- Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Sabtu (17/1/2026).
Daftar berita terpopuler teratas adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Penajam Paser Utara yang belum menerima gaji bulan Januari 2026.
Selanjutnya, ada artikel terkait link daftar beasiswa Gratispol dari Pemprov Kaltim baik untuk dalam maupun luar negeri.
Dan lowongan kerja pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Balikpapan yang juga masuk deretan berita terpopuler.
Daftar Berita Populer Kaltim
1. ASN PPU belum terima gaji Januari 2026
Hingga pertengahan Januari 2026, gaji aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur belum juga dibayarkan.
Keterlambatan ini disebut kerap terjadi hampir setiap awal tahun anggaran. Tiap awal tahun, ASN PPU terlambat mendapatkan gaji.
Kecuali di Januari 2024, gaji dibayarkan tepat waktu. Selebihnya gaji Januari selalu molor.
Seorang ASN PPU, Arif (bukan nama sebenarnya) mengatakan, dirinya belum menerima gaji hingga tanggal 15 Januari 2026 yang seharusnya turun di awal bulan.
“Kami ibaratnya sudah kerja 45 hari tanpa gaji,” katanya sambil tersenyum kecut kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
Dia mengatakan, gaji untuk ASN di kabupaten tempat Ibu Kota Nusantara (IKN) ini datang dari Dana Alokasi Umum (DAU). Sepengetahuan dia, DAU belum dicairkan sampai saat ini.
Terpisah, Wisnu (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan hal yang sama: seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU belum menerima gaji Januari 2026. Menurut dia, keterlambatan pembayaran gaji bukan kali pertama terjadi dan sudah menjadi persoalan berulang, khususnya di awal tahun anggaran.
“Gaji ASN PPU belum terbayarkan sejak awal Januari 2026. Ini rutin terjadi, kecuali pada 2024 yang sempat aman tanpa keterlambatan,” ujar Wisnu kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2025).
Ia mengaku tidak mengetahui kondisi di kabupaten lain, namun menduga daerah yang memiliki skema pengelolaan keuangan lebih baik tidak mengalami persoalan serupa. Hingga kini, kata dia, belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab maupun kepastian jadwal pencairan gaji.
Padahal, keterlambatan pembayaran sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi ASN, terutama mereka yang memiliki kewajiban cicilan atau tanggungan keluarga.
“Daya beli masyarakat pasti menurun. ASN yang punya utang juga kebingungan karena pos anggaran keuangan yang seharusnya sesuai jadwal jadi tertunda. Apalagi anak-anak baru masuk sekolah setelah libur Natal, Tahun Baru, dan pergantian semester,” bebernya seperti dikutip dari kompas.com.
Meski demikian, Wisnu menegaskan keterlambatan gaji tidak berdampak pada kinerja dan pelayanan publik. Menurutnya, ASN tetap menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.
“Kami berharap gaji segera dibayarkan dan ada informasi yang jelas soal kepastian waktunya. Soal kinerja, pelayanan tetap berjalan dan tidak terdampak,” kata Wisnu.
Dikonfirmasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, membenarkan adanya keterlambaran pembayaran gaji bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) pada Januari 2026. Menurut dia, keterlambatan tersebut disebabkan keterbatasan dana kas daerah akibat belum diterimanya transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.
“Namun demikian, saat ini bendaharawan di masing-masing unit kerja sudah memproses pencairan gaji ASN yang dimaksud,” ujar Tohar.
2. Lowongan Pegawai BGN dan Relawan SPPG Dibuka di Balikpapan
Rekrutmen Pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) dan Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Balikpapan resmi dibuka sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap penguatan layanan pemenuhan gizi masyarakat.
Program ini menjadi momen penting bagi warga Kota Balikpapan yang ingin berkontribusi langsung dalam pelayanan sosial sekaligus memperoleh kesempatan kerja.
Kapolresta Balikpapan Jerrold HY Kumontoy menegaskan bahwa rekrutmen tersebut terbuka untuk masyarakat umum yang memenuhi persyaratan dan memiliki semangat pengabdian. Menurutnya, keterlibatan Polresta Balikpapan merupakan bentuk nyata sinergi Polri dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional, khususnya di wilayah perkotaan.
“Ini adalah bentuk keterlibatan Polresta Balikpapan dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi,” ujar Jerrold, Jumat (16/1/2026).
Formasi Relawan dan Pegawai BGN
Dalam rekrutmen ini, Polresta Balikpapan membuka sejumlah formasi Relawan SPPG, antara lain:
* Asisten lapangan: 2 orang (minimal lulusan D3)
* Petugas persiapan: 14 orang
* Petugas masak: 18 orang (diutamakan lulusan SMK Tata Boga atau berpengalaman)
* Petugas pemorsian: 18 orang
* Driver: 8 orang (usia minimal 20 tahun dan memiliki SIM A aktif)
* Petugas pencuci alat: 24 orang
* Cleaning service: 3–6 orang
Selain relawan, dibuka pula lowongan Pegawai Badan Gizi Nasional, yakni:
* Kepala SPPG: 2 orang
* Ahli gizi: 2 orang
* Tenaga akuntansi: 2 orang
Syarat Umum Pendaftaran
Persyaratan umum pendaftaran meliputi:
* Warga Negara Indonesia, pria atau wanita
* Usia minimal 18 tahun
* Sehat jasmani dan rohani
* Mampu bekerja secara individu maupun tim
* Melampirkan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas
* Melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Jadwal Pendaftaran dan Seleksi
Pendaftaran: 14–21 Januari 2026
Pemeriksaan berkas: 22 Januari 2026
Pengumuman hasil seleksi: 26 Januari 2026
Bagi masyarakat yang berminat, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui nomor 0821-5513-0336 atau datang langsung ke Jalan Jenderal Sudirman Nomor 69, Balikpapan.
Kapolresta Balikpapan berharap program ini tidak hanya memperkuat layanan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi momen pembuka lapangan kerja bagi warga setempat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pemenuhan gizi dan kesejahteraan,” katanya.
3. Jalur Pendaftaran Beasiswa Gratispol Kaltim 2026
Beasiswa Gratispol Kaltim 2026 membuka sejumlah jalur pendaftaran untuk mahasiswa di Kalimantan Timur.
Program beasiswa ini dirancang untuk memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka luas, baik bagi mahasiswa yang kuliah di dalam daerah, luar Kalimantan Timur, hingga luar negeri.
Tahun ini, Beasiswa Gratispol Kaltim 2026 hadir dengan perluasan sasaran penerima. Mahasiswa aktif dari berbagai jenjang, tenaga pendidik, hingga kelompok afirmasi kini memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pembiayaan pendidikan sesuai kriteria masing-masing program.
Dengan batas waktu pendaftaran yang berbeda di setiap jalur, masyarakat diimbau memahami skema, syarat administrasi, besaran bantuan, serta alur pendaftaran Beasiswa Gratispol Kaltim 2026 agar tidak kehilangan kesempatan emas ini.
Link Pendaftaran
KLIK LINK DI SINI
Dikutip dari Instagram @gratispol_pendidikan, berikut 5 jalur pendaftaran beasiswa Gratispol untuk mahasiswa asal Kalimantan Timur:
- Gratispol Dalam Kaltim
Program Gratispol Dalam Kaltim Tahun 2026 Tahap 2 secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang Diploma 3 (D3) hingga Strata 3 (S3) yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di wilayah Kalimantan Timur.
Dikutip dari Instagram @gratispol_pendidikan, pendaftaran beasiswa kuliah ini dibuka hingga 10 Februari 2026 pukul 23.59 WITA. Kebijakan penting pada tahun ini adalah perluasan sasaran penerima manfaat. Jika sebelumnya bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) lebih difokuskan pada mahasiswa baru, maka pada 2026 Gratispol Dalam Kaltim dipastikan dapat diakses oleh seluruh mahasiswa asal Kalimantan Timur yang memenuhi persyaratan, baik mahasiswa semester awal maupun semester lanjutan.
UKT sendiri adalah sistem pembiayaan kuliah di perguruan tinggi negeri yang dibayarkan per semester sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa, sedangkan SPP umumnya digunakan di perguruan tinggi swasta dengan mekanisme serupa. Dalam beasiswa Gratispol, besaran bantuan disesuaikan dengan nilai UKT atau SPP yang berlaku, dengan batas maksimum tertentu. Pembiayaan pendidikan diberikan secara bertahap hingga batas semester sesuai jenjang studi. Untuk jenjang D3 dan S3, bantuan diberikan maksimal hingga semester enam. Mahasiswa D4 dan S1 mendapatkan bantuan hingga semester delapan, sementara mahasiswa profesi dan S2 dibatasi hingga semester empat. Adapun untuk pendidikan Spesialis 1 (Sp-1), bantuan dapat diberikan hingga semester sepuluh.
Mekanisme Pendaftaran Gratispol Dalam Kaltim
Dikutip laman pendidikan.gratispol.kaltimprov.go.id, proses pendaftaran Gratispol Dalam Kaltim dimulai dari tahapan akademik mahasiswa itu sendiri. Calon mahasiswa terlebih dahulu mendaftar dan mengikuti seleksi masuk di program studi serta perguruan tinggi yang dituju di wilayah Kalimantan Timur. Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa wajib melakukan herregistrasi atau daftar ulang di perguruan tinggi masing-masing. Selanjutnya, pihak perguruan tinggi akan mengirimkan data mahasiswa yang telah melakukan daftar ulang secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk dimasukkan ke dalam basis data sistem Gratispol. Mahasiswa kemudian diwajibkan mendaftar secara individu melalui laman resmi pendidikan.gratispol.kaltimprov.go.id dengan mengunggah seluruh berkas persyaratan. Apabila data dan dokumen dinyatakan valid, mahasiswa tidak perlu mengikuti seleksi tambahan. Data tersebut akan dicocokkan dengan pihak perguruan tinggi, lalu diajukan untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai penerima manfaat Program Gratispol Generasi Emas Kalimantan Timur.
Besaran Bantuan dan Batas Atas UKT Gratispol Dalam Kaltim
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap besaran UKT dan SPP di seluruh program studi pada perguruan tinggi di Kaltim. Karena variasi biaya antar rumpun ilmu, ditetapkan batas atas pembiayaan berdasarkan rata-rata biaya pendidikan. Untuk rumpun ilmu sains dan teknik, batas atas UKT Diploma dan S1 ditetapkan sebesar Rp5 juta per semester, S2 sains Rp9 juta, dan S2 teknik Rp10 juta. Rumpun sosial, agama, dan administrasi memiliki batas atas Rp5 juta untuk Diploma dan S1, Rp9 juta untuk S2 sosial, serta Rp8 juta untuk S2 agama. Rumpun ekonomi dan pendidikan memiliki batas atas hingga Rp15 juta per semester untuk jenjang S3. Khusus rumpun ilmu kesehatan, batas atas lebih variatif, mulai dari Rp5,5 juta untuk kesehatan umum hingga Rp17,5 juta per semester untuk pendidikan dokter spesialis. Informatika, hukum, pertanian, perikanan, kehutanan, serta seni dan desain juga memiliki batas maksimum masing-masing yang disesuaikan dengan karakteristik program studinya.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











