"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Enam Kota Metropolitan Paling Diminati Investor, Medan Muncul Ke Permukaan



JAKARTA,

Pasar properti Indonesia pada tahun 2026 tidak lagi bergerak dalam narasi spekulatif. Berdasarkan laporan Property Outlook 2026 dari Knight Frank Indonesia, telah terjadi kristalisasi minat investor yang lebih terukur, di mana pemilihan kawasan didasarkan pada ketahanan ekonomi lokal, infrastruktur matang, dan ekosistem gaya hidup. Di tengah prediksi pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5 persen, para pemangku kepentingan, mulai dari bankir hingga pengembang, telah memetakan enam kawasan metropolitan utama yang diprediksi akan menjadi “Safe Haven” sekaligus mesin pertumbuhan investasi.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengatakan, fokus pasar kini kembali ke pusat-pusat produktivitas yang sudah mapan namun terus bertransformasi. “Ada enam kawasan metropolitan yang kami prediksi paling potensial dan diincar, untuk pertumbuhan properti pada tahun 2026,” ujar Syarifah, Jumat (23/1/2026).

Berikut adalah enam kawasan paling diincar investor:

1. Jabodetabek

Sebagai kawasan dengan densitas ekonomi tertinggi, Jabodetabek tetap menduduki posisi puncak dalam preferensi investor. Keunggulannya terletak pada konektivitas transportasi publik mulai dari LRT, MRT, hingga Tol Jakarta Outer Ring Road, yang kini telah mencapai fase matang. Investasi di kawasan ini tidak lagi sekadar mencari luas lahan, melainkan nilai tambah dari integrasi Transit Oriented Development (TOD). Sektor perkantoran Grade A yang berbasis ESG dan hunian vertikal dengan fasilitas lifestyle menjadi produk paling dominan di kawasan ini.

2. Bali

Bali telah berevolusi dari sekadar destinasi wisata menjadi pusat gaya hidup global dan digital nomad. Investor kini mengincar Bali bukan hanya untuk vila komersial, tetapi juga fasilitas penunjang seperti Paddle Court, pusat kebugaran premium, dan ritel kreatif. Berdasarkan survei Knight Frank, Bali tetap menjadi magnet bagi investor asing dan domestik yang mencari imbal hasil tinggi melalui properti berbasis sewa jangka pendek dan gaya hidup premium.

3. Surabaya

Surabaya mempertahankan posisinya sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur. Karakter investor di sini cenderung lebih konservatif namun loyal, dengan fokus pada sektor industri, logistik, dan residensial tapak. Pertumbuhan infrastruktur penghubung di Jawa Timur memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat distribusi nasional, menjadikannya kawasan yang sangat menarik bagi investasi properti logistik dan pergudangan modern.

4. Medan

Medan muncul sebagai kekuatan regional yang signifikan. Peningkatan aktivitas perdagangan dan perkebunan yang didukung oleh infrastruktur Tol Trans-Sumatera telah mengerek permintaan terhadap properti komersial dan residensial kelas menengah-atas. Medan dipandang sebagai kawasan dengan capital appreciation yang masih sangat potensial dibandingkan kota-kota di Jawa yang sudah mulai jenuh.

5. Makassar

Sebagai pusat layanan dan perdagangan untuk kawasan Timur Indonesia, Makassar terus menarik minat investor yang ingin menangkap peluang dari pertumbuhan ekonomi di luar Jawa. Kawasan waterfront dan pengembangan pusat bisnis baru (CBD) di Makassar menjadi titik panas investasi, terutama bagi pengembang nasional yang ingin memperluas portofolio di koridor timur.

6. Batam

Kedekatan geografis dengan Singapura menjadikan Batam kawasan unik dengan insentif kawasan ekonomi khusus yang kuat. Pada tahun 2026, Batam diprediksi akan mengalami lonjakan investasi pada sektor pusat data (data center), logistik, dan hunian mewah bagi ekspatriat. Batam bukan lagi sekadar kawasan industri, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat inovasi dan teknologi yang kompetitif di tingkat regional.

Apa yang Dicari Investor?

Laporan Knight Frank menegaskan bahwa investor 2026 sangat selektif terhadap tiga aspek utama. Pertama, daya ungkit gaya hidup yakni adanya fasilitas modern seperti Paddle Court dan F&B menjadi penentu okupansi. Kedua, properti yang memiliki infrastruktur teknologi tinggi (kesiapan digital) lebih diminati. Ketiga, keberlanjutan (ESG), sebanyak 76 persen responden menyatakan bahwa properti hijau akan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

“Enam kawasan ini merupakan cerminan dari strategi ‘Flight to Quality’. Investor tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan nilai tanah, tetapi mencari ekosistem yang mampu bertahan terhadap volatilitas global dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang kian intelek dan sadar lingkungan,” pungkas Syarifah.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *