Pandji Pragiwaksono Angkat Bicara Soal Kontroversi Materi Stand Up Comedy
Pandji Pragiwaksono, seorang komika ternama di Indonesia, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Jakarta, Senin (2/2/2026). Ia hadir untuk menjelaskan pandangan dan sikapnya terkait kontroversi yang muncul setelah materi stand up comedy terbarunya berjudul Mens Rea menuai pro dan kontra di ruang publik.
Berikut delapan sikap yang disampaikan oleh Pandji Pragiwaksono kepada publik:
1. Komedi adalah Hiburan
Pandji menegaskan bahwa tujuan utama dari sebuah pertunjukan komedi adalah menghibur penonton. Ia menyatakan bahwa hal tersebut menjadi harapan utamanya saat tampil di atas panggung.
“Kalau ada respons lain, itu sudah saya perkirakan. Tapi yang saya harapkan tetap respons terhibur,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa perbedaan sudut pandang terhadap sebuah karya adalah hal yang wajar, terutama dalam masyarakat yang semakin beragam dalam menyampaikan opini. Pandji ingin menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga ia memilih platform seperti Netflix untuk menayangkan pertunjukannya.
“Kalau ada kesempatan menghibur masyarakat luas lewat apa pun, termasuk Netflix, tentu saya ambil. Masyarakat butuh hiburan,” katanya.
2. Laporan adalah Hak Warga Negara
Terkait laporan yang dilayangkan sejumlah aliansi masyarakat, Pandji menilai hal tersebut sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara. Ia menegaskan bahwa dirinya memilih mengikuti proses hukum yang berlaku.
“Mungkin mereka sedang menjalankan haknya sebagai warga negara,” ujarnya singkat.
3. Materi Raffi Ahmad
Pandji mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada komunikasi dengan Raffi Ahmad usai materi komedinya tentang Raffi Ahmad viral. Ia menjelaskan bahwa Raffi bukan fokus utama dalam materi Mens Rea.
“Sebenarnya topik utamanya bukan ke situ. Topik utamanya tentang keberadaan bisnis ilegal yang terkait praktik cuci uang,” jelasnya.
4. Respons Gibran Dinilai Bijak
Terkait respons Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut dalam materi Mens Rea, Pandji menilai sikap Gibran cukup bijak. Menurutnya, Gibran sebagai Wapres RI dari generasi milenial memahami produk budaya populer seperti stand up comedy.
“Pendukung-pendukungnya tidak perlu terlalu berlebihan,” jawab Pandji.
5. Tak Ada Unsur Penghinaan
Pandji menegaskan bahwa tidak ada niat menghina pihak mana pun dalam materi komedinya. Ia menyoroti fakta bahwa pihak yang disebut-sebut dihina justru tidak menyatakan keberatan.
“Karena tidak ada penghinaan. Yang dikatakan menghina juga tidak merasa terhina ya kan. Jadi yang mengatakan itu kan orang yang tidak berkaitan gitu,” ujarnya.
6. DPR Pastikan Tak Diproses
Pandji merespons pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyebut laporannya tidak bisa diproses pidana. Hal itu merujuk pada KUHP dan KUHAP baru yang berlaku per 2 Januari 2026, yang menekankan penilaian niat (mens rea) dan pendekatan keadilan restoratif.
“Alhamdulillah kalau beliau sudah berkata seperti itu, buat saya sih rasanya satu-satunya respons yang saya harapkan dari sebuah pertunjukan komedi adalah dia terhibur,” ujarnya.
7. Diminta Minta Maaf
Pandji dilaporkan oleh beberapa aliansi ke Bareskrim Polri dan didesak meminta maaf secara terbuka terkait materi Mens Rea. Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji terkait dugaan penghinaan adat dan SARA. Laporan lain juga datang dari elemen muda NU dan Muhammadiyah.
Terkait hal itu, Pandji merasa perlu adanya dialog atau klarifikasi, bukan sekadar permintaan maaf terbuka.
“Saya juga kurang paham tentang diminta minta maaf atas kesalahan. Wajarnya terjadi dialog dulu, mungkin ada ngobrol, mungkin ada penjelasan, ketemu dulu, ada klarifikasi,” ujarnya.
8. Tak Ada Intimidasi dalam Proses Hukum
Pandji memastikan dirinya tidak mengalami intimidasi atau tekanan selama menjalani proses hukum.
“Enggak ada intimidasi, enggak ada tekanan,” katanya.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya dalam berkarya.
“Senang tentunya, karena dengan semua ini salah satu yang saya rasakan adalah betapa hangatnya respons dari teman, dari sahabat, dari kawan yang memberi dukungan, baik yang saya kenal ataupun yang saya tidak kenal gitu.”











