"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Penelitian: Biaya E-commerce Tingkatkan Penjualan UMKM



JAKARTA — Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan perubahan cara pandang terhadap biaya yang dikenakan oleh platform e-commerce.

Riset terbaru dari Katadata Insight Center (KIC) menemukan bahwa mayoritas penjual kini mulai melihat komponen biaya tersebut bukan sebagai beban, tetapi sebagai investasi untuk meningkatkan penjualan. Perubahan perspektif ini menjadi salah satu temuan utama dalam riset bertajuk Biaya Tambahan dan Strategi Penjualan: Membaca Suara Seller E-Commerce.

Direktur Eksekutif Katadata Insight Center Fakhridho Susilo menjelaskan bahwa riset dilakukan dengan metode campuran pada periode 19 September hingga 9 Oktober 2025. Tahap awal berupa survei online terhadap 602 seller UMKM yang sudah berjualan minimal satu tahun, disusul wawancara mendalam (in-depth interview/IDI).

“Sejumlah seller mulai memandang biaya administrasi dan komponen biaya lainnya sebagai bagian dari investasi yang berpotensi meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis UMKM,” ujar Fakhridho dalam siaran pers.

Seller semakin paham struktur biaya platform

KIC mencatat tingkat pengetahuan seller terhadap struktur biaya e-commerce berada pada skor rata-rata 8,38 (skala 1–10). Sebanyak 92,7 persen responden berada pada kategori “paham”, menunjukkan mayoritas pelaku UMKM mengetahui mekanisme potongan biaya seperti komisi dan biaya tambahan lain.

Komponen biaya yang paling banyak diketahui seller adalah sebagai berikut:

  • Admin fee/komisi: 41,5 persen
  • Payment fee: 34,2 persen
  • Biaya ongkos kirim subsidi: 29,1 persen
  • Diskon/promo: 13,8 persen
  • Biaya operasional tambahan: 9,3 persen
  • Biaya iklan/ads: 7,3 persen
  • Biaya kampanye/campaign: 1,3 persen
  • Lainnya: 21,1 persen

Secara umum, penjual menilai biaya-biaya tersebut masuk dalam strategi bisnis mereka dengan skor rata-rata 8,39. Mereka juga memandangnya sebagai investasi (8,45), menilai hasilnya (8,31), serta melihat kontribusi terhadap performa bisnis (8,56).

Manfaat biaya promosi dianggap sesuai dengan hasil

Mayoritas seller, yakni 91,2 persen, menilai biaya platform e-commerce sebanding dengan manfaat yang mereka dapatkan. Visibilitas produk, peningkatan traffic pembeli, serta dukungan fitur promosi menjadi alasan utama.

“Dari biaya yang seller keluarkan untuk berjualan di e-commerce, sebagian besar seller menilai bahwa biaya platform e-commerce tersebut sudah sebanding dengan manfaat yang mereka peroleh,” ungkap Fakhridho.

Diskon dan promo jadi senjata utama seller

Dari berbagai komponen biaya, penjual paling banyak mengalokasikan dana untuk diskon atau promo, yakni 16,7 persen, menunjukkan strategi harga masih dominan sebagai upaya menarik pembeli.

Biaya berikutnya yang mendapat porsi besar adalah sebagai berikut:

  • Biaya operasional tambahan: 15,1 persen
  • Admin fee/komisi: 14,5 persen
  • Biaya iklan: 14,2 persen
  • Biaya kampanye: 13,7 persen
  • Ongkir subsidi: 13,2 persen
  • Payment fee: 12,7 persen

“Temuan ini menunjukkan bahwa strategi harga dan promosi masih menjadi pendekatan utama seller secara umum dalam menarik pembeli dan meningkatkan volume penjualan,” menurut KIC.

Untuk platform tertentu, alokasi biaya iklan dan kampanye berbayar juga cukup besar, terutama pada penjual yang memprioritaskan TikTok Shop (15,4 persen), Tokopedia (15,2 persen), dan Shopee (13,8 persen).

Shopee masih jadi pilihan utama seller

Riset KIC menemukan Shopee menjadi kanal prioritas bagi 57,8 persen responden. Para seller menilai platform tersebut memiliki fitur iklan efektif, cocok dengan target pasar (63,2 persen), dan memudahkan interaksi dengan pembeli (52 persen).

E-commerce terbukti tingkatkan performa bisnis

Mayoritas seller menyatakan e-commerce memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan bisnis mereka. Setelah aktif berjualan, para seller mencatat:

  • 97,2 persen mengalami peningkatan jumlah pembeli
  • 93,3 persen mencatat kenaikan jumlah produk terjual
  • 91,7 persen mengaku omzet meningkat

Namun demikian, sebanyak 31,7 persen seller masih mengalami kesulitan mengatur biaya platform dan kepesertaan program promo. Meski begitu, mayoritas seller, yakni 68,3 persen mengaku tidak mengalami kendala berarti, menunjukkan kemampuan adaptasi yang semakin baik.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *