"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Bukan Hanya Kedai Kopi, Namaku Coffee Jadi Rumah Cerita Muda-mudi

Kedai Kopi Namaku Coffee di Pontianak: Konsep Personal dan Keunikan yang Menarik

Pontianak, yang dikenal sebagai kota dengan kekayaan budaya dan sejarah, kini semakin menghadirkan tren baru dalam dunia kopi. Salah satu tempat yang menonjol adalah Namaku Coffee, sebuah kedai kopi yang resmi beroperasi sejak 16 Mei 2025. Dengan lokasi strategis di Jalan Diponegoro, kedai ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan konsep modern dan tradisional.

Filosofi “Namaku Ceritamu”

Pemilik Namaku Coffee, Dimas Apriyandi (28 tahun), menjelaskan bahwa lahirnya kedai ini bermula dari makna nama “Namaku”, yang menjadi tagline utama. Ia menyebut bahwa “Namaku” memiliki arti “ceritamu”, yang mencerminkan tujuan kedai untuk menjadi tempat di mana setiap pelanggan merasa dekat secara personal.

“Kami ingin orang datang ke sini bukan sekadar bekerja atau nongkrong, tapi datang ke tempat yang terasa hangat dan dekat,” ujarnya. Barista dan pelayan di Namaku Coffee juga berusaha mengingat nama pelanggan agar mereka merasa dihargai dan diakui.

Konsep yang Berbeda

Dimas menekankan bahwa Namaku Coffee tidak bertujuan untuk mengikuti tren semata atau bersaing langsung dengan coffee shop lainnya. Sebaliknya, ia ingin memberi opsi yang berbeda dengan yang ada di pasar.

“Kami ingin memberi opsi yang berbeda dengan coffee shop lainnya,” katanya. Hal ini terlihat dari desain interior yang memadukan nuansa modern dan tradisional. Lokasi di kawasan Diponegoro dan Gajah Mada, yang kental akan budaya kopi tradisional, menjadi inspirasi utama bagi konsep ini.

Perbedaan Segmen Pasar

Terkait keberadaan penjual kopi keliling, Dimas menilai bahwa dampaknya tidak signifikan terhadap penjualan Namaku Coffee. Menurutnya, segmen pasarnya berbeda. Orang yang datang ke Namaku Coffee lebih suka bercengkrama, berinteraksi, dan bercerita, sedangkan kopi keliling biasanya digunakan untuk kebutuhan cepat dan praktis.

Bahan Baku dan Menu Andalan

Untuk bahan baku, saat ini Namaku Coffee masih menggunakan biji kopi dari Temanggung, Jawa Tengah. Meski demikian, Dimas berencana untuk beralih ke biji kopi lokal Kalimantan Barat setelah melalui riset dan pengembangan agar rasanya tetap konsisten dan sesuai selera pelanggan.

Menu andalan di Namaku Coffee antara lain kopi melon dan Kopi Susu Naku. Kopi melon menjadi salah satu menu terlaris karena proporsi kopi dan rasa melon yang tepat. Sementara itu, Kopi Susu Naku dibanderol dengan harga Rp14.000, yang menawarkan rasa creamy dan kopinya tetap terasa.

Harga minuman di Namaku Coffee berkisar antara Rp14.000 hingga Rp23.000, dengan berbagai varian seperti karamel, vanila, dan melon. Untuk masa depan, kedai ini juga tengah menyiapkan menu minuman segar seperti mocktail dan cold brew buah, guna menyesuaikan dengan musim panas di Pontianak.

Rencana Pengembangan dan Komunitas

Selain fokus pada pengembangan menu, Dimas juga mengungkapkan rencana pengembangan cabang serta fokus pada kegiatan komunitas. Tujuannya adalah agar Namaku Coffee tidak hanya menjadi tempat jual kopi, tetapi juga menjadi rumah bagi teman-teman yang ingin mengembangkan diri.

“Tahun ini kami ingin menjangkau lebih banyak komunitas dan kegiatan positif untuk anak muda Pontianak,” tutupnya.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *