"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Opini  

Belajar Cerdas, Bangkitkan Aceh dari Tangan Lain

Kekayaan Alam Aceh yang Melimpah dan Ancaman dari Penguasa

Aceh memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, mencakup berbagai sektor seperti pertambangan (minyak, gas alam, batubara, emas, timah), pertanian (beras, kedelai, buah-buahan, rempah-rempah), perkebunan (kelapa sawit, karet, kopi, pala, nilam), perikanan (laut), kehutanan (Taman Nasional Gunung Leuser), serta potensi energi baru terbarukan seperti panas bumi. Namun, sayangnya, kekayaan ini sering kali diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sementara rakyat Aceh menderita dalam kemiskinan.

Wahai generasi muda Aceh, apakah kalian rela semua hasil alam Aceh ini diambil orang? Apakah kalian rela semua hasil alam Aceh dikuasai dan dikelola orang? Apakah kalian rela semua hasil kekayaan Aceh ini dinikmati orang? Sementara kita miskin bahkan banyak yang kelaparan dan tidak tahu kepada siapa kita mau bilang?

Kalian mau, orang lain mengambil hasil alam Aceh, sementara rakyat Aceh menderita, menderita karena kemiskinan, menderita karena bencana alam akibat keserakahan orang-orang yang tidak menjaga alam, menebang hutan tanpa menanam pengganti, mengambil hasil bumi tanpa peduli dengan kerusakan alam yang terjadi.

Aceh menderita karena rakus dan serakahnya penguasa, menderita karena penguasa tidak peduli hanya selfi-selfi ditempat bencana lalu mereka membuly, bukan peduli. Lihatlah wahai generasi muda Aceh, lihatlah Aceh hari ini. Apakah tidak tergugah hati kalian untuk bangkit, untuk mengubah diri agar kalian bisa memimpin dan mengelola negeri ini, Aceh ini?

Potensi Sumber Daya Alam Aceh yang Melimpah

Ada banyak sumber Daya Alam Aceh ingin dikuasai orang luar, sadari itu wahai generasi muda Aceh:

  • Pertama; Pertambangan meliputi Migas yaitu Minyak bumi dan gas alam (termasuk Lapangan Arun yang legendaris). Mineral yaitu Batubara, emas, perak, bijih besi, tembaga, timah hitam, batu kapur.
  • Kedua; Pertanian meliputi Tanaman Pangan yaitu Beras, jagung, kedelai, ubi. Hortikultura & Rempah: Durian, jengkol, pete, kunyit, kemiri, pala, cengkeh, lada. Perkebunan Kelapa sawit, karet, kopi, nilam.
  • Ketiga, Kehutanan yaitu Hutan tropis yang kaya, termasuk bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat; Perikanan yaitu Potensi perikanan laut yang besar (belum tergarap optimal).
  • Kelima; Peternakan yaitu Sapi, kerbau, kambing, domba, unggas. Untuk data kuantitatif (produksi, luas lahan, dll.), Anda dapat mengakses portal data terbuka pemerintah provinsi/kabupaten di Aceh, seperti Open Data Aceh Tamiang dan Open Data Aceh Singkil.
  • Keenam; Industri yang Berbasis hasil hutan (minyak atsiri), perkebunan (minyak sawit), dan pengolahan tambang. Ketujuh; Pariwisata yaitu Wisata alam, bahari, dan sejarah memiliki potensi besar. Dan masih banyak lagi kekayaan alam Aceh yang perlu kalian jaga wahai generasi muda Aceh.

Belajar Yang Benar Wahai Generasi Muda Aceh

Dengan ilmu, dunia luar dapat mengetahui bahwa Aceh punya potensi alam yang melimpah. Sehingga Aceh selalu menjadi perhatian dunia dari dulu sampai sekarang. Sementara kalian generasi muda Aceh, penerus Aceh dimasa depan. Lihatlah diri kalian ya sibuk pacaran, sibuk nongkrong di warkop dan kefe siang malam tanpa jelas program atau kegiatan.

Sibuk dengan fashion sampai ngutang sama kawan, sampai mendhalimi orang tua minta uang. Kalian sibuk dengan make up menor yang gak sepadan dengan umur, kayak tante dan ibu-ibu yang sudah berumur padahal kalian masih anak dibawah umur, masih sekolah atau baru masuk kuliah.

Kalian sibuk nongkrong di warkop dan kefe kayak anak jutawan, sibuk main game sampai lupa mempersiapkan masa depan, sibuk dengan gaya yang ingin nampak berkelas, selfi dikafe sana, selfi dikafe sini seolah-olah kalian anak jutawan, anak orang kaya, kenyataan hanya orang biasa yang senin kamis puasa karena dirumah tidak ada makanan, orang tua tidak jelas pekerjaan, tapi kalian sibuk di medsos ingin dilihat dunia bahwa kalian keren, hebat.

Wahai generasi muda Aceh, mana ada yang begitu dikatakan hebat. Itu memalukan. Kalian sibuk dengan gaya, sementara orang luar sibuk belajar untuk bisa mengambil hasil alam Aceh sekarang dan dimasa depan.

Pentingnya Ilmu Bagi Generasi Muda Aceh

Wahai generasi muda Aceh, tanpa ilmu kalian akan ditipu, dan akan menipu, itu perlu kalian tau. Tanpa ilmu kalian tidak takut kepada Tuhan, sehingga kalian akan membuat kedhaliman sepanjang kehidupan. Tanpa ilmu kalian tidak akan mendapat apa-apa wahai generasi muda Aceh.

Tanpa ilmu kalian tidak akan dapat mengolah, menikmati, memanfaatkan hasil alam Aceh untuk kesejahteraan rakyat Aceh apalagi menjaganya. Tanpa ilmu kalian hanya akan membuat kehancuran, tidak akan bisa menjaga Aceh untuk warisan kepada anak cucu. Tanpa ilmu, Aceh akan hancur lebur berjalan waktu, hancur karena minimnya ukhuwah Islamiyah, hancur karena serakah, hancur karena minimnya ilmu sehingga mudah untuk ditipu.

Tanpa ilmu kalian menjadi bodoh dan akan dibodohi. Kita melihat contoh kebodohan dan dibodohi, seperti; ketika orang-orang memilih pemimpin, memilih wakil rakyat, bukan karena kepedulian ia kepada rakyat dan kelayakan karena ilmu, tapi karena baju, karena ancaman dan tekanan, karena uang, karena sembako, karena jabatan yang dijanjikan, karena janji-janji palsu untuk rakyat yang mereka berikan.

Akibatnya kita melihat kerusakan dan kehancuran dalam segala sisi kehidupan, karena amanah sudah hilang. Ukuran kehancuran yang bisa kita lihat adalah rakyat jauh dari agama, rakyat miskin dan krisil moral dimana-mana.


















“Apabila amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu (Arab Badui) bertanya, “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi saw menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” (HR. Al-Bukhari).

Tanpa ilmu, kita akan melihat kerusakan dalam segala sisi kehidupan, kita lihat nasehat Al-Qur’an berikut ini:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum 41)

Tanpa ilmu kalian tidak akan mampu melihat masa depan begitu Nasehat Rasulullah SAW,
“barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

Lihatlah Banjir Bandang Aceh 26 November 2025, itulah bukti kebodohan (tidak punya Ilmu) begitu kata Al-Qur’an. Gunung dikeruk, pohon-pohon ditebang sampai gundul, dan tidak ditanan penggantinya. Akibatnya, gunung-gunung tidak lagi kokoh menopang bumi, longsor dimana-mana. Gunung tidak lagi punya kemampuaan untuk menyimpan air hujan, akhirnya banjir bandang yang mengerikan itu datang. Banjir bandang datang tiba-tiba, menenggelamkan apa yang ada.

Banjir bandang yang deras dan tinggi menenggelamkan rumah dan harta benda penduduk yang ia lewati, lalu dibawa hanyut ke laut tanpa pilah-pilih apa itu punya orang kaya, atau punya orang miskin. Banjir bandang yang datang tiba-tiba pada Hari Rabu Malam jam 23.00 WIB membawa lumpur, kayu-kayu besar dan kecil, membawa batu-batu besar dan pasir menimbun, memghantam dan menghanyutkan perkampungan dan harta juga nyawa rakyat Aceh.

Kita lihat batu dan kayu dengan ukuran kecil sampai yang ukuran raksasa turun dari gunung ke kampung-kampung menimpa rumah penduduk. Kita lihat kayu-kayu dari gunung, yang sudah terpotong dengan ukuran yang sama, rapi dan bernomor seri, menghantam dan menimbun rumah-rumah penduduk beserta pemilliknya sampai hancur lebur. Sebagian besar rumah penduduk lainnya dibawa hanyut ke sungai atau ke laut beserta harta benda dan isi di dalamnya, termasuk pemiliknya. Sangat menyedihkan bencana yang menimpa rakyat Aceh sa’at ini.

Belum lagi Berbulan-bulan hidup dalam keterbatan, terbatas makanan, terbatas BBM, terbatas penerangan, terbatas internet, stres, lelah, depresi bahkan hampir putus asa jika tidak punya iman didalam dada. Belum lagi makian, hinaan, dibully oleh bapak mantri, bahkan ada yang mengatakan Aceh sedang dilaknat begitu kata Ahmad Eko Nuryanto, padahal sesungguhnya Aceh sedang diuji. Diuji kedekatan dengan Rabb, diuji kesabaran, diuji tentang Ridho dengan takdir dari Rabb.

Apakah kita ingin semua itu terulang lagi wahai generasi muda? Tidakkah ini cukup untuk menjadi pelajaran? Belajar yang benar wahai generasi muda Aceh, agar Aceh tidak diambil orang. Belajar tentang agama, tentang syari’at Islam, agar kalian takut pada Tuhan, sehingga akhlak kalian terjaga dalam kehidupan. Kuasai berbagai teori dan pengetahuan umum sebagai bingkai dan dasar dalam berfikir dan berbuat. Kuasai berbagai skiil agar kalian mampu mengurus semua sumberdaya alam di negeri ini. Kuasai bahasa asing dan IT agar kalian menguasai dunia hanya dengan satu jari. KalIan bisa wahai generasi muda Aceh, sejarah sudah pernah menulis bahwa Aceh adalah negeri pahlawan, negeri para dermawan, negeri dengan syari’at Islam.

Sejarah pernah mencatat bahwa Aceh pernah berjaya, berkuasa, dan menjadi pahlawan buat negeri ini. Mari kita bangkit, menuju Aceh mandiri, meski hanya ukhuwah Islamiyah yang kita miliki, meski harta benda sudah habis tertimbun dalam sepinya banjir bandang ditengah malam sunyi. Tapi kita masih punya Allah wahai rakyat Aceh, Allah bersama orang yang terdhalimi, semua do’a akan diijabah sa’at ini. Do’akan yang terbaik untuk diri, keluarga, anak cucu, untuk Aceh, untuk umat Islam diseluruh negeri, untuk Syari’at Islam dan negeri ini.

Biarkan orang dhalim itu urusan dia dan Tuhan mereka sendiri. Mari kita saling peduli, tanpa pilih kasih, tanpa pilih suku ataupun bangsa yang kita miliki, cukup ukhuwah Islamiyah pengikat hati. Wallahu’alam. Moga bermanfaat.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *