"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Fakta di Balik Pemimpin Banteng Solo, Aria Bima Gantikan FX Rudy

Penetapan Kepemimpinan di PDIP Solo: Aria Bima Gantikan FX Rudy

PDI Perjuangan (PDIP) kembali mengalami perubahan dalam struktur kepemimpinannya, khususnya di tingkat Kota Surakarta. Yohanes Aria Bima Trihastoto, yang lebih dikenal sebagai Aria Bima, resmi ditunjuk oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Solo periode 2026–2030. Penunjukan ini menjadi langkah strategis partai dalam memperkuat keberadaannya di wilayah yang dikenal sebagai basis kuat PDIP.

Aria Bima menggantikan posisi FX Hadi Rudyatmo, sosok yang selama ini menjadi tokoh penting di tubuh partai. Penggantian ini menandai awal dari era baru dalam kepemimpinan PDIP Solo, dengan harapan bahwa Aria Bima mampu membawa arah yang lebih progresif dan menjaga kesinambungan visi partai.

Profil Singkat Aria Bima

Aria Bima adalah seorang politisi senior PDIP yang telah lama berkiprah di dunia politik nasional. Ia lahir pada 29 Mei 1965 di Semarang. Sebagai alumnus Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), ia aktif dalam organisasi mahasiswa, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Senat Fisipol UGM pada 1987–1989. Aria Bima bergabung dengan PDIP pada tahun 1998 dan pertama kali masuk ke DPR RI pada periode 2004–2009.

Selama lebih dari dua dekade, Aria Bima aktif sebagai anggota legislatif dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI periode 2024–2029. Dalam jabatan tersebut, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan pemerintahan serta reformasi birokrasi. Ia juga dikenal sebagai legislator yang vokal dalam menyuarakan isu-isu demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Rekam Jejak dan Kontribusi

Aria Bima mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang mencakup Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten. Dalam pemilu 2024, ia berhasil meraih 115.123 suara, membuktikan bahwa ia memiliki basis dukungan yang kuat di wilayah tersebut.

Di Komisi II DPR, Aria Bima memiliki pandangan tegas terkait mekanisme legislasi. Ia sering menyampaikan pendapat bahwa RUU Pemilu seharusnya dibahas di Komisi II DPR, bukan di Baleg. Selain itu, ia juga giat mendorong modernisasi birokrasi, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengarsipan nasional melalui sistem Srikandi atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi.

Perubahan Struktur Kepemimpinan

Perubahan struktur kepemimpinan PDIP Solo menandai penyegaran total dalam jajaran pengurus inti untuk masa bakti 2025–2030. Dua tokoh utama PDIP Solo, yaitu FX Hadi Rudyatmo dan Teguh Prakosa, tidak lagi masuk dalam jajaran pengurus inti. Penunjukan Aria Bima dilakukan melalui Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang pada 27–28 Desember 2025.

Posisi Sekretaris kini dijabat oleh Budi Prasetyo (Ketua DPRD Solo), sedangkan posisi Bendahara dipercayakan kepada Bambang Gage. Keputusan ini dibacakan langsung oleh Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 13.33/KPTSDESKP/YTT/XII/2025 yang ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto.

Tanggapan dari Kader dan Demisioner

Meski sempat ada harapan dari kader untuk menunjuk Teguh Prakosa sebagai Ketua DPC, penunjukan langsung oleh pusat menjadi keputusan final yang harus diikuti. Teguh Prakosa, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPC, menanggapi hasil tersebut dengan singkat. Ia menyatakan bahwa masa tugasnya telah selesai seiring dengan terbentuknya kepengurusan baru.

“Saya sudah demisioner,” pungkas Teguh.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *