Hobi mengambil foto bisa dianggap sebagai kegiatan rutin ketika saya pergi ke suatu tempat. Meskipun tujuan utamanya hanya untuk antar Ibu ke rumah sakit, saya selalu berusaha memanfaatkan waktu tersebut untuk menangkap momen yang menarik. Objek yang sering saya jepret bukanlah suasana rumah sakit itu sendiri, melainkan kantin yang menyediakan berbagai makanan atau sudut-sudut yang menarik perhatian saya.
Dalam era sekarang, mengambil foto menjadi lebih mudah karena kemajuan teknologi pada ponsel yang juga berfungsi sebagai kamera. Harga smartphone saat ini tergolong terjangkau bagi masyarakat, sehingga kegiatan memotret semakin digemari oleh banyak orang.
Setiap orang memiliki objek favorit dalam berfoto, termasuk saya. Bagi saya, objek makanan sering kali menjadi yang paling menarik. Mungkin karena selama lima tahun terakhir ini saya jarang melakukan perjalanan wisata, sehingga tidak ada destinasi wisata yang bisa saya jadikan objek foto. Alhasil, saya lebih fokus pada wisata kuliner di sekitar kota tempat tinggal, dan dengan demikian, aktivitas hunting foto saya pun seputar makanan dan minuman.
Saya juga sering membuka galeri ponsel saat sedang bosan untuk melihat foto-foto lama tentang kuliner sambil mengingat kembali tempat-tempat makan yang pernah dikunjungi. Tidak pernah saya memilih-milih tempat makan. Baik itu di warung kaki lima atau restoran mewah, saya tetap saja ingin mengambil foto makanan sebelum menyantapnya.
Berikut alasan saya suka hunting foto makanan:
Lebih Mudah Dilakukan
Mengambil foto makanan bisa dianggap sangat mudah dilakukan, terutama bagi yang gemar melakukan wisata kuliner. Di Surabaya, ibukota Jawa Timur, kita bisa dengan mudah menemukan banyak tempat makan baru dengan beragam menu, mulai dari kuliner tradisional hingga makanan kekinian dari luar negeri seperti Korea. Banyak masyarakat Surabaya, termasuk saya, yang merasa FOMO (fear of missing out) terhadap tempat makan baru. Ketika ada selebgram yang mempromosikan sebuah tempat makan, maka banyak orang akan langsung datang untuk mencoba sensasi makan di sana.
Contohnya, ketika ada rumah makan Padang yang baru dibuka dan viral, banyak pengunjung yang ingin mencoba. Akibatnya, banyak orang rela antri demi mencicipi makanan di sana. Saya sendiri selalu mengambil foto makanan di setiap tempat makan yang dikunjungi. Bahkan jika menu makanannya sama, tetapi penjualnya berbeda, saya tetap akan mengambil foto makanan tersebut tanpa ragu.
(Dokumentasi Pribadi)
Tak Perlu Menunggu Momen yang Pas
Jika kamu ingin memotret matahari terbit, kamu harus datang pagi-pagi ke pantai atau gunung. Jelas, kamu harus menunggu momen yang tepat. Namun, ketika kamu suka hunting foto makanan, kamu tidak perlu menunggu momen tertentu. Misalnya, ketika kamu lapar, cukup mampir ke rumah makan terdekat, pesan makanan, lalu langsung ambil foto makanan tersebut.
Hasil jepretan saya juga sering saya unggah di Google Maps untuk memberikan ulasan terhadap tempat makan yang dikunjungi. Tujuannya tentu saja agar bisa menambah poin sebagai Google Local Guides.
Tips untuk Hunting Foto Makanan
Setiap tempat makan menawarkan rasa dan suasana yang berbeda. Jika kamu merasa bosan dengan hanya memotret makanan, coba tambahkan variasi dengan memotret suasana di tempat tersebut. Contohnya, kamu bisa mengambil foto letak meja dan kursi, atau bahkan foto buku menu makanan dan minuman yang tersedia.
Penutup
Tidak semua orang memiliki hobi hunting foto. Namun, bagi kalian yang memiliki hobi seperti saya, percayalah bahwa setiap objek yang dijepret memiliki makna tersendiri. Dari sekadar makanan hingga sudut-sudut biasa, semuanya bisa menjadi kenangan yang indah.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











