"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Liburan hemat di Curug Pelangi Cimahi

Lokasi Wisata Alami yang Menarik

Tidak jauh dari Kota Bandung, terdapat sebuah lokasi wisata alam yang menarik yaitu air terjun. Air terjun ini memiliki dua nama, yaitu Curug Cimahi dan Curug Pelangi. Di dalam Bahasa Sunda, “Curug” merujuk pada air terjun. Saat ini, masyarakat lebih sering menyebutnya dengan nama Curug Pelangi Cimahi.

Curug Pelangi Cimahi terletak di wilayah administratif Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Jalan Kolonel Masturi Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Lokasinya dekat dengan Lembang. Meskipun sekarang dikenal sebagai Curug Pelangi, dulu nama tersebut adalah Curug Cimahi karena aliran air terjun mengalir ke Sungai Cimahi. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Curug Pelangi lebih populer di kalangan anak muda karena seringnya terlihat pelangi ketika sinar matahari menyinari aliran air terjun tersebut.

Akses Menuju Curug Pelangi Cimahi

Saat musim liburan sekolah, Curug Pelangi Cimahi banyak dikunjungi oleh wisatawan. Namun mayoritas pengunjungnya adalah para anak muda. Hal ini dikarenakan untuk mencapai lokasi air terjun tersebut dibutuhkan upaya menuruni dan menaiki 587 anak tangga. Meskipun begitu, lokasi curug ini mudah dijangkau oleh berbagai jenis kendaraan karena pintu masuknya berada tepat di tepi jalan raya. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil, lalu memarkir di area yang disediakan oleh pengelola. Selain itu, juga tersedia angkutan pedesaan jurusan Cimahi – Cisarua.

Daya Tarik Wisata

Tujuan liburan ke Curug Pelangi Cimahi adalah salah satu daya tarik utamanya yaitu adanya pelangi di air terjun tersebut. Biasanya pelangi muncul saat sinar matahari pagi dan sore hari langsung jatuh menyorot ke aliran air terjun. Namun, saat saya berkunjung di pagi hari sekitar jam 8 pagi, kondisi langit sedang mendung.

Selain efek pelangi, daya tarik lain dari Curug Pelangi Cimahi adalah pemandangan alam yang hijau. Lokasi sekitar curug ini banyak tumbuh pepohonan besar yang rimbun. Udara pun sangat sejuk. Gemericik air yang mengali di sungai di bawah air terjun tersebut terasa sangat menyenangkan. Para pengunjung juga bisa menikmati bermain-main air di sekitar sungai, di bawah cekungan tempat jatuhnya air dari ketinggian air terjun tersebut. Airnya sendiri sangat jernih dan bening. Curug Pelangi Cimahi memiliki ketinggian mencapai 87 meter, menjadikan salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat. Tebing-tebing tinggi yang diselimuti kehijauan berbagai jenis tumbuhan seakan-akan memeluk air terjun tersebut. Pohon-pohon pinus banyak berjejer tumbuh di lereng-lereng sekitar tebing tersebut.

Fasilitas yang Tersedia

Curug Pelangi Cimahi buka setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 WIB. Tiket masuk ke curug ini sebesar Rp 22.000 per orang. Curug ini dikelola oleh Perhutani. Untuk biaya parkir kendaraan, sepeda motor sebesar Rp 5000 dan mobil sebesar Rp 10.000. Parkir ini bertempat di halaman berbagai jenis toko dan warung makanan, dan dikelola oleh juru parkir dari pihak pemerintah desa setempat.

Di Curug Pelangi Cimahi ini, terdapat fasilitas anak tangga untuk para pengunjung mencapai lokasi air terjun. Sepanjang anak tangga tersebut, dilengkapi dengan pegangan anak tangga untuk berpegangan sehingga cukup aman bagi para pengunjung. Sayangnya, tinggi anak tangga tersebut tidak nyaman karena terlalu tinggi untuk dipijak dan terlalu terjal. Saya sendiri tidak menyarankan para orang tua yang sudah sepuh untuk berkunjung ke lokasi curug tersebut karena lokasinya yang berat dan curam.

Sepanjang rute menuju air terjun, pihak pengelola menyediakan beberapa panggung terbuat dari besi baja untuk beristirahat para pengunjung. Panggung tersebut juga dibuat menjorok agak ke luar lereng karena diperuntukkan sebagai tempat berfoto dengan latar belakang air terjun. Namun disarankan para pengunjung, hanya boleh berempat saja berada di atas panggung tersebut. Untuk sampai ke lokasi air terjun di bawah, perjalanan menuruni anak tangga lumayan cepat. Hanya sekitar 30 menit saja. Mungkin karena jalannya menurun. Tapi saat perjalanan pulang, memakan waktu sekitar 60 menit atau lebih karena perjalanannnya naik mendaki anak tangga hingga ke atas.

Saat tiba di lokasi air terjun, para pengunjung bisa beristirahat dengan duduk-duduk di sekitar tepian aliran air sungai. Ada bangku-bangku kayu untuk duduk. Ada juga gazebo untuk berteduh kalau ada hujan. Selain itu, toilet umum ada tersedia dan cukup bersih. Bagi umat muslim, disediakan juga mushola.

Jika haus dan lapar, tapi lupa bawa bekal, jangan khawatir. Ada 2 warung di lokasi air terjun. Warung tersebut menjual makanan seperti mie rebus, aneka gorengan, kue dan roti. Minuman pun dijual di warung-warung tersebut. Jangan khawatir, harganya sangat murah. Dengan Rp 25.000, sudah membuat perut kenyang untuk menikmati mie rebus, lima buah gorengan, dua botol air mineral dan secangkir kopi.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Sesampainya di bawah air terjun, tentunya kegiatan utama yang dilakukan adalah bermain air. Terpaan percik butiran air yang mengenai muka terasa sangat menyegarkan. Butiran air itu terbang dihembus oleh angin lalu secara lembut menyentuh muka dan sekujur tubuh. Anak saya kadang berteriak ketika tidak lagi butiran air halus yang menerpa tubuhnya tetapi semburan air yang cukup besar ketika angin berhembus kencang membawa butiran air terjun. Padahal anak saya dan pengunjung lainnya, bermain air itu masih cukup jauh dari lokasi cekungan kolam tempat air terjun jatuh ke bawah lalu mengalir menjadi sebuah aliran sungai kecil.

Banyak para pengunjung, termasuk saya dan anak merasa betah bermain-main di aliran sungai di dekat jatuhnya aliran air terjun tersebut. Muka sengaja dihadapkan ke arah air terjun. Berharap ada hembusan angin yang membawa percik air. Duduk berlama-lama di batu-batu sambil menatap air terjun dan pemandangan sekeliling sungguh tak membosankan. Selama hampir 2 jam bermain air tersebut membuat waktu tidak terasa. Sebetulnya masih betah, tapi perut tidak bisa diajak kompromi. Hingga akhirnya, saya dan anak memutuskan untuk beristirahat dan makan di warung. Setelah mengambil beberapa foto, kami berdua menuju lokasi warung yang paling dekat dengan aliran sungai. Saat itu, kami menyadari ternyata baju yang dikenakan itu sebagian basah karena terpercik oleh hembusan air terjun.

Ketika matahari mulai meninggi, sepertinya harus segera pulang. Langit terlihat mendung. Awan tebal menghitam terlihat bergerak terbawa angin. Padahal, sebetulnya masih betah berlama-lama. Tapi baiklah, suatu waktu nanti bakal kembali ke sini. Liburan ke Curug Pelangi Cimahi ini, hemat biaya liburan. Hanya bermodal bensin sebanyak 3 liter, motor sudah bisa pulang pergi mengantar liburan. Harga tiket masuk yang murah dan harga makanan minuman di warung pun murah pula. Murah meriah tapi membahagiakan.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *