Cara Minum Obat yang Benar
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan panduan penting tentang cara meminum obat yang benar. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi BPOM, @bpom_ri, pada Minggu (14/12/2025). BPOM menjelaskan bahwa obat dibagi menjadi dua jenis, yaitu obat padat dan obat cair, masing-masing memiliki cara minum yang berbeda.
“#SahabatBPOM, coba dicek lagi deh, apakah cara kamu minum obat sudah benar atau belum?” tulis keterangan unggahan tersebut.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara minum obat yang tepat sesuai rekomendasi BPOM:
Cara Minum Obat Padat
- Minum bersama dengan air putih.
- Jangan digerus, dikunyah, atau dihisap bila tidak diberi petunjuk demikian.
Cara Minum Obat Cair
- Kocok terlebih dahulu sebelum diminum.
- Gunakan sendok takar atau ukuran yang sesuai dengan petunjuk pada kemasan.
Selain itu, BPOM juga menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat meminum obat, antara lain:
* Perhatikan dosis obat yang harus diminum.
* Perhatikan waktu minum obat, apakah sebelum, bersamaan, atau sesudah makan.
Aturan Minum Obat 1, 2, dan 3 Kali Sehari
Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, PhD, Pharm, menyampaikan panduan serupa. Menurutnya, selain dosis, seseorang juga perlu memperhatikan waktu minum obat. Beberapa obat diminum satu, dua, atau tiga kali dalam sehari.
Untuk obat yang diminum tiga kali sehari, interval waktu idealnya delapan jam. Hal ini karena 24 jam dibagi tiga kali minum. Sementara itu, untuk obat yang diminum dua kali sehari, intervalnya adalah 12 jam. Untuk obat yang diminum sekali sehari, usahakan minum di jam yang sama setiap hari.
Zullies menjelaskan bahwa ada obat yang perlu diminum hingga habis sesuai jumlah yang diresepkan dokter, seperti antibiotik. Tujuannya adalah agar bakteri penyebab penyakit dapat dibunuh secara efektif. Namun, untuk obat tertentu, jika keluhan sudah hilang, tidak perlu dikonsumsi hingga habis.
Tujuan dari interval waktu yang konsisten adalah untuk menjaga kadar obat tetap tersedia dalam tubuh. Dengan begitu, efek obat bisa bekerja optimal.
Alasan Aturan Minum Obat Sebelum, Saat, dan Setelah Makan
Zullies juga menjelaskan alasan mengapa aturan minum obat sebelum, saat, dan setelah makan sangat penting. Berdasarkan cara kerja obat yang berbeda-beda, aturan ini ditetapkan untuk memaksimalkan efek obat dan mengurangi efek samping.
- Obat yang diminum sebelum makan biasanya bertujuan agar obat lebih cepat diserap oleh tubuh. Contohnya adalah obat maag seperti omeprazol atau lansoprazol, yang diminum 30 menit sebelum makan agar bekerja maksimal.
- Obat yang diminum setelah makan umumnya karena obat tersebut dapat mengiritasi lambung jika diminum saat perut kosong. Contohnya adalah obat pereda nyeri seperti asam mefenamat atau ibuprofen.
- Obat yang diminum saat makan bertujuan agar obat bercampur langsung dengan makanan, sehingga efek samping bisa berkurang. Beberapa obat, seperti vitamin larut lemak dan obat antijamur, juga membutuhkan lemak dalam makanan agar dapat diserap optimal.
Dengan mematuhi aturan minum obat sesuai resep dokter, seseorang dapat memastikan bahwa obat bekerja secara efektif dan aman. Prinsip utamanya adalah menjaga kadar obat tetap stabil dalam tubuh.











