"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Enrico Tambunan Minta Tante Buka Rahasia Ayah Ressa, Tinggal di Australia

Enrico Tambunan Berusaha Melindungi Nama Baik Keluarga

Enrico Tambunan, adik dari penyanyi Denada, kini terlibat dalam konflik keluarga yang menyangkut Ressa Rizky Rossa. Konflik ini muncul setelah Denada mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Enrico berusaha membela nama baik ibunya, Emilia Contessa, dan kakaknya, Denada, setelah keduanya dihujat terkait dugaan penelantaran terhadap Ressa selama 24 tahun.

Enrico saat ini tinggal di Australia dan memiliki jabatan penting di dunia perbankan. Sejak Juni 2025 hingga saat ini, ia menjabat sebagai Managing Consultant – PMO di Mastercard. Dalam postingan terbarunya di Instagram pribadi, @enricotambunan, Senin (2/2/2026), Enrico menyatakan bahwa ia baru mengetahui bahwa Ressa adalah anak kandung Denada satu tahun belakangan.

Menurut Enrico, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Ia mendesak bibinya, Ratih Puspita Dewi, untuk membongkar identitas ayah biologis Ressa. Namun, Enrico tidak mengetahui detail pastinya karena pada masa itu ia sedang berada di luar negeri.

Latar Belakang Enrico Tambunan

Enrico Tambunan adalah putra bungsu dari pasangan almarhum Rio Tambunan dan penyanyi senior Emilia Contessa. Berbeda dengan sang kakak, Denada, yang terjun ke dunia hiburan sebagai penyanyi dan rapper, Enrico lebih banyak berada di balik layar dan jauh dari sorotan media hingga munculnya perselisihan keluarga baru-baru ini.

Enrico menempuh pendidikan di institusi ternama baik di dalam maupun luar negeri. Ia lulus dari Curtin University of Technology (Perth, Western Australia) dengan jurusan manajemen bisnis (Commerce) dan teknologi informasi (IT). Selanjutnya, ia melanjutkan studi S2 dengan gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) di Universitas Charles Sturt, NSW, Australia.

Sebagai seorang bankir, Enrico memiliki pengalaman internasional yang luas, khususnya di industri keuangan Australia dan Indonesia. Berbasis di Australia, ia telah memegang peran-peran krusial yang mengelola aset serta risiko bernilai jutaan dolar.

Karier Enrico Tambunan

Enrico memulai kariernya sebagai Petugas Operasional di PT. Rosasena Primajaya pada tahun 2003-2007. Ia kemudian pindah ke Australia dan bekerja di Commonwealth Bank Sydney, Australia pada 2009–Februari 2011. Karier banker Rico semakin pesat ketika ia ditunjuk sebagai Head of Demand Portfolio Management.

Pada 2007–2012, Rico kembali ke tanah air menjabat sebagai Manager Senior di PT Bank Commonwealth. Ia kembali ke Sydney dan menduduki posisi manajer untuk proyek ITD&A di PT Bank Commonwealth. Hingga akhirnya, ia ditunjuk sebagai Vice President – Head of IT Management Office & Digital Transformation (2017–2018).

Pada 2018, putra Emilia Contessa ini mencoba peruntungan di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai caleg DPD RI Dapil Provinsi Jawa Timur. PMO – Payments Services (2021–2023): Mengawasi pengiriman teknologi pembayaran dan manajemen resiliency.

Manager Project Office – Risk Technology (2018–2021): Fokus pada integrasi teknologi untuk manajemen risiko.

Kini Muncul Bela Denada

Pasca pengakuan Denada soal Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya membuat sang adik muncul pasang badan. Dalam pengakuannya, Enrico mengaku baru tahu Ressa adalah anak Denada pada Juni 2025. Saat itu dirinya diberi tahu langsung oleh Ratih, tante Denada yang selama ini merawat Ressa.

Namun Enrico mengaku kalau saat ini dirinya sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Ratih. “Saya berusaha berbicara kepada tante Ratih, dan ini sebelum berita ini jadi besar. Tapi saya tidak dibaca Whatsapp-nya, tidak diangkat teleponnya, jadi saya tidak bisa berkomunikasi lagi,” katanya dikutip dari Instagram @enricotambunan, Senin (2/2/2026).

Enrico juga mengaku sedih mendengar pernyataan Ratih di podcast yang mengaku tahu siapa ayah kandung Ressa. “Saya sungguh sangat amat sedih karena waktu saya nonton podcast tante mengatakan tante tahu siapa bapaknya, tapi tante tidak mau omongin,” kata Enrico.

Sebagai adik, Enrico memang baru tahu kalau Ressa adalah anak kakaknya. “Jadi saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mba Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalau pun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga,” jelas Enrico.

Enrico sudah mencoba mencari tahu siapa ayah biologisnya, namun menurut dia Ratih enggan memberi tahu. “Juni 2025 saya baru dijelaskan sama tante. Waktu itu dia tidak mau menjelaskan lagi,” tuturnya.

Bahkan saat Enrico mencoba bicara pada Denada, sang kakak juga tidak pernah mau membuka masa lalunya itu. “Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, saya tidak tahu terjadi apa dulu itu,” kata dia.

Meski begitu, Ressa masih ingat siapa pria yang jadi kekasih kakaknya saat itu. “Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Enrico, Denada langsung sedih setiap kali ditanya soal ayah kandung Ressa. “Tapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin,” katanya.

“Seperti ada rasa sakit hari yang luar biasa, setiap saya mencari tahu siapa ayahnya,” tambah dia.

Kini Enrico pun mengaku kecewa pada tantenya karena malah menyudutkan kakaknya, dan tidak menyerang ayah kandung Ressa. “Kekecewaan saya yang luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dialah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama, kalau menurut saya, yang bertanggung jawab,” beber Enrico.

Menurut dia, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab. “Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi,” katanya.

Ia pun mendesak sang tante untuk mengejar ayah biologis Ressa. “Kalau tante tahu laki-laki itu siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi,” katanya.

“Seharusnya kita mempertanyakan laki-laki ini di mana, kenapa dia tidak bertanggung jawab,” tandas Enrico.

Meski begitu, ia mengaku bisa menebak siapa pria yang dekat dengan kakaknya saat itu. “Saya hanya bisa menebak-nebak waktu itu kakak saya lagi dekat sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia, jadi saya tidak tahu persis,” katanya.

“Jadi kalau memang tante tahu, tante serang orang itu, jangan serang keponakan sendiri,” tegas Enrico lagi.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *