"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Penyebab Utama Warga Pantai Cabe Tapin Kalsel Alami Gula Darah Tinggi

Penyebab Gula Darah Tinggi yang Menjadi Perhatian Warga Pantai Cabe

Di Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, warga menghadapi tantangan kesehatan yang cukup serius, yaitu gula darah tinggi. Hal ini menjadi perhatian utama dari posyandu setempat, seperti Posyandu Ruhui Rahayu, yang rutin menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan posyandu kali ini tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga menjangkau warga dewasa hingga lansia melalui pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM). Kader Posyandu Ruhui Rahayu, Wiwin Supriatin, menjelaskan bahwa sejak pagi puluhan warga antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan yang disiapkan.

“Untuk hari ini, yang sudah kami periksa lebih dari 50 orang warga Desa Pantai Cabe,” ujarnya. Layanan yang diberikan mencakup pengukuran tinggi dan berat badan anak, pencatatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS), serta pemeriksaan kesehatan bagi warga dewasa.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kadar gula darah menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan pada warga. “Yang paling dominan itu gula darah. Banyak warga yang kadar gulanya sudah tinggi,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya untuk segera mengendalikan kondisi ini karena bisa memicu penyakit lain seperti diabetes dan komplikasi.

Wiwin pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, mengurangi konsumsi gula, memperbanyak minum air putih, serta rutin memeriksakan kesehatan.

Penyebab Gula Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Gula darah tinggi atau hiperglikemia dapat disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialis Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes, dr. I Gusti Ngurah Adhiarta, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menjelaskan faktor-faktor utama yang menyebabkan peningkatan gula darah dan memberikan tips pencegahan.

Penyebab Gula Darah Tinggi dan Faktor Pemicunya

Menurut Adhiarta, beberapa faktor yang dapat menyebabkan gula darah meningkat adalah:

  • Konsumsi makanan dan minuman manis: Makanan yang tinggi gula, seperti permen, soda, es teh manis, dan boba, menjadi penyebab utama meningkatnya kadar gula darah.
  • Makanan cepat saji yang kaya garam: Makanan cepat saji yang mengandung garam tinggi berisiko meningkatkan gula darah dan mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
  • Karbohidrat sederhana yang tidak terkontrol: Konsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dan roti putih, dapat memicu lonjakan gula darah.

Selain pola makan, ada faktor lain yang turut berperan dalam peningkatan gula darah, seperti:

  • Stres: Hormon stres, seperti kortisol, dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu: Steroid dan diuretik tiasid dapat menyebabkan lonjakan gula darah.
  • Penyakit atau infeksi: Kondisi seperti demam atau infeksi bisa memicu gula darah tinggi.

Gejala Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Adhiarta menjelaskan tanda-tanda awal yang dapat mengindikasikan gula darah tinggi. “Gejala utama gula darah tinggi adalah sering merasa haus, sering buang air kecil, dan mudah lapar. Selain itu, penderita juga bisa merasa pandangan mata kabur, karena gula darah yang tinggi menarik air dari mata,” katanya.

Jika dibiarkan, kadar gula yang sangat tinggi bisa menyebabkan ketosis, yang berpotensi menurunkan kesadaran.

Cara Mencegah Gula Darah Tinggi

Adhiarta menekankan pentingnya mengubah gaya hidup untuk mengendalikan gula darah. “Pencegahan yang paling efektif adalah dengan menjaga berat badan yang sehat, mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana, dan meningkatkan asupan makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti beras merah, ubi, dan sayuran hijau,” ujarnya.

Selain itu, olahraga rutin juga sangat penting untuk mengatur gula darah. “Jalan kaki 30 menit lima kali seminggu, ditambah dengan latihan beban, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah,” tambahnya.

Penyebab gula darah tinggi, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan manis, makanan cepat saji, dan stres, bisa dihindari dengan mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat. Penting untuk selalu memeriksa gula darah secara rutin, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau hipertensi.

Adhiarta menekankan bahwa perubahan kecil dalam gaya hidup dapat membantu mencegah peningkatan gula darah yang dapat berujung pada diabetes.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *