Kondisi Anak-Anak Inara Rusli yang Diasuh oleh Virgoun
Anak-anak Inara Rusli kini diasuh oleh ayah kandungnya, Virgoun, setelah muncul polemik terkait pernikahan siri antara Inara dan Insanul Fahmi. Sejak saat itu, ketiga anak Inara tidak lagi tinggal di rumahnya, melainkan di bawah asuhan Virgoun.
Inara mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya karena ada larangan dari Virgoun. Ia juga melaporkan Virgoun ke Komnas Anak atas dugaan pengambilan paksa anak-anaknya dari rumah. Menurut Inara, Virgoun membatasi akses komunikasinya dengan ketiga putranya.
Menyikapi hal ini, Eva Manurung, nenek dari ketiga anak tersebut, menyampaikan bahwa Inara melarang Virgoun membawa anak laki-lakinya untuk salat Jumat. Menurut Eva, Inara menolak ajakan Virgoun agar anak laki-lakinya ikut salat Jumat bersamanya.
“Virgoun mau ngajak anaknya salat Jumat berdua. Dia (Inara) bilang apa? ‘Aku mau bawa anak-anak, enggak usah diajak salat Jumat’,” ujar Eva Manurung.
Ketika Inara Rusli datang ke sekolah untuk menjemput anak-anaknya, ia ingin mengajak mereka makan bersama. Namun, ia melarang Virgoun membawa anak laki-lakinya untuk salat Jumat.
“Lah, anaknya mau dibawa salat Jumat aja dia bilang, ‘Enggak usah, aku mau bawa anakku, kamu aja yang salat Jumat,’ gitu. Di situ gurunya berdiri ada berapa orang loh,” tambah Eva.
Kasus Rekaman CCTV yang Viral
Selain isu hak asuh anak, kasus rekaman CCTV milik Inara Rusli juga menjadi sorotan. Agung, sopir Inara, akhirnya memberikan klarifikasi melalui kuasa hukumnya, Sukardi.
Sukardi menyampaikan bahwa Agung diperiksa sebagai saksi dalam laporan Inara Rusli terkait dugaan ilegal akses CCTV. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi awal pengambilan rekaman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Agung disebut sebagai orang pertama yang mendapatkan rekaman CCTV tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami alur pergerakan rekaman tersebut.
Sukardi menegaskan bahwa tidak ada niat jahat dalam tindakan Agung saat mengambil CCTV. Pengambilan rekaman disebut berawal dari situasi mencurigakan di rumah Inara Rusli.
“Tidak ada niat jahat dalam pengambilan CCTV tersebut,” kata Sukardi.
Kronologi bermula ketika seorang asisten rumah tangga berinisial Y menyampaikan informasi adanya suara laki-laki dari lantai tiga. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Agung. Setelah menerima informasi itu, Agung melakukan diskusi dengan beberapa orang di rumah, termasuk Y selaku ART dan VA.
Pengambilan CCTV kemudian dilakukan atas permintaan VA. Agung tidak disebut menerima perintah langsung dari Inara Rusli maupun Virgoun.
“Inara tidak pernah menyuruh dan juga tidak pernah melarang pengambilan CCTV,” ujar Sukardi.
Agung bekerja sebagai sopir Inara Rusli. Namun, ia juga kerap dilibatkan dalam pekerjaan teknis rumah tangga, termasuk urusan perangkat CCTV. Agung disebut pernah mengganti dan memperbaiki CCTV jauh sebelum kasus ini mencuat. Ia juga pernah mengganti memori CCTV dalam konteks perawatan rutin.
Terkait isu CCTV diperjualbelikan, kuasa hukum membantah keras tudingan tersebut. Agung disebut tidak pernah menerima keuntungan dari rekaman tersebut.
“Agung tidak pernah menerima uang atau fasilitas apa pun terkait CCTV,” tegas Sukardi.
Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami hubungan kerja Agung dengan Inara Rusli dan Virgoun. Penyidik juga menelusuri prosedur pengambilan CCTV yang dilakukan.
Sejak kasus ini bergulir, Agung diketahui sudah tidak lagi bekerja di rumah Inara Rusli. Virgoun disebut memberhentikan Agung agar tidak terseret lebih jauh dalam proses hukum.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











