"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Opini  

Pandangan: Kekuatan Organisasi di Industri Kendaraan Listrik Indonesia

, JAKARTA — Perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung pada Februari lalu telah usai. Ajang ini menunjukkan semangat dunia otomotif di Tanah Air yang tetap membara. Meskipun pasar masih lesu, animo pengunjung tetap tinggi dengan nilai transaksi yang terus meningkat.

Walaupun kancah otomotif konvensional masih menjadi magnet utama pengunjung, elektrifikasi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, semakin menonjol. Ketertarikan konsumen terhadap kendaraan listrik kian meningkat. Lonjakan minat ini sejalan dengan semakin banyaknya model baru yang dirilis pabrikan otomotif ke pasar domestik.

Menyusul dominasi produsen mobil listrik China, prinsipal dari Jepang juga ingin menyusul posisi China. Selain mengenalkan berbagai model mobil internal combustion engine (ICE), Honda misalnya akan meramaikan pasar otomotif dalam negeri dengan mobil elektrik, mobil berpenggerak hibrida, dan mobil bertenaga listrik murni.

Apakah para pemain di industri otomotif Indonesia, khususnya perusahaan kendaraan listrik, mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi, sosial, dan lingkungan? Tulisan singkat ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan inti, bagaimana meningkatkan ketahanan organisasi perusahaan kendaraan listrik di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan bisnis dan perubahan lingkungan eksternal.

Kewirausahaan Kendaraan Listrik

Para peneliti di Doctor of Research in Management (DRM), Binus Business School baru-baru ini menyisir ratusan publikasi tentang membangun kewirausahaan di industri kendaraan listrik Indonesia. Dari 268 studi yang terbit sepanjang periode 2021—2025, mereka menyaring 61 penelitian paling ketat. Hasilnya dipublikasikan di Frontiers in Sustainability pada 12 Januari 2026.

Berdasarkan analisis terhadap penelitian terkait kewirausahaan kendaraan listrik yang diterbitkan antara kurun waktu tersebut serta diselingi wawancara semi terstruktur dengan 10 pemain industri kendaraan listrik di Indonesia, penelitian ini selanjutnya mengusulkan kerangka teoretis. Model ini terdiri dari tiga variabel independen yang berkontribusi pada ketahanan organisasi: orientasi kewirausahaan di dalam organisasi, ketangkasan kepemimpinan organisasi, dan komitmen organisasi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Model ini juga mencakup dua variabel persepsi, yaitu orientasi kewirausahaan sebagai faktor mediasi dan kebijakan pemerintah sebagai faktor moderasi. Berdasarkan temuan ini, Rainier Haryanto, mahasiswa DRM yang menjadi penulis pertama, memproposisikan:

  1. Orientasi kewirausahaan berdampak positif terhadap ketahanan organisasi dan dimediasi oleh kemampuan inovasi.
  2. Keberlanjutan lingkungan juga berpengaruh positif dengan ketahanan organisasi, dan dimediasi oleh kemampuan inovasi.

Ekosistem Rantai Pasok

Saat ini, sebagian besar kendaraan bermotor bergantung pada bahan bakar fosil, yang secara signifikan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan pemanasan global. Dampak lingkungan dari tren ini sangat besar, mendorong kebutuhan kritis akan alternatif yang berkelanjutan. Kendaraan listrik telah muncul sebagai solusi yang layak, menawarkan pilihan yang lebih bersih serta ramah lingkungan untuk transportasi pribadi dan barang.

Seiring pergeseran rantai pasok otomotif dari mesin ICE ke kendaraan listrik, para pemangku kepentingan perlu berevolusi agar tetap tangguh dan kompetitif di industri ini. Sangat penting bagi perkembangan industri kendaraan listrik, sistem rantai pasok yang merupakan jejaring multidimensi. Sistem ini mendorong keberlanjutan dalam mobilitas, menyoroti pergeseran global menuju mode konsumsi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ruang lingkup sistem rantai pasok kendaraan listrik terdiri dari:

  • Pengadaan Bahan Baku. Unsur-unsur penting seperti Litium (Li) dan unsur tanah jarang diperoleh dari tambang. Kekurangan pasokan bahan baku penting yang dibutuhkan untuk produksi sel litium, akan membatasi kemampuan untuk sepenuhnya melokalisasi manufaktur baterai.
  • Manufaktur Baterai. Sel dan modul baterai (dan paket) diproduksi untuk menyimpan serta mengelola energi listrik. Keterbatasan yang signifikan dalam manufaktur baterai lithium-ion secara lokal adalah kepekaan panas. Kondisi seperti ini pada baterai dapat menambah tantangan produksi, dengan berbagai faktor keselamatan yang menjadi kendala manufaktur lokal.
  • Desain dan Manufaktur Kendaraan. Dengan memadukan baterai, motor listrik, dan komponen penting lainnya merupakan kegiatan utama dalam mendesain serta merakit kendaraan listrik.
  • Pemasok Komponen. Komponen penting seperti semikonduktor dan sistem kelistrikan, disediakan oleh berbagai pabrikan kecil yang menyediakan komponen-komponen ini. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat beragam pemasok yang terlibat dalam produksi kendaraan listrik.
  • Infrastruktur Pengisian Daya. Kegiatan ini termasuk mengembangkan, memasang, dan memelihara stasiun pengisian daya, yang sangat dibutuhkan dan mendasar untuk mengisi ulang daya kendaraan listrik.
  • Perangkat Lunak dan Konektivitas. Untuk pengoperasian kendaraan (seperti manajemen baterai dan bantuan pengemudi), perangkat lunak harus dikembangkan. Kemudian, ada perangkat lunak lainnya yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan jejaring pintar dan Internet of Things (IoT).
  • Penjualan dan Distribusi. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kendaraan listrik dijual dan didistribusikan kepada konsumen akhir, melalui diler dan kanal penjualan lainnya.

Prakhar et al. (2025) mengidentifikasi faktor-faktor penting yang memengaruhi kelayakan bisnis kendaraan listrik, termasuk pengembangan infrastruktur pengisian daya, optimalisasi pengisian cepat, dan integrasi sumber energi terbarukan. Meskipun insentif pemerintah dan permintaan pasar menciptakan peluang bisnis yang substansial, kendala keuangan, ketidakpastian regulasi, dan kesenjangan infrastruktur menimbulkan tantangan yang signifikan.

Tantangan dan Hambatan

Industri kendaraan listrik nasional yang relatif baru menghadapi sejumlah tantangan dari segi permintaan dan penawaran kritis yang harus diatasi demi kemajuan ke tahap berikutnya. Hal ini termasuk tantangan dari sisi permintaan yang meliputi keterbatasan kapasitas pengisian daya, spesifikasi kendaraan yang tidak memadai, serta biaya pembelian awal yang lebih tinggi termasuk pembiayaan dan total biaya kepemilikan (TCO).

Dari sisi penawaran, yang menghambat pertumbuhan industri, antara lain: masih terbatasnya investasi infrastruktur pengisian daya yang padat modal, kebutuhan investasi modal yang tinggi untuk produksi kendaraan listrik baru, dan pasokan suku cadang yang terbatas.

Hasil penelitian Haryanto (2026) berimplikasi bahwa kebijakan pemerintah Indonesia selama ini untuk mendorong inovasi dan ketahanan dalam pertumbuhan bisnis perusahaan kendaraan listrik masih belum efektif. Faktor kunci yang berkontribusi adalah kemampuan pemerintah untuk memaksimalkan data guna mengembangkan kebijakan industri yang sistematis, efektif, dan terpadu.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di masa mendatang, pemerintah harus menelurkan kebijakan berbasis data dan skenario yang andal serta akurat. Selain itu, perlu menyelaraskan alokasi risiko antara pemerintah dan wirausahawan, tanpa melupakan kemampuan penyerapan pasar.

Kebijakan pemerintah sangat penting untuk mempromosikan pertumbuhan dan pengembangan kewirausahaan melalui intervensi di pasar yang sudah mapan. Seperti yang ditunjukkan dari hasil penelitian, perusahaan kendaraan listrik kurang memiliki inovasi produk dan pasar relatif terhadap best practices global.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang mendukung penguatan inovasi akan memberi manfaat bagi wirausahawan di industri ini. Pemerintah dapat mengambil hikmah dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah di negara lain.

Di negara-negara itu, perlakuan yang paling umum untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik adalah dalam bentuk insentif keuangan dan pajak, bersamaan dengan dukungan jejaring pengisian daya. Insentif berupa keuangan pengguna akhir, insentif pajak pengguna akhir, dan akses preferensial digunakan di pasar di seluruh dunia untuk merangsang permintaan, dapat juga diusulkan.

Di sisi penawaran, insentif keuangan produsen dan insentif pajak produsen, serta pembangunan kemampuan, banyak dimanfaatkan, dengan India, China, dan Uni Eropa juga menerapkan upaya untuk mengurangi beban regulasi.

Adapun langkah-langkah untuk menopang infrastruktur dan pendukungnya, dukungan jejaring pengisian daya serta standardisasi industri juga banyak digunakan, meskipun upaya ini difokuskan pada kendaraan listrik roda dua di sebagian besar pasar.

Ketahanan organisasi amat penting bagi keberlanjutan perusahaan kendaraan listrik di Indonesia, termasuk ketahanan rantai pasok sebagai jantung industri ini. Kolaborasi yang koheren dan efektif memberikan jalan menuju pertumbuhan industri di masa depan, dengan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara luas.

Dari perspektif ekologi, orkestrasi sumber daya perusahaan kendaraan listrik memainkan peran sebagai mediasi berantai dalam hubungan antara ketahanan organisasi dan keunggulan ekologis bisnis perusahaan (Xie et al., 2023).

Tulisan ini mengambil ketahanan organisasi sebagai titik awal untuk membangun keunggulan daya saing dan ekologis perusahaan kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia didorong oleh kemampuan inovasi secara utuh, melalui penguatan pola pikir kewirausahaan dan orientasi keberlanjutan lingkungan.

Lingkungan kewirausahaan akan semakin kompleks dan tidak dapat diprediksi, sehingga menuntut pendekatan yang selaras dengan interaksi nonlinier, perilaku organisasi yang inovatif, serta dukungan pemerintah yang konkret dan efektif.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *