Penunjukan Irjen Johnny Eddizon Isir sebagai Kadiv Humas Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah resmi menunjuk Irjen Johnny Eddizon Isir sebagai Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri. Penunjukan ini berdasarkan surat telegram Kapolri bernomor KEP/62/I/2026 tertanggal 15 Januari 2026. Sebelumnya, Irjen Johnny menjabat sebagai Kapolda Papua Barat dan kini berpindah tugas ke Markas Besar Polri. Ia menggantikan posisi Irjen Sandi Nugroho yang kini mendapatkan penugasan baru sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
Rotasi besar-besaran ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan fungsi komunikasi publik Polri. Pihak Mabes Polri melalui Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, memberikan konfirmasi resmi terkait beredarnya surat telegram mutasi tersebut. “Benar (mutasi Polri),” ujar Trunoyudo kepada wartawan.
Penunjukan Johnny menarik perhatian publik mengingat rekam jejaknya yang cemerlang. Jenderal bintang dua asal Papua ini pernah dipercaya menjadi ajudan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), pada tahun 2017 silam. Karier kepolisian Johnny dimulai sebagai Pamapta Polres Dili, Timor Timur pada 1997-1998. Ia kemudian menjabat beberapa posisi penting di berbagai wilayah, termasuk sebagai Kapolres Jayawijaya dan Kapolres Manokwari.
Johnny juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Utara sebelum menjadi Kapolda Papua Barat. Selain itu, ia pernah ditugaskan sebagai Karojianstra Sops Polri pada 2023.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Johnny Eddizon Isir lahir di Jayapura, Papua, pada 7 Juni 1975. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Kristus Raja Jayapura pada 1981-1987. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Jayapura (1987-1990) dan SMA Taruna Nusantara Magelang (1990-1993). Pendidikan kepolisian dijalaninya di Akpol Semarang pada 1993-1996, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2001-2003, serta Program Master Transnational Crime Prevention (MTCP) di University of Wollongong, Australia pada 2006.
Karier kepolisian Johnny dimulai sebagai Pamapta Polres Dili, Timor Timur pada 1997-1998. Ia kemudian menjabat Kasat Serse Polres Maliana, Timor Timur (1998-1999), Kasat Sabhara Polres Dili (1999), serta KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jawa Timur pada 1999-2000. Pada 2000-2001, Johnny dipercaya sebagai Kanit Res Intel Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara.
Ia kemudian menjabat Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan pada 2003-2005 serta Kanit I Sat II Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Timur pada 2007-2008. Karier berlanjut sebagai Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008-2009), Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jawa Timur (2009-2010), Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jawa Timur (2010-2011), dan Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jawa Timur pada 2011-2012.
Johnny kemudian bertugas di wilayah Papua sebagai Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua pada 2012-2013. Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Jayawijaya (2013-2014) dan Kapolres Manokwari pada 2014-2016. Pada 2016, ia dipercaya sebagai Wadirreskrimum Polda Banten sekaligus Dosen Utama STIK PTIK. Setahun kemudian, Johnny menjabat Dirreskrimsus Polda Riau dan ditunjuk sebagai Ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2017.
Kariernya di Mabes Polri berlanjut sebagai Irbidjemensdm II Itwil V Itwasum Polri pada 2019 dan Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri pada tahun yang sama. Pada tahun yang sama, Johnny dipercaya menjabat Kapolrestabes Medan hingga 2020. Setelah itu, Johnny memimpin Polrestabes Surabaya pada 2020-2021, lalu menjabat Wakapolda Sulawesi Utara pada 2021-2023. Ia juga pernah ditugaskan sebagai Karojianstra Sops Polri pada 2023 sebelum menjadi Kapolda Papua Barat.
Kekayaan Irjen Johnny Eddizon Isir
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman e-LHKPN, Irjen Johnny Eddizon Isir terakhir melaporkan kekayaannya pada 22 Februari 2022. Berikut rincian kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan
Rp 4.500.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/125 m2 di KAB / KOTA KOTA SURABAYA, HASIL SENDIRI Rp 2.500.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 103 m2/185 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 2.000.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
Rp 400.000.000
1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp 400.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Rp 60.000.000
D. Surat Berharga
Rp 0
E. Kas dan Setara Kas
Rp 2.102.530.724
F. Harta Lainnya
Rp 0
Sub Total: Rp 7.062.530.724
Hutang: Rp 0
Total Harta Kekayaan: Rp 7.062.530.724
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











