"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Siswa 7 Sekolah Keracunan MBG, Rumah Sakit di Mojokerto Dikerahkan

Keracunan Massal Akibat Menu Soto Ayam dalam Program MBG di Mojokerto

Sebanyak 261 orang mengalami keracunan setelah menyantap menu soto ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Pemkab Mojokerto. Kejadian ini menimpa siswa di tujuh lembaga pendidikan yang berada di kawasan distribusi MBG yang dipasok dari SPPG Wonodasi, Kecamatan Kutorejo.

Sekretaris Daerah (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko menjelaskan bahwa korban keracunan tersebut berasal dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk siswa, santri, tenaga pendidikan hingga wali murid. Saat ini, sebanyak 121 orang masih dirawat di posko, sedangkan 140 orang sudah diperbolehkan pulang.

Pemkab Mojokerto telah mengerahkan seluruh fasilitas kesehatan (Fasyankes) di wilayah Kabupaten Mojokerto untuk menangani para korban. Penanganan terbesar dilakukan di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, dengan total pasien yang masih dirawat sekitar 49 orang.

Lembaga Pendidikan yang Terdampak

Beberapa lembaga pendidikan yang terkena dampak keracunan antara lain:

  • SMP Negeri 2 Kutorejo: Sebanyak 40 murid terkena dampak keracunan, dengan rincian 19 dirawat di RS/PKM Mojokerto dan Sidoarjo serta 1 perawatan infus di rumah. Sementara 20 murid lainnya telah menjalani pemeriksaan bidan/dokter.
  • SD Negeri Singowangi, Kutorejo: Terdapat 15 murid dan 1 wali murid yang mengalami gejala seperti diare, mual, demam, dan panas. Rinciannya adalah 4 murid kelas 1 dan 2 murid kelas 6.
  • SDN Wonodadi 1: Terdapat 3 murid kelas 2, 3 murid kelas 3, 2 murid kelas 5, dan 5 murid kelas 6 yang mengalami gejala serupa.
  • TK Dharma Wanita Wonodadi, SMP TI Al Hidayah Wonodadi, MTS/MA Ponpes Mahaad AnNur Desa Singowangi, dan lainnya juga turut terdampak.

Penyebab Keracunan Masih Dicari

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau para korban keracunan yang dirawat di RSUD Prof dr Soekandar pada Minggu (11/1/2026). Para korban mengeluhkan gejala keracunan dan telah dirujuk ke Fasyankes pada Sabtu (10/1/2026).

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto telah mengambil sampel sisa makanan MBG yang dikonsumsi para korban, maupun dari dapur SPPG yang bersangkutan. Hasil uji laboratorium kemungkinan akan dirilis pada Senin (12/1/2026), meskipun prosesnya tidak terburu-buru.

Rumah Sakit dan Puskesmas yang Terlibat

Berikut adalah daftar rumah sakit dan puskesmas yang dilibatkan dalam penanganan kasus keracunan MBG di Mojokerto:

  1. Rumah Sakit Dharma Husada, Ngoro
  2. RSUD Soekandar, Mojosari
  3. RS Sumber Glagah, Pacet
  4. RS Mawaddah
  5. RS Arofah, Mojosari
  6. RS Kartini, Mojosari
  7. RS Sidowaras, Bangsal
  8. RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota
  9. RS Dian Husada, Sooko
  10. RS Sakinah, Sooko
  11. Ponpes Mahad AnNur
  12. Puskesmas Pacet
  13. Puskesmas Gondang
  14. Puskesmas Kutorejo
  15. Puskesmas Bangsal

Data dari SPPG Wonodadi

SPPG Wonodadi merupakan penyedia layanan MBG yang memasok makanan kepada berbagai lembaga pendidikan. Berikut data jumlah penerima manfaat:

  • TK Dharma Wanita Singowangi: 56
  • TK Dharma Wanita Wonodadi: 32
  • TK Dharma Wanita Windurejo: 23
  • RA Nurul Hidayah Wonodadi: 43
  • TK Bustanul Hasanah Windurejo: 58
  • TK Plus Al Hidayah Kauman: 234
  • SDN Wonodadi 1: 92
  • SDN Wonodadi 2: 68
  • MI Nurul Hidayah Wonodadi: 81
  • SDN Singowangi: 257
  • SDN Windurejo 1: 118
  • SDN Windurejo 2: 119
  • MI Nurul Hidayah Kutorejo: 183
  • SMPN 2 Kutorejo Singowangi: 666
  • MTS Ma’had Annur Singowangi: 149
  • SMP Muhammadiyah 3 Kutorejo: 101
  • SMP TI Al Hidayah Wonodadi: 188
  • MTS Nurul Hidayah Wonodadi: 16
  • MA TI Berlian Wonodadi: 53
  • MA Ma’had Annur Singowangi: 24
  • SMKS Muhammadiyah 2 Kutorejo: 81
  • SMK Unggulan Al Irfan Wonodadi: 23


Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *