JAKARTA – Analis hukum dan politik Boni Hargens menilai bahwa Institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencerminkan komitmen yang kuat dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2025.
Menurut Boni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit berhasil menjaga keamanan dan stabilitas nasional selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Polri berhasil menjalankan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, menegakkan hukum berkeadilan, serta memberikan pelayanan publik yang humanis dan responsif kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Boni Hargens dalam keterangannya, Jumat, 2 Januari 2025.
Boni menyebut bahwa kepemimpinan Kapolri ditandai dengan pendekatan inovatif dalam penegakan hukum, penguatan integritas institusi, serta komitmen untuk membangun Polri yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Boni:
-
Pengamanan agenda nasional
Polri berhasil menjalankan tugas pengamanan agenda nasional secara profesional dan transparan sepanjang tahun 2025, mendukung stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. -
Penegakan hukum yang disiplin dan adil
Implementasi penegakan hukum yang disiplin, adil, dan berkeadilan menjadi prioritas utama dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia. Peran Polri dalam demokrasi hukum juga terlihat dari pelayanan publik yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. -
Program strategis untuk stabilitas keamanan nasional
Pada tahun 2025, Polri menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran melalui berbagai program strategis yang memperkuat stabilitas keamanan nasional.
Beberapa prestasi Polri sepanjang tahun 2025 antara lain:
-
Penurunan angka kriminalitas
Angka kejahatan turun signifikan berkat penegakan hukum yang konsisten dan strategi pencegahan yang efektif. -
Peningkatan kepercayaan masyarakat
Tingkat kepercayaan masyarakat meningkat drastis melalui transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan. -
Efektivitas penanganan kasus
Efektivitas penanganan kasus meningkat pesat dengan dukungan teknologi dan profesionalisme tinggi.
Selain itu, Polri dinilai aktif dan profesional dalam mendukung penanganan bencana di Sumatera, memastikan warga terselamatkan, terbantu dalam aspek tempat tinggal, makanan, dan kesehatan.
Jajaran Korps Bhayangkara juga dinilai sukses dalam mengamankan berbagai agenda nasional strategis, menunjukkan tingkat profesionalisme, koordinasi lintas instansi, dan kesiapan operasional yang tinggi dari seluruh jajaran Polri.
Di sisi lain, Boni mengaku optimis bahwa institusi Polri akan mengalami transformasi di 2026. Ia menilai Polri akan mengalami transformasi budaya secara signifikan yang tidak hanya memperkuat kapasitas internal institusi, tetapi juga memberikan dukungan maksimal dalam mewujudkan agenda Asta Cita pemerintah.
“Transformasi ini mencerminkan kerja keras, disiplin tinggi, dan komitmen reformasi diri yang kokoh dalam melaksanakan tugas dan peran Polri sebagai penjaga demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia,” katanya.
Transformasi budaya ini, lanjut dia, tidak hanya akan memperkuat kapasitas internal institusi, tetapi juga secara langsung berkontribusi dalam mendukung visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran melalui agenda Asta Cita.
“Proses reformasi yang sistematis dan terukur menghasilkan Polri yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas tinggi. Polri juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan agenda Asta Cita, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Boni.
Boni berharap agar Kapolri dan jajarannya selalu menjaga komitmennya dalam rangka transformasi dan penguatan demokrasi hukum di Indonesia. Reformasi internal yang berkelanjutan dan terstruktur diharapkan menghasilkan Polri yang tidak hanya lebih modern dalam hal teknologi dan infrastruktur, tetapi juga dalam hal mindset, budaya kerja, dan nilai-nilai organisasi.
“Transparansi dalam setiap kebijakan dan operasional, akuntabilitas di setiap tingkatan jabatan, dan orientasi kuat pada kepuasan dan pelayanan publik menjadi pilar-pilar utama transformasi yang diharapkan dapat sepenuhnya tertanam dalam DNA organisasi Polri di tahun 2026,” kata Boni.











