"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Alhamdulillah, Sumur Dalam 90 Meter Selesaikan Krisis Air Bersih Soppeng, Kado HUT ke-765

Proyek Pengeboran Sumur dalam di Soppeng: Solusi untuk Krisis Air Bersih

Pada tahun 2026, krisis air bersih yang telah lama menghantui masyarakat Kabupaten Soppeng akhirnya mulai teratasi melalui proyek percontohan pengeboran sumur dalam. Proyek ini dilakukan di Jl. Pengayoman, belakang rumah jabatan bupati, dan berhasil menemukan air jernih berkualitas tinggi pada kedalaman 90 meter. Target akhir pengeboran adalah mencapai 200 meter untuk memastikan stabilitas debit air jangka panjang.

Proyek ini mendapatkan apresiasi khusus dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang berencana menjadikannya sebagai pilot project atau model percontohan bagi kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Penemuan air ini juga menjadi hadiah istimewa dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-765 Soppeng.

Hasil Awal Pengeboran

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyatakan bahwa air sudah muncul pada kedalaman 90 meter. Menurut data geolistrik, air yang ditemukan sangat deras dan jernih tanpa perlu penjernihan zat kimia. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebelumnya ada informasi bahwa air bisa ditemukan pada kedalaman 50 hingga 100 meter, namun air yang paling deras terdapat pada kedalaman 200 meter.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, akan melihat langsung proses pengeboran pada Rabu (8/6/2026). Ia juga akan hadir dalam perayaan HUT Soppeng. Ia berencana menjadikan proyek ini sebagai model percontohan di seluruh provinsi.

Keberlanjutan Debit Air

Meski sudah menemukan air, tim teknis masih terus melakukan pengeboran hingga kedalaman 200 meter. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan debit serta kualitas air dalam jangka panjang. Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, menjelaskan bahwa target kedalaman 200 meter bertujuan agar pasokan air bersih bisa stabil dan cukup untuk kebutuhan masyarakat.

Namun, Hasanuddin belum dapat memastikan jumlah pelanggan yang bisa dilayani setelah pengeboran selesai. “Tergantung debit airnya. Namun air sumur bor bisa mensuplai wilayah kota yang selama ini mengandalkan mata air Ompo,” ujarnya.

Ketergantungan pada Mata Air

Selain mata air Ompo, PDAM Soppeng juga mengandalkan mata air Lempa, khususnya wilayah Salotungo. Namun, selama musim kemarau, debit air berkurang sehingga memengaruhi kebutuhan air warga Soppeng. Pelanggan PDAM Soppeng di Kecamatan Lalabata mencapai lebih dari 8 ribu orang, dengan sekitar 49 ribu warga menetap di wilayah tersebut. Ini hampir 34 persen total penduduk kabupaten.

Harapan Warga

Warga Salotungo berharap krisis air bersih segera teratasi setelah adanya pengeboran di rujab bupati Soppeng. Evi, warga BTN Taruna Soppeng, mengaku beberapa bulan terakhir merasakan krisis air bersih. Ia terpaksa pergi ke masjid untuk mandi dan mencuci. “Biasa sehari saya empat kali pergi ambil air di masjid. Sekali pergi bonceng dua galon,” ujar Evi yang baru berusia 24 tahun.

Hasanuddin mengakui adanya krisis air di Salotungo. Salah satu penyebabnya adalah jaringan yang tersumbat. “Kami sudah telusuri dan sudah dikerja. Kemungkinan airnya sudah mengalir,” tambah Hasanuddin.

Selama musim kemarau, debit air turun di Soppeng sehingga beberapa daerah tidak mendapatkan suplai air. Dengan proyek pengeboran ini, diharapkan krisis air bersih dapat segera teratasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *