"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Banjir Citanduy Hancurkan 115 Rumah dan 38 Hektare Sawah di Pangandaran

Banjir Meluap di Desa Pamotan, Ratusan Rumah Terendam

Banjir yang melanda Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam air. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan pasang air laut (rob) yang memicu Sungai Citanduy meluap. Menurut informasi dari warga setempat, banjir telah terjadi sejak lima hari lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi, menjelaskan bahwa tidak hanya permukiman warga yang tergenang, tetapi juga puluhan hektare sawah di Blok Cilutung, Desa Pamotan, serta beberapa kolam atau tambak ikan milik warga. Menurutnya, banjir kirim­an terjadi pada Senin 10 November 2025, sekitar pukul 22.15, yang menyebabkan sejumlah lokasi terendam banjir.

Selain itu, akses jalan provinsi dan jalan desa juga tergenang, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melewati jalur tersebut. Beberapa fasilitas umum juga ikut terendam banjir.

Andi menambahkan bahwa banjir yang sering terjadi di wilayahnya disebabkan oleh belum adanya pembangunan penahan abrasi atau tanggul Sungai Citanduy. Hal ini menyebabkan air meluap dengan arus yang cukup deras ke area permukiman warga dan lahan pertanian.

Berdasarkan hasil pendataan, banjir kiriman dan rob tersebut mengakibatkan 115 rumah warga di Dusun Ciawitali, Dusun Majingklak, dan Dusun Pamotan, serta sekitar 38 hektare sawah dan sejumlah tambak ikan tergenang. Kerugian ditaksir mencapai Rp 77 juta.

Andi mengimbau warga untuk selalu waspada dan siaga karena curah hujan masih tinggi dan debit air Sungai Citanduy terus meningkat. Ia berharap pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy segera membangun tanggul pengaman agar permukiman warga dan area pertanian tidak kembali terkena banjir.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga harta bendanya.

Banjir Juga Menggenangi Wilayah Lain

Di tempat terpisah, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, melaporkan bahwa banjir juga menggenangi jalan nasional di Kalipucang setinggi mata kaki dan beberapa rumah warga di lokasi tanggul sungai di Desa Sukanegara, Kecamatan Padaherang.

Menurut Nana, meskipun banjir di jalan nasional Kalipucang masih aman dan bisa dilalui kendaraan, warga yang tinggal di daerah tanggul sungai di Desa Sukanegara diminta untuk tetap waspada. Hal ini karena curah hujan masih tinggi dan debit air sungai bisa meningkat tiba-tiba.

Ia menyarankan warga yang tinggal di daerah tanggul untuk segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman jika debit air sungai terus meningkat.

Pemantauan oleh BPBD

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, banjir juga menggenangi beberapa titik di Kecamatan Kalipucang. Titik-titik tersebut antara lain di Blok Pasar dan Terminal Kalipucang, 3 RT di RW 02 Dusun Girisetra, 4 RT di RW 03 Dusun Girisetra, dan 3 RT di Dusun Empangsari.

Ade Wahyudin, petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Pangandaran, menjelaskan bahwa meski banjir mulai surut di beberapa titik, air dari Sungai Citanduy kembali meluap akibat hujan yang terus terjadi di daerah Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *