"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kepala Aceh Selatan Diduga Telepon Mendagri Saat Umrah Tanpa Izin di Tengah Bencana

Peristiwa Bupati Aceh Selatan yang Umrah di Tengah Bencana Banjir

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan telepon langsung kepada Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, saat ia sedang menjalani ibadah umrah. Kejadian ini terjadi di tengah bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh, termasuk kota yang dipimpin oleh Mirwan.

Pemanggilan Mendagri terhadap Mirwan dilakukan untuk meminta klarifikasi mengenai kepergiannya saat warga sedang menghadapi musibah. Menurut informasi yang diperoleh, Mirwan tidak memiliki izin dari Mendagri maupun Gubernur Aceh sebelum berangkat ke luar negeri. Hal ini menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama karena situasi darurat yang sedang dialami masyarakat.

Benni Irwan, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menyampaikan bahwa Mirwan akan kembali ke Indonesia pada hari Minggu berikutnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Kemendagri telah mengirim tim Inspektorat Jenderal (Itjen) ke Aceh untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait perjalanan Bupati tersebut.

Tim Itjen akan melakukan pemeriksaan setelah Mirwan pulang ke tanah air. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh prosedur, kewenangan, dan ketentuan hukum telah dipatuhi dengan benar.

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyatakan bahwa Mirwan memang berangkat umrah tanpa izin dari Mendagri. Ia juga menegaskan bahwa tim akan segera bertolak ke Aceh untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengakui bahwa dirinya tidak menandatangani surat izin perjalanan luar negeri bagi Mirwan. Ia juga menyatakan bahwa ia sudah melarang Bupati tersebut untuk pergi umrah di tengah bencana banjir. Namun, menurut Mualem, Mirwan tetap melanggar larangan tersebut.

“Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci,” ujar Mirwan. Ia menyatakan bahwa keterlambatan informasi disebabkan oleh gangguan listrik akibat bencana banjir. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam.

Mirwan juga menjelaskan bahwa sebelum berangkat, ia telah turun ke lapangan untuk meninjau korban banjir dan situasi wilayahnya. Ia juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja sesuai alur komando agar penanganan korban banjir bisa dilakukan semaksimal mungkin.

Menurut Mirwan, situasi yang sudah terkendali menjadi alasan utama ia tetap berangkat ibadah umrah untuk menunaikan nazar pribadinya.

Plt Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, juga memberikan pernyataan terkait keberangkatan Mirwan. Menurut Diva, keberangkatan Bupati dilakukan setelah meninjau kondisi wilayahnya pasca-banjir. Ia membantah narasi bahwa Mirwan meninggalkan warganya di tengah bencana banjir.

“Terkait dengan narasi yang menyatakan Bupati meninggalkan rakyatnya ketika bencana banjir melanda kami sampaikan hal ini tidak tepat,” kata Diva. Ia menjelaskan bahwa Bupati beserta istrinya telah beberapa kali mengunjungi lokasi terdampak seperti Trumon Raya dan Bakongan Raya.

Selain itu, Diva menyatakan bahwa Mirwan turut serta dalam menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Ia juga memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk bergerak cepat menangani banjir.

Diketahui, Mirwan menjadi sorotan setelah fotonya bersama sang istri berangkat umrah beredar di media sosial. Keputusan Mirwan berangkat umrah menuai kritik keras dari publik karena dilakukan di tengah bencana banjir yang melanda wilayahnya. Terlebih, Mirwan berangkat umrah setelah menandatangani surat ketidaksanggupan menangani bencana banjir di wilayahnya tanpa bantuan pemerintah provinsi maupun pusat.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *