"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

40 Tahun Berkhidmat, Purna Tugas Maret 2026, Johny Tangkere: Doa dan Keras Kepala

Kehidupan dan Karier Johny Tangkere: Dari ASN Hingga Pemimpin yang Berkontribusi Besar

Johny Tangkere, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan segera menutup masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Maret 2026. Ia telah menjalani lebih dari 40 tahun perjalanan karier di lingkungan pemerintahan, dengan dedikasi, disiplin, dan keyakinan pada nilai-nilai keluarga.

Lahir pada 16 Februari 1966, Johny mengawali pendidikan dasarnya di SDN XII Karang Ria Manado. Dari tanah Sulawesi Utara, ia mulai membentuk karakter kedisiplinan dan rasa hormat kepada orang tua. Pendidikan kemudian dilanjutkan di SMP Katolik Sampit, SMAN 1 Sampit, hingga meraih gelar Sarjana di STIP Habaring Hurung dan Magister di Universitas Wijaya Kusuma.

Karier sebagai ASN dimulainya sejak 1 November 1985. Awalnya ia bekerja sebagai staf di Bagian Pembangunan Setda Kotim, lalu berpindah dari satu instansi ke instansi lain. Proses panjang birokrasi memperkuatnya dalam menjalani tugas-tugas pemerintahan.

Salah satu fase penting dalam kariernya adalah saat bertugas di Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kotim. Di sana, Johny mencatat sejarah sebagai PPNS Pajak dan Retribusi Daerah pertama di lingkungan Pemkab Kotim. Ia mengikuti pendidikan khusus di Bareskrim Polri dan dilantik langsung oleh Kepala Badan Pelatihan Kementerian Keuangan RI.

Setelah kembali dari pendidikan tersebut, Johny mengambil langkah tegas untuk menertibkan peredaran minuman keras (miras) yang tidak memiliki izin dan tidak membayar retribusi daerah. Langkah ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dari penertiban miras saja, Kotim bisa mendapatkan PAD rata-rata Rp3 hingga Rp4 miliar per tahun,” ujarnya.

Kinerja itu menjadi titik balik, sehingga Bupati Kotim Periode 2000-2010, Almarhum M Wahyudi K Anwar, mengangkat Johny sebagai Kepala UPT Perizinan Kabupaten Kotim. Dari posisi inilah, ia mulai meletakkan pondasi pelayanan perizinan di daerah.

Selama 15 tahun, Johny terlibat langsung dalam membangun sistem perizinan Kotim, mulai dari UPTD, kantor, dinas, hingga transformasi menjadi Mall Pelayanan Publik seperti yang berjalan saat ini. Proses ini berlangsung lintas kepemimpinan, mulai dari satu periode H M Wahyudi hingga dua periode H Supian Hadi.

Di tingkat regional dan nasional, Johny juga dikenal sebagai Fasilitator Pelayanan Publik bagi Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Kalimantan. Salah satu rekan seperjuangannya saat itu adalah H Andi Taufik, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Utama LAN RI.

Berbagai penghargaan diraihnya, mulai dari Piala Citra Pelayanan Prima, penghargaan PTSP dari Gubernur Kalimantan Tengah, hingga Investment Award dari BKPM RI. Ia juga menjadi salah satu dari dua ASN di Kotim yang pernah menerima kenaikan pangkat luar biasa, naik satu tingkat hanya dalam waktu satu tahun, usai menerima Piala Citra Pelayanan Publik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, di balik capaian karier tersebut, Johny menyimpan kisah hidup yang sarat nilai keluarga. Ia menegaskan bahwa kesuksesannya tidak lepas dari doa orang tua. “Salah satu pesan saya bagi generasi muda, cintai dan rawat orang tua di masa tuanya. Itu kunci sukses seorang anak. Saya buktikan sendiri dalam karier saya,” tuturnya.

Ia mengenang masa ketika belum memiliki jabatan apa pun. Bersama sang istri, Johny merawat kedua orang tuanya, termasuk ibu mertuanya, hingga wafat. “Doa orang tua itu sangat menentukan,” katanya.

Namun, hidup juga memberinya ujian terberat. Pada 2022, Johny kehilangan istri tercinta, sosok yang setia mendampinginya sejak nol hingga mencapai puncak karier. “Kepergian istri saya adalah pukulan terberat dalam hidup. Dia yang mendampingi saya dari awal, dalam suka dan duka,” ucapnya lirih.

Di luar birokrasi, Johny juga aktif di dunia olahraga. Ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dan dikenal gemar berolahraga. Jika dahulu rutin bermain tenis lapangan, kini ia lebih memilih jogging dan bersepeda untuk menjaga kebugaran.

Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim, Johny menyampaikan rasa terima kasih kepada para tokoh yang telah memberinya kepercayaan. “Saya berterima kasih kepada Bapak M Wahyudi K Anwar, Bapak H Supian Hadi, Bapak H Halikinnor, kakak ipar saya Drs Yuel Ngantung, Pak Nicolas Uda, Pak Sevenhart Jimal, dan almarhum Drs Tadjuddin Noor. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di titik ini,” katanya.

Ucapan syukur juga ia sampaikan kepada Tuhan. “Dan tentunya kepada Tuhan Yesus, yang terus memberkati, memberi kekuatan, dan kemampuan kepada saya sampai hari ini,” tuturnya.

Dengan filosofi hidup Labor Omnia Vincit Improbus, kerja keras menaklukkan segalanya. Johny Tangkere menutup pengabdian panjangnya bukan hanya dengan catatan prestasi, tetapi juga dengan warisan nilai tentang keluarga, pengabdian, dan keteguhan hati.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *