"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Isu Ijazah Palsu: Hubungan Jokowi dan Demokrat, Relawan Sebut Roy Suryo dan Benny K Harman

Mantan Presiden Joko Widodo dan Isu Ijazah Palsu

Mantan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah secara langsung menyebutkan siapa yang menjadi dalang di balik tudingan ijazah palsu yang menerpa dirinya. Meski begitu, ia hanya memberikan isyarat bahwa ada orang besar yang mengendalikan isu tersebut. Belakangan ini, Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga terlibat dalam isu ini.

Menurut relawan Jokowi, David Pajung, Partai Demokrat dan SBY dituduh sebagai dalang isu ijazah palsu karena adanya tokoh-tokoh seperti Roy Suryo, Benny K. Harman, hingga Denny Indrayana yang terlibat dalam isu ini.

Penjelasan David Pajung

David Pajung menjelaskan mengapa Jokowi hanya melemparkan “kode” atau isyarat soal siapa yang diduga menjadi dalang di balik isu ijazah palsu. Setelah lengser dari kursi RI1, Jokowi diterpa isu ijazah palsu, khususnya ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sejumlah nama seperti Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma mempertanyakan keabsahan ijazah ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu.

Di tengah pusaran isu ijazah palsu, nama SBY dan Partai Demokrat ikut terseret. SBY dituding sebagai sosok yang mengorkestrasi atau menggulirkan isu ijazah palsu Jokowi, sebuah tudingan yang dilontarkan oleh relawan Jokowi.

Peran Orang Besar

Jokowi sudah beberapa kali memberikan isyarat adanya “orang besar” di balik tudingan ijazah palsu. Namun, ia tidak pernah secara gamblang mengungkap siapa sosok orang besar yang dimaksud. Menurut David Pajung, Jokowi memang tidak mengungkapnya dan hanya memberikan pertanda bahwa isu tersebut awet bertahun-tahun berembus.

David menilai, Jokowi adalah orang yang paling beretika. Meski begitu, ia menilai Jokowi sudah mengetahui ada sosok yang besar berkat berbagai informasi valid yang dia dapat.

Tudingan Terhadap Partai Demokrat

David menyebut bahwa sosok di balik tudingan ijazah palsu Jokowi berkaitan erat dengan Partai Demokrat, yang didirikan, dibesarkan, dan dinaungi oleh SBY. Ia pun menyinggung nama Roy Suryo, yang dulu sempat menjadi kader Partai Demokrat sebelum mengundurkan diri pada Maret 2020 lalu.

Lalu, David juga membawa nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Benny K. Harman yang sempat memuji langkah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani menunjukkan ijazah pada November 2025, saat tudingan ijazah palsu Jokowi masih bergulir.

Kemudian, David menyinggung nama Denny Indrayana, yang didukung Partai Demokrat saat maju sebagai calon legislatif DPR RI di Pemilu 2024 lalu, dan kini menjadi salah satu anggota tim kuasa hukum Roy Suryo.

Dua Kali Jokowi Singgung Orang Besar

Tercatat, Jokowi sudah dua kali menggemakan adanya “orang besar” di balik tudingan ijazah palsu.

  1. Keterangan di Solo, 27 Juli 2025

    Pada Juli 2025, Jokowi menyebut ada orang besar yang berada di balik isu pemakzulan Gibran dan tudingan ijazah palsu yang terus mendera dirinya. Ia pun mengaku memiliki feeling atau perasaan yang kuat mengenai agenda besar politik dari kedua isu tersebut. Menurutnya, agenda besar politik ini bertujuan untuk menjatuhkan nama baik dan reputasinya.

  2. Wawancara Eksklusif 9 Desember 2025

    Lima bulan kemudian, Jokowi kembali menyinggung soal dugaan “orang besar” yang merawat tudingan ijazah palsu hingga berlarut-larut. Ia lagi-lagi menyebutkan ada agenda tertentu atau operasi politik di balik isu ijazah, sebab isu tersebut sudah berlarut-larut dan tak kunjung selesai.

Dugaan Lain Soal Dalang dan Orkestrasi

Sejauh ini ada beberapa pihak dari lingkar Jokowi yang juga menduga ada dalang yang sengaja mengorkestrasi atau mengatur bergulirnya tudingan ijazah palsu Jokowi.

Pertama, Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan yang merupakan loyalis Jokowi, pernah memberikan clue atau pertanda mengenai siapa dalang sebenarnya di balik santernya isu ijazah. Dalam acara tersebut, Ade mengenakan pakaian berwarna biru, sehingga timbul spekulasi bahwa dalang yang dimaksud adalah Partai Biru, yang belakangan mengarah ke Partai Demokrat.

Kemudian, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Silfester Matutina menyebut bahwa Roy Suryo cs hanyalah pion yang digerakkan oleh tokoh berkekuatan besar yang ingin Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berpisah.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *