Penjelasan Putri Dakka Mengenai Statusnya di Partai NasDem
Putri Dakka, yang juga dikenal sebagai Putriana Hamda Dakka, telah menyangkal isu bahwa dirinya pindah ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masih tercatat sebagai kader Partai NasDem dan tidak pernah mengajukan pengunduran diri atau menerima surat pemecatan.
Isu tersebut muncul dalam konteks wacana pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI Sulsel pasca mundurnya Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Meski begitu, Putri Dakka memilih untuk tetap tenang dan menjelaskan bahwa statusnya di Partai NasDem tidak berubah.
“Saya tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah menerima surat pemecatan. Jadi dua poin itu yang perlu digarisbawahi,” tegas Putri Dakka, Minggu (25/1/2026).
Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya telah resmi menjadi kader PDIP. Menurutnya, isu tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan hanya berkembang sebagai spekulasi politik.
“Kalau saya kader PDIP, masak tidak ada jabatan saya? Masak saya tidak punya etika untuk mengundurkan diri dari NasDem? Itu cuma isu yang digoreng,” ujarnya.
Putri Dakka menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan politik PDIP dan PAN saat maju pada Pilwali Palopo merupakan bagian dari strategi politik dan tidak berarti dirinya pindah partai.
“Saya diminta maju oleh ketua saya. Saya mengendarai PDIP dan PAN, tapi saya tidak pernah pindah partai politik,” kata Putri Dakka.
Ia menegaskan, hingga kini tidak ada satu pun proses administrasi yang menyatakan dirinya keluar dari NasDem. “Saya tidak pernah ajukan surat pengunduran diri, dan saya juga tidak pernah menerima surat pemecatan. Kalau ada, silakan ditunjukkan,” tegasnya.
Terkait komunikasi dengan DPP NasDem, Putri Dakka mengakui pasca kontestasi politik dirinya lebih banyak fokus pada urusan bisnis. Meski demikian, ia menegaskan hubungan dengan partai tetap terjaga.
“Soal komunikasi, ada hal-hal yang belum bisa saya publikasikan. Tapi yang jelas, status saya di NasDem tidak pernah berubah,” katanya.
Menanggapi terkait sosok Calon PAW Rusdi Masse, Putri Dakka memilih bersikap tenang dan tidak ingin berspekulasi berlebihan. “Soal PAW, saya tidak mau berandai-andai. Rezeki orang tidak ada yang tahu. Kalau memang rezekiku, tidak akan tertukar. Kalau bukan, ya kita terima,” tandasnya.
Hasil Pemilihan Umum di Dapil III Sulsel
Dapil III Sulsel meliputi Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidenreng Rappang, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo. Nasdem meloloskan dua kadernya di Dapil III Sulsel, yaitu Rusdi Masse dan Eva Stevany Rataba.
Rusdi Masse berasal dari Sidrap. Ia meraih suara 161.301. Eva Stevany Rataba berasal dari Toraja Utara. Ia meraih suara 73.910. Keduanya sama-sama sudah dua periode di DPR RI.
Rusdi Masse mengundurkan diri dari Nasdem. Ia juga akan diganti sebagai anggota DPR RI. Sejumlah kader berpeluang menggantikan Rusdi Masse. Melihat hasil perolehan suara, Putri Dakka, paling berpeluang. Ia meraih suara terbesar ketiga dengan 53.700.
Namun informasi beredar, Putri Dakka, sudah bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia (PDIP). Putri Dakka dikaitkan telah gabung PDIP saat akan maju di Pilwali Palopo. Namun, belakangan, mantan kontestan Pilwali Palopo itu membantah kabar dirinya pindah partai.
Peraih suara keempat ialah Aslam Patonangi dengan 43.580 suara. Aslam Patonangi adalah eks Bupati Pinrang dua periode. Namun ia telah mengundurkan diri dari Partai Nasdem.
Peraih suara kelima ialah Hayarna Hakim dengan 29.162 suara. Hayarna Hakim merupakan istri Basmin Mattayang eks Bupati Luwu. Hayarna juga pernah menjabat Ketua DPRD Luwu.
Peraih suara keenam ialah Judas Amir dengan 12.669. Judas Amir merupakan eks Wali Kota Palopo dua periode.
Suara terakhir ialah Nicodemus Biringkanae 4.908. Ia adalah mantan Bupati Tana Toraja.











