Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Akan Berkunjung ke Beijing
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada Senin (5/1/2026). Undangan ini dianggap sebagai tanda kuat dari pihak China untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang semakin kompleks.
Selama kunjungan tersebut, Lee akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, di ibu kota negara tersebut. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan ke Shanghai untuk mengunjungi situs bersejarah Pemerintahan Sementara Korea Selatan selama masa penjajahan Jepang selama 35 tahun. Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol diplomatik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kerja sama praktis antara dua negara.
Korea Selatan masih menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar mereka. Oleh karena itu, kunjungan ini memiliki makna penting dalam membangun hubungan ekonomi dan politik yang lebih baik.
Bahas Kerja Sama Praktis Lintas Sektor
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung Lac, menyatakan bahwa pertemuan antara Lee dan Xi akan membahas kerja sama praktis di berbagai sektor. Mulai dari investasi rantai pasok hingga pariwisata dan penanganan kejahatan lintas negara.
Selain isu ekonomi, Lee diperkirakan akan mendorong China agar mengambil peran yang lebih konstruktif dalam mencari solusi atas masalah di Semenanjung Korea, terutama terkait Korea Utara. “Presiden Lee akan meminta China berperan secara konstruktif untuk mencapai terobosan dalam penyelesaian isu Semenanjung Korea,” ujar Wi.
China, sebagai sekutu utama Korea Utara, dianggap sebagai aktor kunci dalam mendorong dialog dengan Pyongyang. Meskipun demikian, upaya pendekatan Lee sebelumnya sempat ditolak oleh Korea Utara.
Lawatan di Tengah Panasnya Hubungan China dengan Taiwan dan Jepang
Kunjungan Lee ke Beijing juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, terutama terkait Taiwan dan hubungan China-Jepang. Hubungan antara Beijing dan Tokyo memburuk setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa serangan China ke Taiwan bisa memicu respons militer Jepang.
Dalam konteks ini, Wi menegaskan kembali posisi Korea Selatan terkait Taiwan. Menurutnya, Seoul menghormati kebijakan satu China dan bertindak sesuai dengan posisi tersebut. Kebijakan satu China mengakui Taiwan sebagai bagian dari kedaulatan China, namun tetap memungkinkan hubungan non-diplomatik dengan pulau yang diperintah secara mandiri tersebut.
Profesor ekonomi politik Universitas Hankuk, Kang Jun-young, menilai bahwa China sengaja memprioritaskan hubungan dengan Seoul. “China ingin menegaskan bahwa Korea Selatan kini lebih penting dibanding sebelumnya,” kata Kang.
Isu Ekonomi, Teknologi, dan Budaya Pop Akan Dibahas
Selain isu keamanan, agenda ekonomi diperkirakan menjadi fokus utama lawatan Lee. Kantor kepresidenan Korea Selatan menyebut kerja sama mineral kritis, rantai pasok, dan industri hijau akan menjadi topik penting.
Hampir 50 persen mineral tanah jarang Korea Selatan, yang vital bagi industri semikonduktor, berasal dari China. Negeri Tirai Bambu itu juga menyerap sekitar sepertiga ekspor chip Korea Selatan setiap tahun. Kedua negara sebelumnya telah sepakat menjaga stabilitas pasokan tanah jarang.
Dalam kunjungan ini, kerja sama kecerdasan buatan dan teknologi maju juga akan dibahas, seiring rencana Huawei meluncurkan chip AI Ascend 950 di Korea Selatan sebagai alternatif produk Amerika Serikat.
Isu budaya turut mencuat, termasuk pembatasan tidak resmi China terhadap konten K-pop sejak 2017 akibat penempatan sistem pertahanan rudal THAAD Amerika Serikat di Korea Selatan. CEO SM Entertainment, salah satu agensi K-pop terbesar, dilaporkan akan ikut dalam delegasi bisnis Presiden Lee.
Kunjungan ini menegaskan arah ‘diplomasi praktis’ Lee Jae Myung, berupaya memulihkan hubungan dengan China tanpa mengorbankan relasi strategis dengan Jepang dan Amerika Serikat, di tengah lanskap geopolitik Asia Timur yang terus berubah.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











