Curhatan Pilu Istri Kedua Captain Andy Dahananto
Lina, istri kedua dari Captain Andy Dahananto, mengungkapkan rasa pilu dan kekhawatiran yang mendalam terhadap nasib suaminya. Meski pernikahannya dengan Captain Andy baru berlangsung selama kurang dari lima tahun, Lina telah menjalani proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan.
Perkawinan keduanya berlangsung pada April 2022. Lina rela melakukan perjalanan jauh dari Sorokawo, Kabupaten Lawu Timur, untuk bisa berada lebih dekat dengan titik pencarian di Makassar. Ia bahkan membagikan potongan percakapan dengan seorang rekan yang diduga merupakan bagian dari Tim SAR gabungan. Dalam obrolan tersebut, Lina menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi para petugas di lapangan yang berjuang melawan cuaca ekstrem demi menemukan suaminya dan korban lainnya.
“Sehat2 ko Phiank, kasiannya kodong temenku, gak tega ka liat kecapean, kehujanan dan kelaparan… Ya Allah lindung dan mudahkan segalanya buat temenku ya Allah…,” tulis Lina dalam pesan singkatnya.
Lina juga mengonfirmasi bahwa ia masih bertahan di Makassar. Ungkapannya menunjukkan sebuah keikhlasan yang luar biasa, di mana ia hanya berharap bisa bertatap muka untuk terakhir kalinya dengan sang suami. “Iya Phiank, nunggu di Makassar ka Phiank. Mau ka ketemu Mas Andy tuk terakhir kalinya…,” ungkapnya lirih.
Permintaan sederhana namun menyayat hati itu dibalas dengan janji dari sang rekan. “Mudah2 an kami bisa temukan lin.” Sebuah doa yang diamini dengan tulus oleh Lina. “Aamiiinn ya Allah.”
Pernikahan yang Berlangsung Sederhana
Dari penelusuran Tribun Trends, Lina memiliki sebuah akun di Facebook yang cukup aktif membuat postingan. Melalui akun itu, Lina kerap mengunggah foto terkait aktivitasnya sebagai karyawan PT Vale. Ia juga masih menyimpan potret pernikahannya dengan Captain Andy Dahananto. Potret tersebut diposting Lina pada 10 April 2022. Lina terlihat mengenakan baju pengantin sederhana berupa kebaya warna biru. 
Sementara Captain Andy Dahananto tampil mengenakan seragam kebesaran sebagai seorang pilot. Keduanya berpose di depan pelaminan pernikahan. Pernikahan itu turut serta dihadiri oleh anak-anak Lina. Foto pernikahan itu langsung dibanjiri ucapan selamat dan doa-doa kebaikan agar pernikahan mereka langgeng hingga akhir hayat.
Istri Pertama dan Anak-Anak Tes DNA
Di sisi lain, istri pertama Captain Andy Dahananto, Ibu Erwin, juga hadir di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Ibu Erwin datang bersama anak-anaknya untuk melakukan tes DNA. Tes DNA ini akan digunakan untuk kepentingan identifikasi jenazah.
Captain Andy Dahananto dikenal sebagai figur yang sangat dihormati di lingkungan tempat tinggalnya di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Selama 30 tahun menetap di sana bersama istri dan anak-anaknya, sang pilot dikenal sebagai sosok berwibawa namun tetap rendah hati. Tetangga sekitar mengenang Andy sebagai pribadi yang gemar bergaul dan tidak segan menyapa warga di sela-sela jadwal terbangnya yang padat.
Kejadian Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pagi hari setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan. Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Termasuk di dalamnya pramugari Florencia Lolita Wibisono.
Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya. Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat. Namun, komunikasi antara Air Traffic Controller atau Pengatur Lalu Lintas Udara (ATC) dan pesawat tiba-tiba terputus sebelum pesawat berhasil kembali ke jalur pendaratan. Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan.
Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan.
Proses Pencarian yang Berat
Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan. Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng. Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang.
Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung. Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500. Meski medan pencarian sangat berat, tim berhasil menemukan beberapa bagian besar pesawat seperti jendela, ekor, dan badan pesawat, serta banyak serpihan kecil tersebar di berbagai titik. 
Serpihan-serpihan tersebut menjadi petunjuk penting dalam pencarian, dengan lokasi berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin.
Penemuan Korban
Operasi pencarian intensif membuahkan hasil ketika tim SAR gabungan menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki beserta sejumlah barang pribadi penumpang. Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat. Satu korban berjenis kelamin perempuan juga ditemukan pada Senin (19/1/2026). Korban perempuan tersebut ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Belakangan diketahui jenazah perempuan itu adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono. Pemerintah mengerahkan Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pencarian dan evakuasi.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi saat menabrak lereng Gunung Bulusaraung sehingga pecah menjadi serpihan, menurut Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono. Insiden ini dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yang berarti pesawat masih bisa dikendalikan pilot, namun benturan dengan lereng gunung tidak bisa dihindari. Serpihan pesawat yang ditemukan tim SAR menjadi bukti benturan keras tersebut. KNKT masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum berspekulasi mengenai kemungkinan kelalaian.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











