Pemprov Jawa Timur Berupaya Jaga Stabilitas Ekonomi Jelang Nataru dan Ramadan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan seluruh pihak untuk mengerahkan upaya dalam menjaga stabilitas ekonomi menjelang masa liburan besar keagamaan dan nasional, yaitu Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan pangan, menjaga harga agar tetap terjangkau, serta mempercepat transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pesan ini disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Jawa Timur 2025 di Tunjungan Grand Ballroom Hotel DoubleTree Surabaya. Menurut Khofifah, stabilitas ekonomi harus dipertahankan karena tidak lama setelah Nataru, masyarakat akan menghadapi Bulan Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi fokus utama.
Sinergi Lintas Sektor untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Khofifah menjelaskan bahwa sinergi antara berbagai tim menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital. Ia menyebutkan tiga tim utama yang bekerja sama, yaitu:
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID): Bertugas menjaga keterjangkauan harga.
- Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD): Fokus pada percepatan digitalisasi layanan.
- Tim Peningkatan dan Perluasan Ekonomi Daerah (TP2ED): Mengakselerasi sektor produktif.
“Setiap tim memiliki peran spesifik namun saling mendukung,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan bahwa stabilitas ekonomi tidak hadir dengan sendirinya. Kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama dari TPID, TP2DD, dan TP2ED yang masing-masing berkontribusi dalam menjaga harga, efisiensi layanan, dan akselerasi sektor produktif.
Pemprov Jatim Perluas Pasar Murah untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Untuk menjaga ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat, Pemprov Jawa Timur akan memperluas pasar-pasar murah di berbagai titik. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya permintaan menjelang Nataru dan persiapan Ramadan.
Monitoring harga-harga, khususnya di pasar tradisional, juga ditegaskan sebagai hal penting. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Data Ekonomi Jawa Timur yang Menggembirakan
Secara makro ekonomi, PDRB Jawa Timur Triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen. Pertumbuhan triwulanan tertinggi di Pulau Jawa mencapai 1,70 persen (q-to-q).
Jawa Timur tetap menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi 14,54 persen terhadap PDB nasional dan 25,65 persen PDRB Pulau Jawa. Pertumbuhan ini didukung oleh sektor unggulan seperti Industri Pengolahan (31,16 persen), Perdagangan (18,31 persen), dan Pertanian (11,98 persen).
Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi
Inflasi Jawa Timur pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,69 persen (y-on-y) dan 0,30 persen (m-to-m), masih berada dalam rentang sasaran nasional (2±1 persen). Beberapa komoditas yang berpengaruh antara lain emas perhiasan (0,23 persen), telur ayam (0,07 persen), dan cabai merah (0,04 persen).
Pemprov Jatim telah melaksanakan berbagai program untuk mengendalikan inflasi, seperti 160 Pasar Murah, 47 Gerakan Pangan Murah, dan delapan Gerakan Menanam. Kerja sama intra provinsi dan misi dagang antarprovinsi juga diperkuat.
Di bidang digitalisasi, implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemda, dan perluasan QRIS terus diperkuat sebagai bagian dari transformasi layanan publik.
Peluncuran Portal Dashboard TPID dan TP2ED
Dalam forum HLM, Gubernur Khofifah bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Ibrahim meluncurkan Portal Dashboard TPID dan TP2ED sebagai platform pemantauan real-time terhadap inflasi dan pengembangan ekonomi daerah.
“Kami siap mendukung berbagai inisiatif agar setiap program berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.











