"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

8 lokasi syuting Can This Love Be Translated?, cocok jadi destinasi liburan

Pengalaman Wisata dengan Lokasi Syuting Drama Korea Romantis Can This Love Be Translated?

Bagi kamu yang merupakan penggemar drama Korea romantis, pasti tidak ingin ketinggalan dengan drakor baru Can This Love Be Translated?. Rilis perdana pada 16 Januari 2026, drama ini membawa chemistry kuat antara Go Yoon Jung yang bertugas sebagai penerjemah bahasa dan Kim Seon Ho, seorang bintang papan atas. Selain punya alur cerita yang menarik, drama tersebut juga didukung dengan lokasi syutingnya yang beragam di berbagai negara. Nah, buat kamu yang ingin berlibur dengan referensi lokasi syuting Can This Love Be Translated?, simak di bawah ini, ya!

1. Heritage Park Historical Village di Calgary, Kanada



Lokasi syuting Can This Love Be Translated? yang pertama berada di Heritage Park Historical Village, Kanada. Berlokasi di tepi Waduk Glenmore, Heritage Park Historical Village merupakan museum sejarah hidup terbesar di Kanada dengan luas sekitar 127 hektare. Tempat ini menampilkan rekonstruksi kehidupan Kanada Barat dari era 1860-an sampai 1950-an.

Jika berkunjung ke tempat tersebut, kamu bisa merasakan berbagai pengalaman unik. Mulai dari menaiki kereta uap asli, berlayar dengan replika kapal roda kayuh S.S. Moyie, berkunjung ke Gasoline Alley Museum dengan koleksi kendaraan antik, hingga menikmati Antique Midway.

2. Lake Louise di Alberta, Kanada



Lake Louise menjadi lokasi syuting Can This Love Be Translated? berikutnya. Danau glasial berwarna toska ini berada di Taman Nasional Banff, Alberta. Dinamai Lake Louise, konon terinspirasi dari Putri Louise, Duchess of Argyll. Di sekeliling danau, terdapat deretan pegunungan tinggi di ketinggian sekitar 1.600 mdpl sehingga udaranya cukup sejuk.

Selain menikmati panorama alam yang memukau, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas lain yang menarik. Misalnya, mendaki dan berkano di musim panas. Lalu bermain ski, naik kereta luncur, atau berkuda saat musim dingin.

3. Banff Town di Alberta, Kanada



Masih di kawasan Alberta, Can This Love Be Translated? juga mengambil gambar di Banff Town. Banff Town merupakan pusat aktivitas sekaligus kota tertinggi di Kanada dengan ketinggian 1.383 mdpl. Kota resor ini menawarkan perpaduan kehidupan modern dengan panorama alam Pegunungan Rocky yang indah di jalur Trans-Kanada.

Sejumlah destinasi populer di sini antara lain Banff Avenue dan Bear Street, Banff Gondola di Gunung Sulphur, Upper Hot Springs, Bow Falls, hingga Fairmont Banff Springs Hotel. Lokasinya sekitar 130 km dari Bandara Internasional Calgary.

4. Civita di Bagnoregio, Italia



Pada episode pertama, tampak Cha Mu Hee dan Hiro Kurosawa sedang melakukan syuting di sebuah benteng pada dataran tinggi. Adegan tersebut mengambil lokasi di Civita di Bagnoregio. Desa kecil di puncak bukit Italia Tengah yang hanya bisa diakses melalui jembatan khusus pejalan kaki.

Di sana kamu bisa menemukan desa kuno dengan rumah-rumah bebatuan, jalan sempit, dan panorama alam yang indah. Tempat tersebut cocok kamu kunjungi saat pagi atau sore hari di musim semi dan gugur.

5. Piazza del Campo di Tuscany, Italia



Piazza del Campo dikenal sebagai ruang publik utama di pusat bersejarah Siena, Tuscany, Italia. Penamaannya sendiri berasal dari kata campanilisimo yang berarti kebanggaan lokal dan campanile bermakna menara lonceng. Saat musim panas tiba, Piazza del Campo akan diubah menjadi arena balapan kuda Palio.

Selain menjadi arena balap, alun-alun kota tersebut menjadi jantung aktivitas masyarakat. Masyarakat sering menggunakannya untuk berkumpul dan merayakan berbagai momen penting. Selain itu, deretan kafe, restoran, dan toko kecil di sekitarnya menambah suasana ramai tempat tersebut.

6. Piazza IV Novembre di Perugia, Italia



Selain di Tuscany, Cha Mu Hee dan Joo Ho Jin juga mengunjungi Piazza IV Novembre di Perugia, Umbria, Italia. Alun-alun ini punya bentuk asimetris dengan lima jalan bercabang yang membentuk kota abad pertengahan. Dulunya, area tersebut memiliki forum kuno dengan monumen-monumen yang berkaitan dengan perencanaan kota Etruska-Romawi.

Di tengah alun-alun juga terdapat Air Mancur Maggiore yang dibangun antara tahun 1275-1277. Piazza IV Novembre dikelilingi pula dengan bangunan bersejarah seperti Palazzo dei Priori dan Katedral Perugia.

7. Baths of Caracalla



Baths of Caracalla turut masuk dalam lokasi syuting utama di Roma. Pemandian ini dibangun sekitar tahun 212 Masehi dan 217 Masehi. Kompleks bangunannya juga cukup luas dengan beberapa fasilitas lain, seperti perpustakaan, stadion, dan taman.

Reruntuhan megah dari Baths of Caracalla menambah aspek sejarah pada drama Can This Love Be Translated?. Kini, Baths of Caracalla menjadi situs arkeologi dan objek wisata turis. Destinasi wisata tersebut juga digunakan untuk latar pertunjukan opera maupun acara budaya lainnya.

8. Kamakura, Jepang



Syuting Can This Love Be Translated? di Kamakura mengambil beberapa adegan, khususnya pada Stasiun Gokuraji hingga sepanjang Enoden Railway Crossing. Peron kecil, lingkungan yang hijau, dan detail kayu di stasiun mampu menciptakan suasana hangat untuk adegan romantis drama tersebut.

Perlu kamu tahu, Kamakura sebenarnya merupakan kota pesisir bersejarah di dekat Tokyo. Wilayah tersebut terkenal dengan kuil Buddha Zen, kuil Shinto, jejak sejarah samurai, serta deretan pantainya yang menakjubkan.

Itu dia beberapa lokasi syuting Can This Love Be Translated?, mulai dari Kanada hingga Jepang. Tertarik berkunjung ke tempat-tempat tadi, Bela?

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *