Gubernur Jatim Tegaskan Komitmen dalam Menjaga Investasi Jepang
Jawa Timur terbukti menjadi pusat investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang yang terbesar keempat di tingkat nasional. Sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang telah beroperasi di wilayah ini, dengan total nilai investasi mencapai lebih dari USD 5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Jepang menjadi salah satu negara mitra strategis dalam membangun perekonomian Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga iklim investasi yang kondusif dan memastikan pertumbuhan PMA Jepang yang berkualitas serta berkelanjutan. Ia mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan utama investasi.
Investasi Jepang di Jawa Timur umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakteristik ini menjadikan PMA Jepang sebagai tulang punggung penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman. Selain itu, investasi tersebut juga berhasil menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal.
Langkah Pemprov Jatim dalam Mendukung Investasi
Untuk mendukung investasi yang masuk, Pemprov Jatim melakukan reformasi perizinan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS). Selain itu, pemerintah juga menjamin keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK-Mobile Investment Clinic.
Dengan strategi dan upaya tersebut, Pemprov Jatim memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Realisasi investasi Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan Jawa Timur dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen (quarter to quarter) dan 11,4 persen (year on year).
Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat tantangan di lapangan. Untuk itu, ia mengajak Konsulat Jepang dan pimpinan perusahaan Jepang di Jawa Timur guna membangun komunikasi yang intensif dan berkelanjutan.
Sektor Unggulan yang Potensial untuk Investor Jepang
Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan sektor-sektor unggulan yang berpotensi besar bagi investor Jepang. Beberapa sektor yang akan dikembangkan antara lain manufaktur dan otomotif, elektronik dan industri berbasis teknologi, petrokimia dan industri hilir, makanan dan minuman serta agroindustri, energi dan industri hijau, serta infrastruktur dan kawasan industri.
Khofifah berharap peluang-peluang tersebut bisa tercapai untuk terciptanya komunikasi intensif dan kerja sama konkret yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menjadi mitra strategis dan fasilitator bagi setiap rencana investasi yang saling menguntungkan.
Apresiasi dari Konsul Jenderal Jepang
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Konsulat Jepang di berbagai bidang, khususnya dalam sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi. Ia mengatakan bahwa keberhasilan bisa dicapai karena dukungan Pemprov Jatim.
Dr. Takonai Susumu juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat intensitas pertemuan dan dialog, terutama dalam membahas tantangan investasi seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum antara Jepang dan Jawa Timur. Ia menyatakan siap dengan ajakan Gubernur Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran usaha bagi kedua pihak.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











