"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Pupuk Indonesia dan Aljazair Kolaborasi Dukung Swasembada Pangan

Kerja Sama dengan Aljazair untuk Menjamin Ketersediaan Pupuk



Aljazair – PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi para petani. Dalam rangka memastikan pasokan bahan baku utama pupuk, perusahaan ini melakukan langkah strategis dengan menjalin kerja sama dengan Somiphos, sebuah perusahaan tambang fosfat asal Aljazair.

Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lekhal, di Aljazair pada hari Selasa (20/1/2026). Penandatanganan dilakukan dalam rangka pengembangan industri fosfat yang saling menguntungkan.

“Rock Phosphate merupakan bahan baku utama dari industri pupuk, dan hanya bisa didapatkan melalui tambang. Pupuk Indonesia membutuhkannya untuk memproduksi pupuk. Kerja sama dengan Somiphos ini bertujuan untuk keberlanjutan suplai bahan baku tersebut, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” ujar Rahmad Pribadi.

Dengan kerja sama ini, Pupuk Indonesia akan menerima dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun. Selain itu, ada peluang kerja sama dengan beberapa perusahaan di Aljazair untuk membangun proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi.

Perjanjian ini bertujuan untuk membangun kemitraan dalam mengembangkan peluang kerja sama di bidang fosfat, khususnya kemungkinan pasokan fosfat Aljazair kepada Pupuk Indonesia. Selain itu, juga menjajaki peluang investasi bersama dalam kegiatan eksploitasi dan pengolahan fosfat di Aljazair, serta pengembangan proyek terkait produk turunan fosfat.

“Oleh karena itu, Pupuk Indonesia menyambut baik kerja sama dengan Somiphos dan Sonarem Group. Kerja sama ini dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk, dalam hal ini fosfat,” katanya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono; Menteri Negara, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab; CEO Sonarem Grup, Reda Belhaj, dan stakeholder terkait.

Wamentan Sudaryono menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk demi kesejahteraan petani Indonesia. Ia menegaskan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur biaya pupuk.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Wamentan.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menteri Negara, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari arahan Presiden Aljazair yang bertujuan memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara sahabat. Khususnya di sektor pertambangan strategis (terutama fosfat), yang dianggap sebagai pilar utama dalam proses diversifikasi ekonomi nasional, pengembangan industri pengolahan, dan penciptaan nilai tambah.

Ia menekankan bahwa kemitraan ini penting dalam mendukung kerja sama Aljazair–Indonesia. Selain itu juga mendorong investasi produktif, serta transfer pengalaman dan teknologi demi kepentingan bersama kedua negara.

Selain dengan Somiphos, Pupuk Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan Sonatrach, BUMN minyak dan gas Aljazair, dalam rangka menciptakan ekosistem industri pupuk di Aljazair. “Dengan ketersediaan dan harga gas yang terjangkau di Aljazair, kita dapat bekerja sama mengembangkan ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair yang produknya dapat digunakan untuk kebutuhan nasional,” tambah Rahmad Pribadi.

Somiphos sendiri merupakan perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran batuan fosfat (Rock Phosphate). Perusahaan ini beroperasi di wilayah Tebessa, Aljazair bagian timur, dan dikenal sebagai produsen utama fosfat dari kawasan tambang Djebel Onk yang menjadi salah satu deposit fosfat terbesar di Aljazair. Perusahaan ini didirikan pada Januari 2005 sebagai bagian dari reorganisasi industri fosfat nasional, serta berada dalam ekosistem Grup SONAREM (perusahaan tambang nasional Aljazair).

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *