu, Ustaz Deni meluruskan bahwa kondisi tersebut hanya terjadi pada hari itu saja. Ia menjelaskan bahwa saat itu ia benar-benar belum makan karena tidak memiliki uang, tetapi hal itu tidak terjadi secara rutin.

Latar Belakang Kesulitan Ekonomi

Sebelum menjadi guru ngaji, Ustaz Deni pernah memiliki usaha makanan ringan bersama orang lain. Sayangnya, bisnis tersebut bangkrut dan meninggalkan utang puluhan juta rupiah. Akibatnya, ia hidup dalam keterbatasan dan tinggal di rumah kontrakan. Meskipun demikian, ia tetap konsisten mengajar puluhan muridnya secara gratis.

Ustaz Deni juga menjelaskan bahwa para murid atau orang tua muridnya sering memberikan uang infak. Bahkan, tetangganya pun cukup baik dalam membantunya. Namun, ia tetap berkomitmen untuk menjaga program mengajinya sebagai layanan gratis.

Apresiasi dari Gubernur Jawa Barat

Kisah pilu Ustaz Deni menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia memberikan penghargaan atas dedikasi Ustaz Deni yang tetap konsisten mengajar meski dalam kondisi sulit. Dedi Mulyadi juga memberikan solusi untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga Ustaz Deni.

Salah satu solusi yang diberikan adalah dengan mengangkat Ustaz Deni menjadi pegawai di Gedung Sate, Kota Bandung. Dedi Mulyadi menyatakan bahwa Ustaz Deni akan bekerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate mulai 1 Maret 2026. Ia juga akan mendapatkan gaji setiap bulannya.

Pengangkatan sebagai Pegawai

Dedi Mulyadi menanyakan kesediaan Ustaz Deni untuk menerima tawaran tersebut. Dengan wajah semringah, Ustaz Deni langsung menyatakan persetujuannya. Dedi berharap pekerjaan ini dapat membantu kondisi ekonomi Ustaz Deni agar segera pulih.

Ia juga meminta Ustaz Deni untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan profesional. “Nanti kan bantu-bantu pekerjaan di Gedung Sate ya. Bergaji tiap bulan. (Harus) Jujur dan kerjanya profesional,” tegas Dedi Mulyadi.

Kejadian yang Menyentuh Hati

Video kisah pilu Ustaz Deni pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @abi_fatimah_fahira. Narasi video tersebut menyebutkan bahwa guru ngaji itu terusir dan menahan lapar. Meski begitu, Ustaz Deni tetap konsisten mengajar tanpa pamrih.

Kisah ini mencerminkan betapa besar dedikasi dan kebaikan hati seorang guru ngaji yang tak hanya mengajar, tetapi juga memberi contoh ketulusan dan kesabaran. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan Ustaz Deni bisa lebih tenang dalam menjalani kehidupannya.

Tindak Lanjut dan Harapan

Selain diangkat menjadi pegawai, Dedi Mulyadi juga memberikan hadiah umrah kepada Ustaz Deni. Ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan kebaikannya selama ini.

Dengan posisi baru sebagai pegawai Gedung Sate, Ustaz Deni diharapkan bisa lebih stabil secara finansial. Selain itu, ia juga bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan menjaga profesionalisme dalam bekerja.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *