"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Tindakan KPI Pasca Kontroversi Broken Strings, Peringatkan TV, Roby Tremonti Terpojok

KPI Mengingatkan Lembaga Penyiaran untuk Tidak Memberi Ruang pada Pelaku Child Grooming

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengambil langkah tegas terkait isu child grooming yang muncul setelah buku memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings viral di media sosial. Buku ini menyampaikan pengalaman pahit dan gelap Aurelie selama masa remajanya, termasuk dugaan bahwa ia menjadi korban child grooming oleh seseorang.

Child grooming adalah praktik manipulasi psikologis yang dilakukan oleh pelaku untuk membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan anak, dengan tujuan mengeksploitasi secara seksual atau emosional. KPI menilai bahwa tindakan ini sangat merusak kesejahteraan anak dan harus segera dicegah.

Komisioner KPI Pusat, Aliyah, dalam pernyataannya menegaskan bahwa lembaga penyiaran tidak boleh memberi ruang bagi pelaku yang terindikasi melakukan tindakan kejahatan tersebut. Ia menekankan pentingnya melindungi anak dari narasi yang bisa menormalkan eksploitasi. Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012 telah mencakup perlindungan anak dalam ruang publik, baik fisik maupun digital.

Aliyah juga menyatakan bahwa KPI khawatir jika pelaku child grooming diberi panggung, maka hal ini dapat memicu trauma berulang kepada korban. Ia menegaskan bahwa tayangan di lembaga penyiaran harus benar-benar aman dan nyaman bagi anak-anak serta keluarga Indonesia.

Roby Tremonti Dituduh Terlibat dalam Child Grooming

Buku Broken Strings yang ditulis oleh Aurelie Moeremans membuat banyak orang menduga bahwa pelaku child grooming yang dialaminya adalah mantan suaminya, Roby Tremonti. Roby menikahi Aurelie saat usia sang artis 18 tahun. Namun, ia membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan grooming atau pedofilia.

Roby menegaskan bahwa ia menikahi Aurelie saat usianya sudah cukup dewasa dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurutnya, saat mereka dekat, Aurelie sudah memiliki pengalaman pacaran di Eropa, sehingga kultur di sana berbeda. Ia menolak narasi bahwa dirinya memanipulasi anak polos berusia 15 tahun.

Menurut Roby, hubungan antara dirinya dan Aurelie didasari rasa suka sama suka antara dua orang dewasa, bukan paksaan terhadap anak di bawah umur. Ia juga menyebut bahwa dalam buku tersebut, tidak ada nama jelas yang disebut, tetapi opini yang digiring menuju dirinya.

Klarifikasi Roby Tremonti tentang Tuduhan Teror

Isu teror yang dilaporkan terhadap presenter Hesti Purwadinata bermula setelah Hesti secara terbuka mendukung memoar Aurelie Moeremans. Ia menulis komentar agar “mantan Aurelie”, yang merujuk kepada Roby, tidak lagi diberi panggung di dunia hiburan.

Roby membantah keras adanya ancaman kasar atau tindakan teror. Berikut poin-poin klarifikasinya:

  1. Kronologi Menghubungi Suami Hesti

    Roby menegaskan bahwa dirinya tidak langsung menyerang Hesti, melainkan menghubungi suaminya, Edo Borne, sebagai bentuk rasa hormat antar teman lama.

  2. Isi Pesan yang Diklaim Sebagai “Peringatan Hukum”

    Roby membacakan isi pesan DM Instagram yang dikirimkannya kepada Edo Borne. Pesan tersebut berisi keberatan atas tindakan Hesti yang ikut menyebarkan tautan buku Aurelie.

  3. Kecewa dengan Seruan “Boikot” Hesti Purwadinata

    Roby merasa pernyataan Hesti sangat menyakitkan karena berpotensi mematikan mata pencahariannya di dunia seni peran.

  4. Bantahan Penggunaan Kata Kasar

    Roby menekankan bahwa komunikasi tersebut dilakukan dengan bahasa yang sopan dan tanpa menggunakan kata-kata kasar.

  5. Langkah Hukum “Apabila Diperlukan”

    Roby menyatakan bahwa jalur hukum adalah pilihan terakhir yang akan diambil jika situasi semakin tidak terkendali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Hesti Purwadinata maupun Edo Borne belum memberikan tanggapan resmi terkait bukti percakapan yang dibeberkan oleh Roby Tremonti.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *