"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

5 Fakta Refleks Mengalir yang Membuat ASI Lancar

Apa Itu Let-Down Reflex?

Let-down reflex, atau yang dikenal juga sebagai refleks let-down, adalah bagian penting dari proses menyusui. Refleks ini memicu aliran ASI saat bayi mulai menyusu. Setiap perempuan mengalaminya secara berbeda. Beberapa mungkin tidak merasakannya sama sekali. Biasanya, hal ini dapat dipengaruhi oleh stres, rasa sakit, dan kelelahan.

Let-down reflex diaktifkan melalui hisapan bayi atau pompa payudara. Saat bayi menyusu, saraf-saraf kecil di puting akan terstimulasi, sehingga memicu pelepasan dua hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin, ke dalam aliran darah ibu. Hormon prolaktin membantu dalam produksi ASI, sementara oksitosin memicu kontraksi sel-sel pembuat susu di payudara, sehingga ASI keluar melalui saluran menuju puting susu.

Refleks ini merupakan respons alami tubuh yang terjadi saat bayi mulai menyusu. Pada beberapa perempuan, mereka merasakan sensasi penuh di payudara atau perubahan pola hisapan bayi, dari hisapan kecil yang dangkal menjadi hisapan lebih kuat dan lambat. Namun, sebagian lainnya mungkin merasakan ASI menetes dari payudara lain saat memerah dari satu sisi.

Tanda-Tanda Let-Down Reflex

Tanda paling jelas dari let-down reflex adalah perubahan pola hisapan bayi. Hisapan yang lambat biasanya menunjukkan bahwa bayi sedang menyusu secara aktif. Selain itu, tanda-tanda fisik seperti kesemutan pada payudara, rasa penuh dan sesak di payudara, ASI yang merembes dari kedua sisi payudara, dan rasa haus juga bisa menjadi indikator.

Let-down reflex bisa dirasakan sesaat setelah melahirkan, tetapi bagi sebagian ibu, mungkin belum terasa hingga beberapa minggu setelah menyusui. Namun, setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda. Beberapa perempuan bahkan tidak menyadari tanda-tanda fisik apa pun. Namun, Mama harus memperhatikan:

  • Bayi mulai mengisap dalam-dalam dan berirama
  • Perubahan pola isapan bayi. Hisap-hisap yang cepat dan dangkal berubah menjadi pola hisap-menelan yang ritmis saat ASI mulai mengalir dan bayi mulai minum dalam-dalam
  • Mama mungkin merasa kecewa jika melihat atau mendengar bayi atau bahkan hanya memikirkannya

Let-down reflex bisa terkondisi, sehingga payudara akan merespons ‘isyarat’ tertentu seperti tangisan bayi (bahkan jika itu bukan bayi Mama).

Apakah Let-Down Reflex Normal?

Let-down reflex berbeda untuk setiap ibu. Beberapa perempuan merasakannya dalam beberapa detik setelah bayi mereka mulai menyusu, sementara yang lain membutuhkan beberapa menit. Namun, apakah let-down reflex termasuk normal? Jawabannya adalah ya.

Ini adalah respons normal terhadap bayi yang mengisap payudara. Let-down reflex bisa terjadi kapan saja, seperti saat mendengar bayi menangis atau terlambat menyusu. Selain itu, menyentuh payudara atau menggunakan pompa payudara juga bisa memicu refleks ini. Ibu mungkin juga melihat tanda-tanda susu keluar saat tidak menyusui atau memompa. Let-down reflex bisa datang dengan cepat dan tidak terduga pada waktu makan.

Apa yang Memicu Let-Down Reflex?

Selama beberapa hari pertama setelah melahirkan, perasaan let-down reflex lebih sulit dirasakan karena ASI belum keluar. Setelah ASI masuk dan Mama telah menyusui selama beberapa minggu, respons let-down akan menjadi lebih rutin. Ini karena otak terhubung untuk merawat bayi yang baru lahir. Namun, ada hal-hal lain yang bisa memicu let-down reflex.

Sewaktu bayi menangis atau Mama mendengar bayi menangis, ASI akan turun sebagai respons. Jika Mama cukup lama tidak menyusui dan payudara terlalu penuh, let-down reflex dapat memicu untuk mengurangi tekanan. Emosi yang kuat juga bisa memicu pengeluaran ASI. Jika merasa sangat stres atau sedih, tubuh mungkin menganggapnya sebagai tanda bahwa Mama perlu menyusui bayi. Termasuk mengeluarkan susu untuk mengurangi tekanan. Namun, jika Mama tidak merasa ASI turun, bukan berarti ada sesuatu yang salah. Mama mungkin tidak pernah menyadarinya atau merasakannya dalam beberapa minggu pertama, kemudian semakin berkurang seiring berjalannya waktu.

Tips untuk Meningkatkan Let-Down Reflex

Menyusui tidak hanya menciptakan ikatan antara Mama dan bayi, tetapi juga memberinya nutrisi yang mendorong pertumbuhan lebih sehat. Namun, LDR akan sulit terjadi jika Mama merasa cemas, sangat lelah, sedang marah, atau kesakitan. Tapi bukan berarti Mama tidak bisa menyusui dalam kondisi tersebut.

Ingatlah, menyusui merupakan proses yang luar biasa. Dukungan dari pasangan, keluarga, sahabat maupun lingkungan dapat membantu ibu mengatasi berbagai stressor dan tetap menyusui dengan sukses. Selain itu, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Berpikir positif. Kecemasan akan sedikitnya jumlah ASI yang dihisap bayi maupun yang dipompa dapat semakin menekan produksi ASI. Fokuslah pada yang dapat dihasilkan dan bersyukur Mama dapat menyusui.
  • Rileks atau relaksasi dan kehangatan. Rilekskan tubuh dan pikiran, sehingga Mama merasa tenang dan bebas dari stres. Saat menyusui atau memompa, bernapaslah perlahan dan dalam. Tarik napas perlahan dan dalam saat menyusui maupun memompa. Sebagian ibu terbantu dengan minum air hangat atau mendengarkan musik yang menenangkan. Mandi air hangat atau mengompres payudara menggunakan air hangat sebelum menyusui dapat membantu.
  • Cobalah minum minuman hangat.
  • Suplai ASI biasanya dapat ditingkatkan melalui pijat payudara. Pijat payudara dengan lembut. Genggam payudara dengan tangan seperti membentuk huruf C, kemudian pijat ke arah puting dengan gerakan seperti menggulung. Lakukan ini beberapa menit sebelum menyusui atau memompa.
  • Pikirkan bayi Mama. Umumnya ASI akan lebih mudah keluar ketika Mama dekat dengan bayi. Saat Mama berada jauh darinya, foto, video, atau suara tangisan bayi dapat membantu menstimulasi.
  • Lebih sering memompa. Semakin sering memompa (2-3 jam sekali), LDR akan lebih mudah dicapai.
  • Dukungan. Pijatan pada bahu dan punggung oleh suami atau orang lain akan membantu untuk rileks ketika menyusui maupun memompa.









Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *