Kupon ORI029: Kesempatan Investasi yang Menguntungkan bagi Investor Ritel
Setelah lama dinantikan oleh para investor ritel, teka-teki mengenai besaran kupon untuk seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama tahun ini akhirnya terjawab. Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu resmi mengumumkan kupon untuk ORI029.
Sebagai instrumen SBN ritel pembuka, kupon yang ditawarkan cukup menarik. Untuk tenor 3 tahun (ORI029T3), pemerintah menetapkan kupon sebesar 5,45 persen per tahun, sedangkan untuk tenor 6 tahun (ORI029T6), kupon mencapai 5,80 persen per tahun. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pendahulunya, ORI028, yang diterbitkan di akhir 2025.
Perbedaan Antara Tenor 3 Tahun dan 6 Tahun
Salah satu hal menarik dari ORI029 adalah selisih atau spread antara tenor 3 tahun dan 6 tahun mencapai 35 basis poin (bsp). Ini jauh lebih lebar dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya yang biasanya hanya memiliki selisih antara 10 hingga 30 bsp. Dengan demikian, pemerintah tampaknya sedang “merayu” investor agar lebih mempertimbangkan tenor panjang. Bagi investor, ini menjadi peluang untuk mengunci imbal hasil yang lebih maksimal.
Konteks BI-Rate dan Bunga LPS
Dalam konteks suku bunga acuan, BI-Rate saat ini berada pada level 4,75 persen. Dengan demikian, ORI029 menawarkan selisih positif yang sangat besar, antara 70 hingga 105 bsp di atas suku bunga acuan. Angka ini terasa semakin menarik jika dibandingkan dengan bunga deposito. Per 22 Januari 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) masih mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) di angka 3,50 persen.
Dengan tren BI-Rate yang diprediksi akan terus melandai, bunga deposito bank-bank besar kemungkinan akan turun signifikan. Di sinilah keunggulan ORI029 terlihat, karena menawarkan imbal hasil yang nyaris dua kali lipat dari bunga penjaminan LPS. Selain itu, beban pajak final hanya 10 persen, jauh lebih rendah dari pajak deposito yang mencapai 20 persen.
Kepastian Imbal Hasil dalam Siklus Penurunan Suku Bunga
Di tengah kondisi pasar yang mulai memasuki siklus penurunan suku bunga, keunggulan utama ORI029 adalah kupon yang bersifat fixed rate alias tetap. Memiliki aset yang bisa memberikan imbal hasil stabil hingga jatuh tempo menjadi strategi bertahan sekaligus menyerang yang brilian.
Ini sangat baik bagi investor yang ingin mengoptimalkan prinsip compounding, karena bunga yang dihasilkan akan terus bekerja secara konsisten tanpa terpengaruh fluktuasi pasar. Meskipun begitu, ORI029 tetap memberikan ruang gerak bagi investor yang dinamis karena sifatnya yang tradeable atau bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
Keamanan dan Akses yang Mudah
Keamanannya tidak diragukan lagi karena dijamin langsung oleh dua Undang-Undang sekaligus, yakni UU nomor 24 tahun 2002 tentang SBN dan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, pembayaran pokok dan bunganya hingga jatuh tempo terjamin, tepat waktu dan tepat jumlah.
Akses untuk ikut serta dalam investasi ini juga sangat mudah. Cukup dengan modal Rp1 juta saja, setiap Warga Negara Indonesia sudah bisa ikut serta melalui platform e-SBN yang beroperasi 24/7. Salah satu cara praktis adalah melalui mitra distribusi seperti Bibit.id.
Proses Digital dan Tanpa Biaya Tambahan
Prosesnya sepenuhnya digital, tanpa warkat, sehingga bisa dilakukan sambil menyeruput kopi di mana saja. Pengalaman menggunakan Bibit sejauh ini cukup menyenangkan karena tidak ada biaya tambahan seperti custodian fee, bahkan seringkali ada bonus cashback yang lumayan untuk menambah modal investasi.
Dengan segala keunggulan ini, mulai dari pajak yang rendah, jaminan negara, hingga kupon yang kompetitif, ORI029 bisa menjadi pilihan paling rasional bagi siapa pun yang ingin mengamankan pendapatan tetap sebelum suku bunga turun lebih dalam lagi. Selain menguntungkan dompet pribadi, ini juga menjadi cara nyata untuk ikut membiayai pembangunan nasional.











