Ancaman KKB terhadap Rombongan Wapres Gibran dan Pembatalan Kunjungan ke Yahukimo
Kabar mengenai ancaman dari kelompok bersenjata di wilayah Papua Pegunungan kembali membuat heboh. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau yang dikenal sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) memberi peringatan keras kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, agar tidak memasuki wilayah perang di Kabupaten Yahukimo.
Ancaman ini muncul setelah TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan bahwa mereka siap menembak rombongan Wapres jika tetap memasuki daerah tersebut. Peringatan ini diungkapkan melalui pernyataan resmi yang diterima oleh media lokal, Tribun-Papua.com.
Penembakan Pesawat Sipil Sebagai Peringatan
Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, mengungkapkan bahwa pasukan TPNPB telah melakukan penembakan terhadap sebuah pesawat sipil yang ditumpangi aparat militer yang memasuki wilayah perang di Yahukimo. Penembakan ini dianggap sebagai bentuk peringatan keras kepada Wakil Presiden Gibran agar tidak mengunjungi wilayah tersebut.
“Jika melanggar maka kami TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap menembak rombongan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dan rombongannya,” ujar Mayor Kopitua Heluka dalam pernyataannya.
Selain itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, agar menyelesaikan sengketa politik di Tanah Papua antara orang Papua dengan pemerintah Indonesia sebelum memulai pembangunan di wilayah tersebut.
Peringatan untuk Masyarakat Papua
Kelompok yang menuntut kemerdekaan dari Indonesia ini juga memperingatkan rakyat Papua dari Sorong hingga Samarai untuk tidak memberikan tanah adat kepada negara kolonial Indonesia demi pembangunan lahan sawit, padi, dan pos militer. Mereka menilai kebijakan tersebut akan mengancam kehidupan masyarakat adat, karena akan disusul penangkapan, penembakan, dan pembunuhan bagi orang Papua yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia.
Rencana Kunjungan Wapres Gibran ke Yahukimo
Sebelum pembatalan, Wakil Presiden Gibran direncanakan untuk berkunjung ke masyarakat di Dekai, Kabupaten Yahukimo, menggunakan pesawat. Rencananya, ia akan berangkat dari Bandara Wamena di Kabupaten Jayawijaya ke Dekai di Yahukimo. Waktu penerbangan dari Wamena-Dekai hanya 35 menit, lebih cepat dibanding lewat jalan darat menggunakan mobil dengan akses jalan yang tidak semulus di Kota Jayapura.
Yahukimo merupakan satu dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Namun, bukan satu-satunya basis TPNPB di Pegunungan Papua sebab mereka juga tersebar di Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara serta Yalimo.
Pembatalan Kunjungan Akibat Ancaman Keamanan
Akhirnya, atas pertimbangan keamanan, Wakil Presiden Gibran batal melakukan kunjungan ke Kabupaten Yahukimo pada Rabu (14/1/2026). Pangdam XVII/Cenderawasih selaku Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, mengatakan dirinya telah menyarankan kepada Wapres untuk menunda kunjungan ke Yahukimo setelah mencermati situasi keamanan di wilayah tersebut.
“Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” ujar Amrin di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua.
Mayjen TNI Amrin menjelaskan, berdasarkan laporan intelijen yang diterima, terdapat pergerakan dari kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengganggu keamanan kunjungan Wakil Presiden. Namun demikian, ia tidak merinci secara detail kelompok maupun bentuk potensi gangguan yang dimaksud.
Wilayah Paling Rawan Gangguan Keamanan
Diketahui, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengungkap tiga kabupaten di Tanah Papua yang paling sering mengalami gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sepanjang tahun 2025. Ketiga wilayah tersebut yakni Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Yahukimo. Dari ketiga wilayah tersebut, Kabupaten Yahukimo tercatat sebagai daerah dengan tingkat gangguan paling tinggi.
Sepanjang tahun 2025, terdapat 35 kasus gangguan keamanan yang dilakukan KKB di wilayah tersebut. Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan, berdasarkan evaluasi pengamanan selama 2025, ketiga kabupaten tersebut menjadi daerah dengan intensitas gangguan keamanan tertinggi.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











