Kemenag Sulsel Usulkan 9 KUA untuk Seleksi Anugerah Layanan KUA Nasional 2025
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengusulkan sembilan Kantor Urusan Agama (KUA) dari sembilan kabupaten/kota untuk mengikuti seleksi Anugerah Layanan KUA Nasional 2025. Selain itu, Kabupaten Luwu juga diusulkan sebagai daerah peduli KUA.
Dalam pengusulan ini, terdapat tiga tokoh elite Kemenag asal Sulsel yang diajukan sebagai nomine panutan nasional. Saat ini, proses seleksi memasuki tahap pengisian bukti-bukti sebelum penganugerahan digelar di Jakarta pada 9 Desember 2025.
Daftar Nominator KUA dan Pemda Peduli KUA
Berikut adalah daftar KUA yang diajukan oleh Kemenag Sulsel:
- KUA Somba Opu, Gowa (KUA Multi Layanan)
- KUA Bantimurung, Maros (Implementasi penguatan ekoteologi)
- KUA Biringkanaya, Makassar (KUA Berbasis Digital)
- KUA Baranti, Sidrap (KUA Tertib Administrasi)
- KUA Takabonerate, Kepulauan Selayar (KUA Inspirasi Layanan penuh tantangan)
- KUA Gantarang, Bulukumba (KUA Pemberdayaan Dana Sosial; Waqaf, Zakat)
- KUA Tanete Riattang, Bone (KUA Cegah & Deteksi Dini (EWS) Konflik Sosial)
- KUA Marioriwawo, Soppeng (KUA Inovatif Program Penyuluhan)
- KUA Bangkala, Jeneponto (KUA Ramah Kelompok Rentan; Disabilitas, Anak, Lansia)
Selain KUA, Pemda Luwu juga diusulkan sebagai pemerintah kabupaten/kota peduli KUA.
Tokoh Panutan Nasional dari Sulsel
Tiga tokoh elit Kemenag asal Sulsel juga diajukan sebagai nominasi tokoh panutan dan penggagas peletak peta jalan (road map) KUA Nasional. Mereka adalah:
- Prof Dr KH Nasaruddin Umar (Menteri Agama)
- Prof Dr H Kamaruddin Amin, MA (Sekretaris Jenderal Kemenag)
- Prof Dr H Muhammadiyah Amin, MA (Direktur Jenderal Binmas Kemenag)
Proses Seleksi dan Jadwal
Proses seleksi Anugerah Layanan KUA Nasional 2025 berlangsung dalam beberapa tahapan, yaitu:
- Pengusulan nominee: 21 hingga 26 November 2025
- Pengisian bukti-bukti: 21 hingga 29 November 2025
- Seleksi berkas: 29 hingga 30 November 2025
- Penilaian nominee: 1 hingga 3 Desember 2025
- Pengumuman anugerah: 9 Desember 2025
Tim seleksi akan memverifikasi seluruh nominee dari setiap kategori usulan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. Setelah itu, tim penilai akan melakukan validasi usulan tersebut. Seluruh proses penilaian dilakukan berdasarkan bukti (evidence-based assessment).
Layanan Unik KUA Somba Opu
Salah satu kandidat unggulan adalah KUA Somba Opu, Gowa, yang dikenal dengan layanan “La Sombere”. Layanan ini merupakan akronim dari Layanan Somba Opu yang Beretika Ramah dan Efisien.
KUA Somba Opu juga memiliki jumlah layanan pernikahan terbanyak di Sulsel. Selain itu, mereka menyiapkan batik merah menyala motif Sultan Hasanuddin sebagai identitas saat ikut seleksi nasional.
Kepala KUA Somba Opu, Murhadi Muchtar Waliati, mengatakan bahwa mereka sengaja menunjukkan foto bersama tim seleksi dan verifikator serta 11 pegawai KUA. Hal ini menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi penilaian.
Data KUA di Indonesia
Menurut data terbaru, jumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia tahun 2023 mencapai 5.914 unit. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seperti 5.913 unit di tahun 2022 dan 5.901 unit di tahun 2021.
Provinsi dengan jumlah KUA terbanyak adalah Jawa Timur, diikuti oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara itu, provinsi dengan jumlah KUA paling sedikit adalah Papua Barat, dengan hanya 29 unit.











