Penjelasan Mustofa Iskandar Mengenai Materai Hijau pada Ijazah Jokowi
Mustofa Iskandar, seorang teman dekat mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan jawaban terhadap argumen yang disampaikan oleh Profesor Ciek Julyati Hisyam mengenai materai hijau pada ijazah Jokowi. Hal ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keaslian ijazah presiden yang pernah menjabat selama dua periode.
Mustofa Iskandar adalah salah satu tokoh yang pernah menjadi Ketua Angkatan Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1980. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris di PT Pupuk Indonesia. Dalam pernyataannya, Mustofa memastikan bahwa ijazah Jokowi menggunakan stempel berwarna hijau, bukan merah seperti yang dikhawatirkan oleh beberapa pihak.
Perlu diketahui bahwa Profesor Ciek Julyati Hisyam, seorang sosiolog hukum dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebelumnya menyatakan bahwa ijazah S1 UGM milik Jokowi kemungkinan besar palsu. Menurutnya, jika ijazah itu asli, maka Jokowi seharusnya bersedia menunjukkan dokumen tersebut kepada publik. Ia juga menyoroti adanya materai berwarna hijau di ijazah Jokowi, yang menurutnya tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985.
Ciek menjelaskan bahwa dalam undang-undang tersebut, materai yang digunakan pada ijazah adalah berwarna ungu. Ia menegaskan bahwa warna hijau hanya digunakan untuk gambar Garuda dan bukan keseluruhan bagian ijazah. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya lulusan tahun 1985, tetapi dari kampus yang berbeda, yaitu IKIP Jakarta, dan tidak ada materai berwarna hijau pada ijazahnya.
Namun, Mustofa Iskandar membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh lulusan Fakultas Kehutanan UGM dari angkatan yang sama dengan Jokowi memiliki ijazah dengan jenis materai yang serupa. Hal ini sudah ia cocokkan dengan dokumen kelulusannya dan rekan-rekannya.
Mustofa menjelaskan bahwa UGM memiliki empat kali wisuda setiap tahun, yaitu Februari, Mei, Agustus, dan November. Ia menekankan bahwa tidak ada mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang mengikuti wisuda pada periode Februari yang menggunakan materai berwarna merah. “Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau,” ujarnya.
Dengan demikian, Mustofa menyatakan bahwa klaim bahwa ijazah Jokowi bermaterai merah tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan bahwa jika benar-benar bermaterai merah, maka itu bukan berasal dari angkatan 1980.
Profil Lengkap Mustofa Iskandar
Mustofa Iskandar adalah sosok yang memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat. Ia lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1986. Selain itu, ia juga berhasil meraih gelar Sarjana Muda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) – kini bernama Universitas Islam Negeri (UIN) – Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 1996, Mustofa melanjutkan studi ke University of Philippines Los Banos dan meraih gelar Magister Manajemen Pembangunan.
Tidak berhenti di situ, Mustofa juga meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2006. Pada 2014, ia sukses meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta. Nama lengkapnya adalah Dr. Ir. Mustoha Iskandar, S.H., MDM.
Sebelum menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 4 Agustus 2020, Mustofa pernah menjabat posisi serupa di PT Pusri Palembang pada 2016-2018. Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama Perhutani periode 2014-2019, yang tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor 231/MBU/10/2014 tanggal 17 Oktober 2014.
Selain itu, Mustofa juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani selama tiga bulan, yakni Agustus-November 2016. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan akademis, seperti mengisi kuliah umum di Universitas Bengkulu pada Oktober 2017 dan di Universitas Kuningan pada September 2018.
Riwayat Jabatan Mustofa Iskandar
Berikut riwayat jabatan Mustofa Iskandar:
- Direktur Komersial Kayu Perum Perhutani
- Direktur Perum Perhutani (2014-2019)
- Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani (2016)
- Komisaris Independen PT Pusri Palembang (2016-2018)
- Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) (2020-2025)











