Kritik terhadap Keputusan Bupati Aceh Selatan yang Pergi Umrah Saat Daerah Dilanda Banjir
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menjadi sorotan setelah diketahui melakukan ibadah umrah saat daerahnya sedang menghadapi bencana banjir bandang. Keputusan ini menimbulkan kritik dari berbagai pihak, termasuk Partai Gerindra dan Pemerintah Provinsi Aceh.
Penolakan Izin Perjalanan ke Luar Negeri
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyatakan bahwa ia tidak menandatangani surat izin perjalanan luar negeri yang diajukan oleh Mirwan. Ia menegaskan bahwa izin tersebut tidak diberikan karena Aceh sedang dalam status darurat bencana hidrometeorologi. Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa permohonan izin Mirwan diajukan pada 24 November 2025, namun ditolak karena kondisi darurat di wilayah Aceh.
Tindakan dari Partai Gerindra
Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menyampaikan rasa menyayangkan atas keputusan Mirwan. Ia menyatakan bahwa DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan Mirwan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Ini dilakukan karena dinilai tidak sesuai dengan sikap dan kepemimpinan yang seharusnya.
Tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga mengambil sikap tegas terhadap keberangkatan Mirwan. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyatakan bahwa Mirwan tidak memiliki izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia menekankan bahwa kepala daerah harus fokus pada penanganan bencana, bukan melakukan perjalanan ibadah.
Pembelaan dari Mirwan MS
Mirwan MS memberikan klarifikasi bahwa ia telah mengecek kondisi banjir sebelum berangkat. Ia menyatakan bahwa situasi di Aceh Selatan terkendali dan penanganan bencana tetap berjalan efektif melalui komando posko utama dan OPD terkait. Ia juga menyebut bahwa surat dari Gubernur Aceh baru diterima setelah ia berada di Mekkah, sehingga terjadi miskomunikasi.
Riwayat Karier dan Organisasi
Mirwan MS lahir di Peulumat Labuhan Haji, Aceh Selatan, pada 19 Maret 1975. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang cukup baik, mulai dari SD hingga S2. Selain itu, ia aktif dalam berbagai organisasi seperti Kamomat, Yayasan Panti Asuhan Payung Agung, dan lainnya.
Karir Politik
Mirwan MS menjadi Bupati Aceh Selatan sejak 17 Februari 2025 hingga 2030. Ia juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Pada Pilbup Aceh Selatan 2024, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan masa jabatan 2025–2030 berpasangan dengan politikus Partai Demokrat, Baital Mukadis. Pasangan ini berhasil unggul dengan meraih 51.609 suara atau 36,32 persen dari total suara sah.
Harta Kekayaan Mirwan MS
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Mirwan MS memiliki kekayaan senilai Rp 25.958.970.622. Kekayaan ini terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, serta harta lainnya. Berikut rincian harta kekayaannya:
- Tanah dan Bangunan
- Tanah dan bangunan seluas 95 m2/172 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 1.450.000.000.
- Tanah seluas 579 m2 di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 868.500.000.
- Tanah dan bangunan seluas 517 m2/312 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 13.000.000.000.
- Tanah seluas 4.283 m2 di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 564.055.000.
-
Tanah dan bangunan seluas 769 m2/769 m2 di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 6.000.000.000.
-
Alat Transportasi dan Mesin
- Mobil Toyota Fortuner tahun 2017, hasil sendiri: Rp 435.000.000
- Mobil Daihatsu pick up tahun 2014, hasil sendiri: Rp 72.000.000
- Komatsu Hydraulic Excavator PC 200-6 tahun 2007, hasil sendiri: Rp 450.000.000
- Mobil Mitsubishi Colt Diesel Dump Truck FE 74 tahun 2008, hasil sendiri: Rp 185.000.000
- Mobil Mitsubishi Colt Diesel Dump Truck FE SHD tahun 2009, hasil sendiri: Rp 195.000.000
- Komatsu Excavator VC 200/5 tahun 2004, hasil sendiri: Rp 260.000.000
- Mobil Toyota Fortuner VRZ 4X2 tahun 2021, hasil sendiri: Rp 450.000.000
- Mobil Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
- Mobil, Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
- Mobil Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
-
Mobil Toyota Camry 2.5V AT tahun 2019, hasil sendiri: Rp 400.000.000.
-
Harta Lainnya
- Harta bergerak lainnya: Rp 321.400.000
- Kas dan setara kas: Rp 223.015.622
-
Harta lainnya: Rp 710.000.000.
-
Utang
- Utang: Rp 225.000.000.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











