"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kunjungan Wisatawan India ke Bali Kembali Normal, Wamenpar Bantah Isu Nipah Pengaruhi Kunjungan

Virus Nipah dan Kewaspadaan di Bali

Virus Nipah kini menjadi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand. Di Indonesia, hingga saat ini belum ditemukan kasus pasien terpapar virus tersebut. Namun, pihak terkait tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebarannya.

Di tengah isu wabah virus Nipah di India, Kementerian Pariwisata memastikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal India ke Bali masih normal. Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) asal India menduduki peringkat ketiga penyumbang turis asing terbanyak ke Bali pada tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat jumlah turis India yang berkunjung ke Bali sepanjang Januari-November 2025, yakni 511.916 orang. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh turis Australia, dengan jumlah mencapai 1.476.262 orang. Data ini menunjukkan tren pertumbuhan positif akibat rute langsung Mumbai-Denpasar.

Berdasarkan data Bandara Internasional Ngurah Rai hingga September 2025, tercatat 438.646 warga India berkunjung ke Bali. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa Ermawati mengatakan bahwa pihaknya belum menerima adanya laporan turis asal India yang membatalkan perjalanan ke Bali karena penyakit menular berbahaya itu. “Belum sih (berdampak pada kunjungan wisata), belum ada cancellation (pembatalan perjalanan ke Bali),” kata dia usai menghadiri acara Bali Ocean Days 2026 Conference & Showcase di Jimbaran, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (30/1).

Puspa menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait upaya pencegahan virus Nipah masuk ke Indonesia. Ia menyampaikan bahwa langkah-langkah pencegahan telah dilakukan oleh Kemenkes, termasuk pemeriksaan suhu badan dan lain sebagainya di pintu-pintu masuk. “Jadi itu ranahnya di Kemenkes. Nanti kami akan koordinasi dengan Kemenkes bagaimana nih, apakah ini sudah tingkatnya seperti apa? Kalau dari Kemenkes sudah mengeluarkan warning tertentu kepada kami, nanti kita ambil langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.

HaL senada dikatakan Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adyana. Ia juga membenarkan bahwa belum ada laporan terkait turis India yang membatalkan perjalanannya ke Bali akibat virus Nipah. “Belum ada real cancellation dari agen (perjalanan wisata) kita. Jadi wisatawan (di India) tiba-tiba sakit itu enggak ada. Masih normal,” kata dia.

Deteksi Dini dan Pengawasan Ketat

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar melakukan deteksi dini dengan pemasangan thermal scanner. Kepala BBKK Denpasar, Heri Saputra, mengungkapkan bahwa pemasangan thermal scanner dilakukan sebab gejala awal virus Nipah seperti demam tinggi dengan suhu 37,5 derajat celsius atau 38 derajat celcius. “Kita sudah pasang tiga thermal scanner. Ada di Bandara Internasional dua dan di domestik satu,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).

Pemasangan tiga thermal scanner dilakukan sejak antisipasi wabah Super Flu beberapa waktu lalu di Bali. Dengan adanya virus Nipah ini, kewaspadaan ditingkatkan. Selain memasang thermal scanner, BBKK juga melihat secara fisik penumpang-penumpang yang datang apakah terlihat sakit atau tidak. Jika ditemukan penumpang dalam keadaan suspect dengan gejala demam maka penumpang akan dilakukan treatment dan pemeriksaan terlebih dulu. “Kalau misalnya nanti ada gejala kritis akan kita rujuk ke RSUP Prof Ngurah jadi seperti itu, dan akan diperiksa apakah dia suspek-nya itu benar-benar Nipah atau karena sakit biasa,” kata dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Surabaya. Jika ditemukan pasien sudah bergejala virus Nipah namun tidak sakit maka akan dilakukan karantina selama 21 hari dan untuk yang sudah bergejala maka akan diisolasi di rumah sakit. Sementara rujukan terdekat untuk penumpang teridentifikasi virus Nipah akan ditempatkan di RSUP Prof Ngoerah.

Kewaspadaan di Wilayah Badung

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menekankan kewaspadaan terhadap isu virus Nipah. Apalagi virus tersebut hidup di air liur kelelawar dan bisa ditularkan ke hewan lainnya hingga manusia. Kemunculan virus itu pun sangat berdampak nantinya pada dunia pariwisata. Kendati demikian Pemkab Badung mengimbau agar masyarakat tetap membudayakan pola hidup bersih dan sehat.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat ditemui Jumat (30/1) mengatakan, jika masyarakat saat ini tidak cukup hanya mendengar imbauan pemerintah. Bahkan meminta bersama-sama mawas diri dengan adanya kemunculan virus baru tersebut. Meski virus belum masuk Indonesia termasuk Bali, namun pihaknya meminta agar instansi terkait yang berjaga pada pintu-pintu masuk Bali untuk lebih selektif dan menekankan kewaspadaan kepada wisatawan.

Diakui dengan pengalaman covid-19, pihaknya mengharapkan pemerintah dan masyarakat bisa siap mengambil sikap jika adanya virus tersebut. Kendati demikian pihaknya sangat berharap agar virus itu tidak sampai masuk Indonesia khususnya Bali dan Badung. Seperti diketahui Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar juga meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang terbang dari India ke Bali untuk mencegah penularan virus Nipah. Hal ini dilakukan setelah India melaporkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Nipah.

Meski belum ditemukan virus Nipah di Bali, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali juga melarang keras kepada masyarakat makan buah bekas gigitan kelelawar. Mengingat virus ini berasal dari kelalawar sebagai inangnya. Sebab, kebiasaan warga adalah suka mengkonfirmasi buah bekas gigitan kelalawar karena dianggap matang natural dan enak.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *