Selama 13 tahun terakhir, majalah Forbes telah menjadi pengingat akan keberhasilan para pemimpin muda di bawah usia 30 tahun. Daftar 30 Under 30 yang rutin diterbitkan setiap tahun ini menyoroti talenta-talenta terbaik di berbagai industri, mulai dari teknologi hingga hiburan. Banyak alumni dari daftar ini kini telah menjadi tokoh penting dalam dunia bisnis dan budaya global.
Beberapa dari mereka bahkan berhasil mencapai status miliarder, meskipun jumlahnya sangat sedikit. Dari ratusan alumni yang masuk daftar, hanya sekitar 46 orang yang berhasil meraih kekayaan di atas satu miliar dolar AS. Berikut adalah beberapa nama-nama yang sukses membangun bisnis besar dan menjadi miliarder:
1. Zhang Yiming – US$63,9 Miliar
Zhang Yiming, pendiri ByteDance, pertama kali muncul dalam daftar 30 Under 30 pada tahun 2013 saat usianya masih 29 tahun. Perusahaan yang ia dirikan, TikTok, kini menjadi salah satu aplikasi media sosial terbesar di dunia. Kekayaannya yang mencapai US$63,9 miliar menjadikannya orang terkaya ke-26 di dunia.
2. Patrick Collison – US$10,1 Miliar
Patrick Collison bersama saudaranya, John, mendirikan Stripe, platform pembayaran digital yang kini bernilai US$91,5 miliar. Mereka menjadi miliarder setelah perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan pesat dan melantai di pasar modal.
3. Daniel Ek – US$8,6 Miliar
Daniel Ek, pendiri Spotify, juga termasuk dalam daftar 30 Under 30 pada tahun 2012. Keberhasilannya dalam memperkenalkan layanan streaming musik yang mudah digunakan membawanya menjadi miliarder. Saat ini, valuasi Spotify mencapai US$18 miliar.
4. Melanie Perkins – US$7,6 Miliar
Melanie Perkins, pendiri Canva, menjadi miliarder setelah platform desain digitalnya berkembang pesat. Valuasi Canva kini mencapai US$40 miliar, menjadikannya salah satu startup terbesar di dunia.
5. Vlad Tenev – US$6,2 Miliar
Vlad Tenev bersama Baiju Bhatt mendirikan Robinhood, platform perdagangan saham tanpa biaya komisi. Meski sempat menghadapi regulasi ketat, kekayaannya kini meningkat signifikan berkat investasi AI dan tokenisasi.
6. Josh Kushner – US$5,2 Miliar
Josh Kushner, pendiri Thrive Capital, telah menjadi investor penting bagi banyak startup seperti Instagram, Spotify, dan OpenAI. Kekayaannya mencapai US$5,2 miliar setelah perusahaan investasinya berkembang pesat.
7. Palmer Luckey – US$3,5 Miliar
Palmer Luckey, pendiri Oculus VR, menjual perusahaan tersebut ke Facebook pada tahun 2014. Kini, ia memiliki perusahaan teknologi pertahanan Anduril yang bernilai US$30,5 miliar.
8. Kevin Systrom – US$2,3 Miliar
Kevin Systrom, salah satu pendiri Instagram, menjual aplikasi tersebut ke Facebook pada tahun 2012. Kekayaannya kini mencapai US$2,3 miliar berkat saham yang ia miliki.
9. Brendan Foody – US$2,2 Miliar
Brendan Foody, pendiri Mercor, bergabung dengan dua rekan lainnya untuk membangun perusahaan AI yang bernilai US$10 miliar. Ketiganya menjadi miliarder termuda di dunia.
10. Sam Altman – US$2 Miliar
Sam Altman, CEO OpenAI, menjadi miliarder melalui investasi awalnya di berbagai startup ternama. Kini, ia bekerja sama dengan Jony Ive untuk mengembangkan iPhone versi AI.
11. Vivek Ramaswamy – US$1,8 Miliar
Vivek Ramaswamy, mantan kandidat presiden, menjadi miliarder setelah menjual saham perusahaan bioteknologinya. Ia juga mendirikan perusahaan investasi anti-woke yang kini bernilai tinggi.
12. Taylor Swift – US$1,6 Miliar
Taylor Swift, penyanyi legendaris, menjadi miliarder berkat kesuksesan tur dan penjualan album yang luar biasa. Kekayaannya kini mencapai US$1,6 miliar.
13. Lucy Guo – US$1,4 Miliar
Lucy Guo, pendiri Scale AI, menjadi miliarder setelah perusahaan AI-nya berkembang pesat. Kini, Scale AI bernilai US$29 miliar.
14. Steve Huffman – US$1,2 Miliar
Steve Huffman, pendiri Reddit, menjadi miliarder setelah perusahaan tersebut melantai di pasar modal. Kekayaannya kini mencapai US$1,2 miliar.
15. Shayne Coplan – US$1 Miliar
Shayne Coplan, pendiri Polymarket, menjadi miliarder setelah platform taruhan digitalnya berkembang pesat. Kini, valuasi Polymarket mencapai US$9 miliar.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











