Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Mengguncang Labuan, Banten
Pada hari Jumat (28/11/2025), gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Labuan, Banten. Gempa terjadi pada pukul 11.35.27 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 6.39 LS – 105.85 BT. Lokasi gempa tersebut berada sejauh 2 km tenggara Labuan, Banten, dan memiliki kedalaman 149 km.
BMKG menyampaikan informasi bahwa gempa yang terjadi ini masih dalam proses pengolahan data. Oleh karena itu, hasilnya belum sepenuhnya stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Informasi ini disampaikan melalui akun Twitter @infobmkg dengan hashtag #Gempa Mag:3.6, 28-Nov-2025 11:35:27WIB, Lok:6.39LS, 105.85BT (2 km Tenggara LABUAN-BANTEN), Kedlmn:149 Km #BMKG.
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa
Menghadapi gempa bumi, penting untuk tetap tenang dan mengetahui tindakan yang tepat. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, jangan panik dan usahakan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat keadaan sekitar dan carilah tempat yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam bangunan, segera berlindung di bawah meja atau area yang aman. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau gunakan tangan untuk melindungi wajah. -
Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar, segera menjauhi gedung dan tiang serta menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan hindari melakukan tindakan apapun, karena biasanya akan ada gempa susulan. -
Di kerumunan
Jika sedang berada di tempat ramai, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat atau daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika sedang berada di ketinggian, segera berpindah ke daerah lapang dan hindari lereng karena risiko longsoran sangat tinggi. -
Di laut
Gempa bawah laut dapat memicu tsunami. Jika terjadi, segera berpindah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Jika sedang berkendara, peganglah kemudi dengan erat dan segera berhenti di tempat yang aman. Hindari berhenti di dekat bangunan atau jembatan.
Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa
BMKG menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk mengukur intensitas getaran gempa. Berikut penjelasan singkat mengenai masing-masing tingkat:
-
I MMI
Getaran tidak terasa kecuali dalam kondisi luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Beberapa orang merasakan getaran, benda ringan seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran terasa nyata dalam rumah, seperti sensasi naik truk yang berjalan. -
IV MMI
Getaran dirasakan banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang. -
V MMI
Hampir semua orang merasakan getaran, benda-benda terlempar, dan dinding berbunyi. -
VI MMI
Semua orang merasakan getaran, kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh. -
VII MMI
Semua orang keluar dari rumah, bangunan kuat mengalami kerusakan ringan, sementara bangunan lemah retak atau hancur. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan lemah, dinding terlepas, dan air menjadi keruh. -
IX MMI
Bangunan kuat rusak, rangka rumah tidak lurus, pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan kayu kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondasi, tanah terbelah, dan tanah longsor. -
XI MMI
Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri, jembatan rusak, dan pipa dalam tanah tidak dapat digunakan. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah, dan benda-benda terlempar ke udara.
Kesimpulan
Gempa bumi adalah fenomena alam yang bisa terjadi kapan saja. Dengan memahami cara menghadapinya, kita bisa mengurangi risiko cedera dan kerusakan. BMKG terus memberikan informasi dan edukasi agar masyarakat siap menghadapi gempa bumi. Selalu waspada dan tetap tenang saat menghadapi situasi darurat.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











