JAKARTA, Osteoarthritis adalah peradangan yang bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, misalnya lutut.
“Kalau misalnya kita bahas osteoarthritis lutut, jadi peradangan pada sendi dan utamanya pada sendi lutut. Nah, yang paling sering terjadi pada usia di atas 50 tahun,” kata dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, dr. Ivan Mucharry Dalitan, Sp.OT (K) saat Media Gathering di Siloam Hospitals Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).
Siloam Hospitals Mampang Hadirkan Robot VELYS™, Operasi Lutut Lebih Aman dan Presisi
Penyebab Makin Banyak Orang Muda Sakit Nyeri Lutut
Dr. Ivan menambahkan, pada sendi yang normal terdapat tulang rawan. Pada osteoarthritis, sudah terjadi peradangan sehingga ada kerusakan pada tulang rawan yang akhirnya menyebabkan bone to bone contact (kontak antar-tulang).
“Ketika sudah bone to bone contact ini yang sering terjadi jadi nyeri pada pasien setiap dia mencoba untuk beraktivitas, untuk berjalan,” tutur dia.
Bagaimana bila osteoarthritis tidak diobati?
Jika osteoarthritis tidak diobati, pasien bisa kesulitan beraktivitas.
“Ototnya jadi mengecil karena tidak ada aktivitas, kemudian terjadi juga pengeroposan tulang dan resiko jatuh yang meningkat,” kata dr. Ivan.
Namun, apakah osteoarthritis bisa menyebabkan kelumpuhan?
“Kita kalau ngomongin lumpuh pasti memiliki ketidakmampuan untuk beraktivitas secara mandiri. Ya, bisa, karena untuk pasien yang benar-benar lututnya sakit sekali, akhirnya terpaksa menggunakan kursi roda,” jelas dr. Ivan.
Pengobatan osteoarthritis, haruskah dioperasi?
Menurut dr. Ivan, pasien osteoarthritis tidak selalu langsung ditawari untuk dioperasi. Minimal, lanjutnya, akan dicoba metode konservatif terlebih dahulu.
Misalnya, pasien dianjurkan untuk menurunkan berat badan, serta diajarkan gerakan-gerakan yang sebaiknya dilakukan agar tidak timbul nyeri.
“Tetapi kalau misalnya ini sudah kita kerjakan, kita berikan obat, kita injeksi lutut, tetapi dampaknya tidak ada manfaatnya pada pasien maka kita akan berlanjut pada operasi,” tutur dr. Ivan.
Apabila pasien osteoarthritis sudah mengalami bone to bone contact, operasi yang dilakukan biasanya adalah operasi penggantian lutut atau sendi.
Operasi osteoarthritis pun beragam, yang secara garis besar terbagi menjadi operasi konvensional dan operasi robotik menggunakan bantuan VELYS™ Robotic-Assisted Solution Total Knee Replacement.
Dalam operasi penggantian lutut, terdapat implan yang akan dimasukkan ke dalam lutut. Untuk memasukkan implan tersebut, ada bagian tulang yang harus dipotong agar implan lebih stabil dan tahan lama.
Di titik itulah peran VELYS™ Robotic-Assisted Solution karena bisa mengkalkulasi bagian tulang yang dipotong sehingga lebih presisi.
“Tapi kalau misalnya dengan menggunakan robotik, dari awal kita cukup memasang alat bantu si robot. Setelah itu nanti dia akan mengkalkulasi potongan terbaiknya seperti apa. Jadi kita tidak perlu mencoba-coba, sekali potong selesai, stabil langsung,” jelas dr. Ivan.
Siloam Hospitals Surabaya Terapkan Teknologi Robotik untuk Operasi Lutut Presisi
Siloam Surabaya Resmikan MRCAC, Pusat Kardiologi hingga Ortopedi Berstandar Global
Mengapa ada yang takut operasi penggantian lutut?
Dalam kesempatan yang sama, dr. Ivan menyebutkan beberapa alasan mengapa ada pasien yang takut melakukan operasi penggantian lutut akibat osteoarthritis.
“Jadi yang paling ditakuti pasien itu pasti adalah komplikasi operasi. Yang kedua adalah sayatan yang besar, kemudian waktu pemulihan lama, yang dirasakan akhirnya kecewa karena hasilnya tidak maksimal, dan nyeri pasca-operasi,” tutur dia.
Padahal, lanjut dr. Ivan, sebenarnya kalau bisa dilakukan operasi, hal tersebut bisa sangat jauh meningkatkan kualitas hidup pasien.
Resmikan Logo Baru, Siloam Akan Perluas Layanan Kesehatan Modern dan Inovatif
Peringati Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Siloam Hospitals Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis
Perawatan yang menyeluruh
Operasi dengan bantuan VELYS™ Robotic-Assisted Solution melibatkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya dokter spesialis orthopedi atau tim robotik.
Misalnya, sebelum operasi, dilakukan langkah untuk meningkatkan angka keberhasilan. Bila pasien mengidap penyakit lain, akan dilakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.
“Kita juga akan rehabilitasi, kita bekerja sama dengan dokter rehabilitasi medik, bagaimana cara supaya pasiennya ini bisa nyaman bergerak pasca-operasi,” tutur dr. Ivan.
Selain itu, untuk mengurangi nyeri pasca-operasi, nutrisi pasien juga akan diperhatikan. Hal tersebut ditambah dengan fisioterapi dan kontrol rutin nantinya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











