"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

7 Cara Mengatasi Kejenuhan Hubungan dari Penelitian

Mengatasi Kebosanan dalam Hubungan Pernikahan

Rasa bosan bisa muncul dalam hubungan pernikahan ketika pasangan sudah menjalani kehidupan bersama dalam jangka waktu yang cukup lama. Meski terlihat wajar, rasa bosan dalam hubungan perlu diperhatikan dan diatasi agar tidak berujung pada perpecahan. Salah satu penyebab utama perpecahan dalam hubungan adalah rasa jenuh atau kebosanan.

Menurut Erika Labuzan-Lopez, seorang terapis pernikahan dan keluarga, rasa kebosanan biasanya muncul ketika pasangan terjebak dalam rutinitas. Selain itu, pasangan yang tidak pernah meluangkan waktu untuk fokus pada hubungan juga rentan merasa bosan. Berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi kebosanan dalam hubungan menurut penelitian.

1. Menentukan Penyebab Kebosanan

Setiap orang memiliki pandangan berbeda tentang apa yang membuatnya merasa bosan. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab kebosanan dalam hubungan. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa memahami secara jelas rasa kebosanan sangat penting bagi setiap pasangan.

Jika kurangnya minat kepada pasangan menjadi alasan utama kebosanan, maka ini bisa menjadi masalah besar. Namun, jika kebosanan disebabkan oleh kehilangan kegembiraan atau kejutan, hal ini masih bisa diatasi dengan memperkenalkan sesuatu yang baru ke dalam rutinitas.

2. Mencoba Hal Baru Bersama Pasangan

Mencoba hal baru bersama pasangan merupakan kunci untuk menjaga hubungan tetap segar. Menurut penelitian Dr. Arthur Aron pada tahun 1993, pasangan yang mencoba hal baru selama 10 minggu menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dalam hubungan mereka. Ini menunjukkan bahwa melakukan hal-hal baru dapat mencegah rasa bosan dan menjadikan hubungan lebih berwarna.

3. Melakukan Lebih Banyak Hal Seru Bersama

Selain mencoba hal baru, melakukan lebih banyak hal seru bersama pasangan juga bisa membantu mencegah kebosanan. Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pasangan yang melakukan tugas yang lebih menarik dan menyenangkan cenderung lebih puas dalam hubungan mereka.

4. Menjaga Kehidupan Seks yang Sehat

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pasangan yang percaya bahwa kehidupan seks yang sehat membutuhkan usaha jauh lebih puas dengan hubungan seks mereka. Mereka yang berpikir bahwa seks harus terjadi secara alami cenderung lebih cepat merasa bosan.

5. Bersyukur untuk Satu Sama Lain

Menyampaikan terima kasih kepada pasangan, meskipun terdengar sederhana, ternyata bisa memperkuat ikatan hubungan. Studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam Personal Relationships menemukan bahwa rasa syukur merupakan kunci untuk memperkuat ikatan hubungan. Pasangan yang saling mengungkapkan rasa terima kasih memiliki hubungan yang lebih kuat.

6. Tetap Tertawa Bersama

Tertawa bersama dapat memperkuat ikatan hubungan. Dalam eksperimen yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa pasangan yang lebih banyak tertawa bersama cenderung merasa lebih terhubung. Berbagi tawa bisa dilakukan dengan melemparkan candaan atau melihat hal lucu bersama.

7. Tetap Saling Berciuman

Berciuman memiliki manfaat penting dalam hubungan. Sebuah studi tahun 2009 yang dipresentasikan di American Association for the Advancement of Science menemukan bahwa berciuman dapat menurunkan kadar hormon kortisol, sehingga pasangan merasa lebih rileks dan nyaman. Berciuman juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan keintiman.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *