"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

2 Penyebab Utama RSIA Kasih Ibu Manado Tutup, 72 Staf Dirumahkan

Penutupan RSIA Kasih Ibu Manado: Dampak pada Kesehatan dan Pekerja

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kasih Ibu Manado, yang telah menjadi rujukan utama layanan kesehatan ibu dan anak selama 17 tahun, secara resmi mengumumkan penutupan operasionalnya mulai Januari 2026. Penutupan ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan masyarakat, terutama bagi para pengguna layanan kesehatan serta 72 staf dan tenaga medis yang terpaksa dirumahkan.

Alasan Penutupan RSIA Kasih Ibu Manado

Penutupan RSIA Kasih Ibu Manado disebabkan oleh berbagai kendala administrasi dan persyaratan yang dinilai tidak terpenuhi, terutama dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Menurut informasi dari staf RSIA Kasih Ibu Manado, pihak BPJS Kesehatan meminta sejumlah persyaratan tambahan agar kerja sama dapat dilanjutkan. Namun, proses ini dinilai terlalu rumit dan tidak dapat dipenuhi dalam waktu singkat.

“Kita sudah lengkapi satu persyaratan, diminta persyaratan lain, jadi sangat ribet,” ujar salah satu staf RSIA Kasih Ibu Manado. Akibatnya, manajemen memutuskan untuk menutup layanan rumah sakit tersebut. Hal ini juga memengaruhi nasib para staf dan tenaga medis yang selama ini mengabdi di sana.

Dampak pada Masyarakat dan Tenaga Medis

Penutupan RSIA Kasih Ibu Manado menjadi pukulan telak bagi dunia kesehatan di Kota Manado. Selama 17 tahun, rumah sakit ini telah memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, terutama dalam bidang perawatan ibu dan anak. Kini, banyak masyarakat yang harus mencari alternatif layanan kesehatan baru.

Menurut informasi yang diperoleh, sejumlah pasien masih datang ke rumah sakit tersebut karena belum mengetahui bahwa layanan telah ditutup. “Ada yang datang mau melahirkan, tapi sudah tutup gimana lagi,” ungkap staf rumah sakit tersebut.

Selain itu, 72 staf dan tenaga medis yang bekerja di RSIA Kasih Ibu Manado harus kehilangan pekerjaan. Mereka dirumahkan pada awal bulan Januari 2026. Meskipun demikian, pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf atas penutupan ini.

Pelanggaran Standar Pelayanan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara mengungkapkan bahwa RSIA Kasih Ibu Manado belum memenuhi sejumlah standar pelayanan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Dinkes Sulut menemukan beberapa pelanggaran, antara lain:

  • Tidak tersedianya ruang ICU: RSIA Kasih Ibu Manado hanya memiliki High Care Unit (HCU), sedangkan keberadaan ICU menjadi syarat utama standar rumah sakit.
  • Standar KRIS yang tidak sesuai: Untuk standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), satu ruangan hanya boleh diisi maksimal empat tempat tidur. Namun kondisi di RSIA Kasih Ibu Manado belum memenuhi ketentuan tersebut.
  • Ketersediaan tenaga medis: Dokter-dokter yang bekerja di RSIA Kasih Ibu Manado sebagian besar masih berstatus part time.

Dinkes Sulut telah memberi peringatan kepada pihak manajemen rumah sakit agar segera memenuhi standar-standar tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan.

Profil RSIA Kasih Ibu Manado

RSIA Kasih Ibu Manado adalah rumah sakit khusus ibu dan anak yang berlokasi di Jalan Wolter Mongisidi No.1, Kompleks Bahu Mall Blok C.23, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Rumah sakit ini memiliki luas tanah 1.310 m² dan luas bangunan 1.363 m². RSIA Kasih Ibu Manado terakreditasi sejak 6 Desember 2018 dan dipimpin oleh Direktur Dr. F. J. O. Pelealu, MPH.

Data Tempat Tidur

Berikut data jumlah tempat tidur di RSIA Kasih Ibu Manado:

  • VVIP/ Super VIP: 2
  • VIP: 4
  • Kelas I: 16
  • Kelas II: 6
  • Kelas III: 12
  • ICU Tanpa Ventilator: 3
  • NICU Tanpa Ventilator: 1
  • PICU Tanpa Ventilator: 1
  • Isolasi: 5
  • ICU Tekanan Negatif dengan Ventilator: 0
  • ICU Tekanan Negatif tanpa Ventilator: 0
  • ICU Tanpa Tekanan Negatif Dengan Ventilator: 0
  • ICU Tanpa Tekanan Negatif Tanpa Ventilator: 0
  • Isolasi Tekanan Negatif: 0
  • Isolasi Tanpa Tekanan Negatif: 0
  • NICU Khusus Covid: 0
  • PICU Khusus Covid: 0
  • IGD Khusus Covid: 0
  • VK (TT Observasi di R Bersalin) Khusus Covid: 0
  • Intermediate Ward (IGD): 3




Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *