"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Andi Arief Tuduh SBY Terlibat dengan Megawati dalam Isu Ijazah Jokowi

Politisi Partai Demokrat Andi Arief Bantah Isu Keterlibatan SBY dalam Kasus Ijazah Jokowi

Andi Arief, seorang politisi Partai Demokrat, menyatakan bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlibat dalam isu ijazah palsu yang dituduhkan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut adalah fitnah belaka dan tidak benar.

Dalam pernyataannya, Andi Arief mengungkap bahwa SBY merasa terganggu dengan berbagai isu yang muncul di media sosial. Menurutnya, SBY disebut sebagai dalang dalam kasus ijazah Jokowi, bahkan ada narasi yang menyebut bahwa ia berkolaborasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Andi Arief menulis di akun Z miliknya, ‘Sangat masif sekali fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim, yang kita tahu afiliasinya ke mana, yang membuat berita fitnah.’”

Ia juga menjelaskan bahwa SBY sempat bertemu dengannya untuk membahas isu tersebut. Menurut Andi, SBY merasa sangat terganggu karena tudingan-tudingan yang tidak benar itu. Oleh karena itu, ia meminta agar para pengguna media sosial yang menyebarkan fitnah segera menghentikannya.

Hubungan SBY dan Jokowi yang Baik

Andi Arief menegaskan bahwa hubungan antara SBY dan Jokowi selama ini sangat baik. Ia menilai bahwa SBY tidak pernah melakukan hal-hal yang bisa merusak hubungan tersebut. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap membela SBY.

“Kita tahu selama ini Pak SBY selalu mengajarkan politik yang putih, politik yang bersih, yang tidak menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah. Tapi kalau kita dizalimi, difitnah, kita harus melawan,” ujarnya.

Penetapan Tersangka dalam Kasus Ijazah Palsu

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Delapan tersangka tersebut dibagi menjadi dua klaster berdasarkan perbuatannya.

Klaster pertama terdiri dari penghasutan untuk melakukan kekerasan kepada penguasa umum, yaitu Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis. Mereka dijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.

Sementara itu, klaster kedua terdiri dari upaya manipulasi dokumen elektronik dengan menghapus atau menyembunyikan informasi, yaitu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Mereka dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait perbuatan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.

Profil Singkat Andi Arief

Andi Arief lahir di Bandar Lampung, Lampung, pada 20 November 1970. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero) sejak tahun 2024. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.

Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam dari tahun 2009 hingga 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Aktivis 1998

Andi dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi pada masa mudanya. Ia aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada pertengahan dekade 1990-an. Di SMID, Andi sempat menjabat sebagai ketua pada 1996.

Pada 1998, ketika gerakan Reformasi bergelora, Andi beserta sejumlah aktivis sempat menjadi korban penculikan dua bulan sebelum jatuhnya Soeharto. Namun, ia salah satu yang dilepaskan.

Relawan SBY

Setelah Reformasi, nama Andi muncul kembali di publik pada 2004 menjelang pemilihan umum. Ia menempatkan diri sebagai salah satu pimpinan organisasi relawan yang menyokong elektabilitas kandidat pemilu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Karier Mencerca di Era SBY

Secara bertahap, ia diberikan sejumlah posisi, antara lain dari Komisaris PT Pos Indonesia hingga staf khusus presiden. Kariernya di politik juga demikian pesat. Ia sampai dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat hingga saat ini.

Kontroversi di Media Sosial

Dalam dinamika Pemilu 2019 ini, Andi beberapa kali menyita perhatian publik. Ia kerap kali melontarkan pernyataan bernuansa sensasi sekaligus mengundang kontroversi di media sosial.

Contohnya, ketika Prabowo Subianto mengumumkan calon wakil presiden pendampingnya di Pilpres 2019, tepatnya Rabu (8/8/2018), Andi mengatakan, Partai Demokrat terancam batal berkoalisi dengan Partai Gerindra dan kawan-kawan.

Pernah Ditangkap Karena Narkoba

Andi Arief ditangkap polisi di sebuah hotel yang berada di kawasan Slipi, Jakarta Barat pada Minggu (3/2/2019). Setelah dilakukan pemeriksaan tes urine, Andi Arief dinyatakan positif mengandung metaphetamine atau narkoba jenis sabu. Ia lalu mendapatkan rehabilitasi jalan setelah kedapatan memakai narkoba jenis sabu.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *