Jepang Menjadi Penyumbang Investasi Terbesar Keempat di Jawa Timur
Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam hal investasi asing. Salah satu negara yang memberikan kontribusi besar adalah Jepang, yang kini menjadi penyumbang investasi terbesar keempat di wilayah ini. Hingga saat ini, sebanyak 212 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari USD 5 miliar.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan investor Jepang yang konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan utama investasi. Dalam acara East Java Investment Government-Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel dan Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, pada Sabtu (31/1/2026), ia mengungkapkan bahwa komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan PMA Jepang tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Investasi dari Jepang umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakteristik ini menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu tulang punggung penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya di sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman. Selain itu, investasi tersebut juga dikenal mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal.
Komitmen Pemprov Jatim dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor Jepang
Khofifah menjelaskan bahwa tingginya kepercayaan investor Jepang tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari tahap pra-investasi hingga operasional. Reformasi perizinan terus dilakukan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS).
Selain itu, Pemprov Jatim juga menjamin keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK-Mobile Investment Clinic. Dengan strategi dan upaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Realisasi investasi Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai Rp 147,7 triliun, menempatkan Jawa Timur dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen (quarter to quarter) dan 11,4 persen (year on year). Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.
Untuk itu, ia mengajak Konsulat Jepang dan pimpinan perusahaan Jepang di Jawa Timur guna membangun komunikasi yang intensif dan berkelanjutan. Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan sektor-sektor unggulan yang berpotensi besar bagi investor Jepang, antara lain manufaktur dan otomotif, elektronik dan industri berbasis teknologi, petrokimia dan industri hilir, makanan dan minuman serta agroindustri, energi dan industri hijau, serta infrastruktur dan kawasan industri.
Kolaborasi dengan Konsulat Jepang untuk Meningkatkan Investasi
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Konsulat Jepang di berbagai bidang, khususnya dalam sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi. Ia menilai bahwa keberhasilan bisa dicapai karena dukungan Pemprov Jatim.
Dr Takonai Susumu juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat intensitas pertemuan dan dialog, terutama dalam membahas tantangan investasi seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum antara Jepang dan Jawa Timur. Ia menyatakan siap dengan ajakan ibu gubernur Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran usaha bagi kedua pihak.
Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen yang kuat, Pemprov Jatim siap menjadi mitra strategis dan fasilitator bagi setiap rencana investasi yang saling menguntungkan.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











